Koordinasi intensif terkait penguatan sektor kebudayaan, olahraga, serta potensi strategis di Kota Tasikmalaya sebagai episentrum Priangan dilakukan oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, bersama sejumlah pejabat kementerian. Agenda tersebut awalnya direncanakan untuk bertemu Wakil Menteri Pariwisata guna membahas infrastruktur kebudayaan seperti kondisi gedung kesenian, namun ditunda karena Wamenpar mendadak dipanggil DPR RI.
Meski demikian, pertemuan tetap terlaksana dengan Dirjen Kebudayaan, bahkan Diky mendapat panggilan langsung dari Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, ke ruangan barunya pada Jumat, 23 Januari 2026. Dalam pertemuan tersebut, Diky didampingi Anggota DPD RI Alfiansyah Komeng dan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata (Disporabudpar) Deddy Mulyana, menyampaikan sejumlah isu krusial.
Salah satu poin utama adalah status Tugu Koperasi di Kota Tasikmalaya. Diky menegaskan bahwa kajian oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) setempat telah tuntas, dan proses penetapan sebagai cagar budaya nasional kini menunggu kelanjutan di tingkat provinsi maupun pusat. Selain itu, posisi Kota Tasikmalaya sebagai tumpuan pengembangan seni dan budaya bagi kabupaten dan kota di sekitarnya turut diangkat, mengingat wilayah ini merupakan pusat aktivitas di Priangan Timur.
Diky juga memaparkan kondisi fasilitas seperti gedung kesenian dan Gedung Creative Center (GCC), yang meski memiliki potensi besar, masih membutuhkan dukungan sarana prasarana. Untuk memperkuat ekosistem seni, usulan pengembangan kawasan Cilembang di Kabupaten Tasikmalaya sebagai area seni pertunjukan pun disampaikan. Diky menilai bahwa pengembangan aset di wilayah kabupaten tersebut akan memberikan dampak ekonomi positif atau multiplayer effect bagi Kota Tasikmalaya.
Tak hanya infrastruktur fisik, Diky juga mengusulkan pembangunan diorama sejarah dan budaya di Kota Tasikmalaya. Diorama ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana pelestarian, tetapi juga destinasi wisata edukasi baru yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dalam forum tersebut, potensi GCC sebagai ruang pengembangan perfilman juga disoroti, mengingat latar belakang Dirjen Kebudayaan yang kuat di bidang film dan seni pertunjukan.
Perkembangan terkini menunjukkan bahwa upaya diplomasi budaya ini semakin strategis mengingat data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tahun 2024 menyebutkan kontribusi subsektor seni pertunjukan dan budaya terhadap PDB ekonomi kreatif nasional mengalami tren peningkatan signifikan pasca-pandemi. Analisis ini menguatkan urgensi revitalisasi infrastruktur kesenian yang diusulkan Diky, karena ruang pertunjukan yang representatif menjadi faktor penentu kualitas produksi seni. Sebagai contoh, studi kasus serupa yang terjadi di Yogyakarta dengan revitalisasi Taman Budaya mampu meningkatkan kunjungan wisatawan kreatif hingga 40% dalam dua tahun terakhir. Fenomena ini menunjukkan bahwa investasi pada infrastruktur seni bukan sekadar pemeliharaan bangunan, melainkan strategi ekonomi kreatif yang mampu menggerakkan sektor UMKM lokal, mulai dari kuliner hingga merchandise khas daerah.
Potensi pengembangan kawasan Cilembang juga perlu dilihat dari sisi ekonomi makro, di mana pola pengembangan Creative Hub berbasis wilayah penyangga seperti ini terbukti efektif mengurangi kepadatan di pusat kota sekaligus mendistribusikan ekonomi kreatif secara lebih merata. Dukungan pemerintah pusat melalui skema matching fund atau dana alokasi khusus budaya menjadi kunci utama, mengingat anggaran daerah yang terbatas. Selain itu, inisiatif pembangunan diorama sejarah yang diusulkan tidak hanya berfungsi sebagai atraksi statis, namun dapat dikemas menggunakan teknologi augmented reality (AR) untuk menarik minat generasi Z, sejalan dengan transformasi digital yang tengah gencar didorong Kemenparekraf. Integrasi antara kebijakan tata kota, dukungan keuangan, dan inovasi teknologi inilah yang akan menjadikan Tasikmalaya bukan hanya sebagai kota budaya, tetapi juga sebagai barometer ekonomi kreatif Jawa Barat bagian selatan. Dengan menguatnya ekosistem ini, kemandirian ekonomi berbasis kearifan lokal dapat terwujud, menciptakan lapangan kerja baru sekaligus menjaga identitas bangsa di tengah arus globalisasi yang kian deras.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.