Investasi adalah salah satu cara yang umum dipakai untuk membangun kekayaan atau meraih target finansial dalam jangka waktu yang lama. Di balik peluang cuan yang menggiurkan, tersimpan risiko penipuan investasi abal-abal yang besarnya sama sekali tidak boleh disepelekan. Karena itu, masyarakat perlu terus waspada terhadap modus-modus investasi yang rasanya janggal. Hati-hati jika ada tawaran yang menjanjikan cuan besar dalam tempo singkat tanpa risiko apa pun, atau yang tidak mengantongi izin resmi.
Melansir unggahan Layanan Konsumen dan Pengaduan OJK (@kontak157), berikut adalah 5 tanda investasi bodong yang harus kamu ketahui.
1. Janji Cepat Untung Besar
Ciri pertama dari investasi bodong adalah adanya jaminan laba yang sangat besar. Selain imbal hasilnya terlampau tinggi, durasi pencairannya yang singkat juga menjadi ciri khas penipuan investasi. “Katanya baru gabung bisa langsung untung, hati-hati malah buntung,” kata OJK dalam Instagram resminya.
2. Sistem Pengelolaan Kabur
Tanda investasi ilegal berikutnya adalah cara pengelolaan dananya yang tidak jelas. Calon investor seringkali tidak dijelaskan bagaimana uang mereka dikelola, termasuk detail teknis terkait mekanisme investasi lainnya.
3. Klaim Bebas Risiko
Di samping iming-iming keuntungan besar dan instan, klaim tanpa risiko adalah ciri khas investasi penipu. Kenyataannya, setiap instrumen investasi pasti memiliki risiko tersendiri. “Katanya sih tanpa risiko, padahal nggak ada lho investasi yang nol risiko,” jelas OJK.
4. Menggunakan Skema Ponzi
Ciri khas investasi ilegal adalah mengandalkan skema perekrutan atau yang dikenal sebagai skema Ponzi. Dengan mengajak orang lain bergabung, kamu dijanjikan akan mendapatkan keuntungan berlipat ganda.
5. Tekanan Psikologis (Dibikin Panik)
Ciri lain dari investasi penipu adalah memaksa calon korbannya agar segera berinvestasi. Salah satu caranya adalah dengan menciptakan rasa panik agar target tidak bisa berpikir jernih, apalagi mengecek legalitas izin dari lembaga pengelola investasi. “Dibikin panik, ‘terakhir hari ini’, sengaja tuh mainin psikis kamu biar kamu buru-buru, nggak sempat mikir deh,”.
Pada era digital saat ini, pelaku penipuan investasi semakin lihai memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menyamarkan modus operandinya. Mereka kerap memanfaatkan media sosial dan aplikasi perpesanan instan untuk mendekati calon korban dengan bahasa yang sangat persuasif dan terkesan profesional. Fenomena ini diperparah dengan maraknya konten yang memamerkan gaya hidup mewah instan, yang seolah menjadi bukti keberhasilan investasi tersebut, padahal hanya untuk memancing rasa penasaran dan keserakahan. Pola psikologis ini sengaja dirancang untuk menekan calon investor agar mengabaikan logika dan insting kewaspadaan.
Sebagai contoh nyata, banyak kasus investasi bodong yang menyamar sebagai trading forex, emas digital, atau bahkan kripto dengan iming-iming “robot trading” yang bisa memberikan profit harian otomatis. Modus ini seringkali meminta calon investor menyetorkan dana awal yang relatif kecil, memberikan imbal hasil balik di awal untuk membangun kepercayaan (sehingga korban terpancing menyetor dana dalam jumlah besar), dan akhirnya menghilang begitu saja. Studi kasus menunjukkan bahwa korban yang sudah terjebak dalam lingkaran pertama seringkali menjadi agen perekrut sukarela karena terdesak ingin mengembalikan modal yang hilang, sehingga skema Ponzi ini terus berjalan.
Untuk melindungi diri, penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa tidak ada jalan pintas menuju kekayaan. Edukasi literasi keuangan menjadi kunci utama, di mana setiap individu harus mampu membedakan mana instrumen investasi yang diatur oleh otoritas resmi dan mana yang hanya skema pengumpulan dana tanpa underlying asset yang jelas. Selalu lakukan verifikasi terhadap izin usaha perusahaan di situs resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Jangan pernah ragu untuk menanyakan mekanisme, risiko, dan legalitas produk investasi sebelum menyetorkan sepeser pun uang Anda.
Ingatlah bahwa keamanan finansial masa depan dibangun bukan dari janji muluk, melainkan dari konsistensi, kesabaran, dan pengetahuan yang memadai. Jangan mudah tergiur oleh tawaran yang terkesan terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, karena di balik itu biasanya tersimpan jerat yang siap menjerat siapa saja yang tidak berhati-hati. Mulailah berinvestasi dengan ilmu yang cukup dan pilihlah instrumen yang sesuai dengan profil risiko Anda. Jaga aset Anda dengan bijak, karena melindungi apa yang sudah Anda miliki jauh lebih penting daripada mengejar keuntungan instan yang berisiko tinggi.
Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.