Board of Peace yang dibentuk Donald Trump menimbulkan berbagai reaksi beragam. Elon Musk, orang terkaya di dunia yang hubungannya dengan Trump sering naik turun, baru-baru ini melontarkan komentar sindiran terkait hal ini.
Saat berbicara di World Economic Forum di Davos, Elon Musk mengomentari pembentukan dewan perdamaian tersebut dengan menggunakan permainan kata. Ia seolah mempertanyakan proyek kontroversial yang digagas Presiden AS itu.
“Saya dengar soal pembentukan pertemuan puncak perdamaian (peace summit) itu, dan saya membatin, apakah itu p-i-e-c-e (bagian)? Anda tahu, sepotong kecil Greenland, sepotong kecil Venezuela,” ujarnya sambil tertawa, seperti dikutip detikINET dari Euro News.
Musk kemungkinan merujuk pada tindakan Donald Trump yang sebelumnya diduga menculik presiden Venezuela dan kini bersikeras mendapatkan Greenland. “Yang kita inginkan hanya perdamaian (peace),” tambahnya, yang disambut tawa ringan dari audiens yang hadir.
Hubungan Musk dan Trump terlihat penuh gejolak sejak tahun 2025. Selama masa kampanye pemilihan presiden, Musk mendukung Trump dengan donasi lebih dari USD 230 juta, menjadikannya penyumbang tunggal terbesar. Ia juga memanfaatkan platform media sosialnya, X, untuk menggemakan pesan-pesan kampanye Trump.
Di awal pemerintahan Trump, Musk ditunjuk memimpin DOGE (Department of Government Efficiency). Ia mengakhiri masa tugasnya pada akhir Mei 2025 setelah masa jabatannya sebagai ‘pegawai pemerintah khusus’ berakhir.
Pertikaian sebenarnya sudah muncul sebelumnya, misalnya ketika Musk secara terbuka menghina penasihat perdamaian Trump, Peter Navarro. Retaknya hubungan besar terjadi tak lama setelah Musk meninggalkan DOGE, saat ia menyerang UU pajak dan pengeluaran Trump secara frontal.
Pada musim panas 2025, situasi berubah menjadi perselisihan yang terbuka. Trump bahkan mengisyaratkan akan meninjau ulang status imigrasi Musk, sekaligus mengungkit soal subsidi dan kontrak pemerintah untuk perusahaan-perusahaan milik Musk.
Menjelang musim gugur 2025, keduanya menunjukkan tanda-tanda meredanya ketegangan. Musk terlihat hadir dalam jamuan makan malam untuk putra mahkota Arab Saudi di Gedung Putih, di mana Trump terlihat menepuk bahunya dengan ramah.
Pengamat menggambarkan hubungan tersebut sebagai gencatan senjata yang rapuh atau aliansi yang didasari rasa saling tidak percaya namun tetap saling membutuhkan. Namun, Musk sudah memberikan isyarat kesediaannya untuk memobilisasi dana bagi kandidat Partai Republik menjelang pemilihan paruh waktu kongres pada November 2026.
Dengan latar belakang tersebut, candaan kata Musk di Davos dianggap lebih dari sekadar celetukan iseng. Itu adalah sinyal bahwa meskipun hubungan ini terkadang bisa tenang, situasi bisa kembali memanas sewaktu-waktu. Setidaknya, Musk tidak ragu memperolok proyek prestisius Trump di depan umum.
Ini menjadi tantangan tersendiri bagi Trump karena Board of Peace harus mampu menjelaskan tujuan berdirinya, bagaimana legitimasinya, dan nilai tambah konkret apa yang ditawarkannya dibandingkan lembaga yang sudah ada sebelumnya.
Perang dagang antara Amerika Serikat dan China telah menjadi sorotan utama dalam beberapa tahun terakhir, memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian global. Ketegangan ini bermula dari klaim AS mengenai praktik perdagangan tidak adil yang dilakukan oleh China, termasuk isu pencurian kekayaan intelektual dan subsidi industri yang dinilai merugikan. Sebagai respons, pemerintah AS di bawah kepemimpinan Donald Trump menerapkan tarif impor tinggi pada berbagai produk asal China, yang kemudian dibalas dengan langkah serupa oleh Beijing. Efek domino dari kebijakan ini dirasakan hampir seluruh negara, mengganggu rantai pasok global dan memicu inflasi di beberapa wilayah. Banyak perusahaan multinasional terpaksa memindahkan pabrik mereka ke negara lain seperti Vietnam atau Meksiko untuk menghindari tarif tersebut. Di sisi lain, konsumen di kedua negara harus menanggung biaya lebih tinggi untuk barang elektronik, pakaian, dan bahan baku industri. Meskipun sempat ada upaya negosiasi, kesepakatan fase satu yang dicapai belum sepenuhnya menyelesaikan akar masalah. Analis memprediksi bahwa ketegangan ini mungkin akan berlanjut hingga masa kepemimpinan berikutnya, mengingat isu ini telah menjadi bagian dari strategi politik kedua belah pihak. Sementara itu, negara-negara berkembang justru melihat peluang untuk menarik investasi asing yang keluar dari kedua raksasa ekonomi tersebut. Namun, tantangan infrastruktur dan stabilitas politik seringkali menjadi penghambat utama. Dampak jangka panjang dari perang dagang ini diperkirakan akan mengubah tatanan ekonomi dunia, di mana negara-negara mulai beralih ke pola perdagangan regional dan mengurangi ketergantungan pada satu negara. Ini menuntut adaptasi cepat dari pelaku usaha dan pemerintah untuk tetap kompetitif di pasar global yang semakin kompleks. Di tengah situasi ini, inovasi teknologi dan efisiensi produksi menjadi kunci utama untuk bertahan. Pelaku industri harus cerdas memanfaatkan peluang dan mengelola risiko agar tidak terpuruk. Perubahan perilaku konsumen yang lebih selektif juga memaksa perusahaan untuk terus berinovasi. Kondisi ini mengajarkan bahwa keterbukaan pasar harus diimbangi dengan perlindungan kepentingan nasional yang bijak. Kolaborasi antar negara tetap penting untuk menciptakan stabilitas ekonomi global. Tantangan ini menjadi momentum untuk membangun sistem perdagangan yang lebih adil dan berkelanjutan bagi semua pihak. Jangan biarkan ketidakpastian menghentikan langkah maju, teruslah beradaptasi dan berinovasi untuk menghadapi perubahan zaman yang dinamis.
Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.