Yuusha no Kuzu Anime Musim Dingin 2026

anindya

By anindya

Di dunia modern, sang raja iblis masih hidup dan mengendalikan ranah bawah tanah Tokyo. Mereka adalah individu yang telah mengubah tubuhnya sendiri untuk mendapatkan kekuatan khusus. Hanya “pahlawan” yang mampu menghentikan mereka. Mereka adalah sosok yang memperkuat fisik mereka menggunakan obat khusus dan telah mendapat lampu hijau resmi untuk melakukan pembunuhan. Ini adalah kisah di mana pahlawan bukanlah sosok baik yang memegang teguh hukum, melainkan sekadar bertahan hidup berdasarkan naluri di abad ke-1.

Saat pertama kali membaca judul anime Yuusha no Kuzu, atau Scum of the Brave, saya sama sekali tidak memiliki gambaran apa yang akan ditawarkan. Saya bahkan tidak bisa menebak genre apa ini. Apakah fantasi? Sepertinya bukan. Apakah tentang reinkarnasi? Tampaknya tidak. Ataukah genre game? Juga tidak. Jadi, inti dari anime ini sebenarnya masih misterius. Sebagai penonton yang tidak membaca sinopsis atau menonton trailer sebelumnya, kalimat yang bisa saya ucapkan setelah episode pertama adalah “saya tidak mengerti”.

Dari lagu pembukanya saja, saya masih bertanya-tanya. Siapa sebenarnya musuhnya? Manusia atau monster? Lantas, mengapa ada manusia yang meminum obat serupa dan disebut pion raja iblis? Apakah raja iblis itu seorang manusia? Atau sesuatu yang lain? Banyak elemen yang justru membuat saya bingung dengan alur ceritanya. Anime ini sepertinya tipe yang mengharuskan kita menontonnya secara berkelanjutan, di mana dunianya akan perlahan terkuak, dan kita hanya perlu menyaksikan konflik yang terjadi di dalamnya.

Karena saya belum bisa membela jalan ceritanya lantaran masih bingung, setidaknya saya menikmati visual dan gaya karakternya. Penampilan mereka unik, namun desain karakternya terasa berbeda dari standar yang umum saya kenali. Untuk saat ini, animasinya cukup layak untuk dinikmati. Semoga ketika adegan aksi berlangsung nanti, kualitas animasinya tetap stabil. Untuk lagu temanya, ini bukan selera saya. Karena saya belum paham tema besarnya, saya juga tidak tahu apakah lagu tersebut cocok sebagai pengiring aksi atau sekadar hiburan.

Jadi, jujur saya belum bisa merekomendasikan anime Yuusha no Kuzu atau Scum of the Brave ini. Mari kita lihat perkembangannya ke depan. Secara pribadi, saya mungkin akan berhenti menonton setelah tiga episode, dan baru kembali melanjutkannya jika episode ketiga nanti sudah menawarkan penjelasan yang cukup atau konflik yang jelas mengenai dasar masalah dalam anime ini.

Informasi dan Data Anime

  • Judul Lain: Scum of the Brave
  • Karya Asli: Komik karya Rocket Shoukai dan diilustrasikan oleh Nakashima723
  • Pengisi Suara:

    • Akari Kitou (Mato Seihei no Slave, Gnosia) sebagai Aki Jougamine
    • Momo Harumi (Chanti Suenai Kyuuketsuki-chan, Uchuujin MuuMuu) sebagai Yukine Indou
    • Ryouta Suzuki (Sakamoto Days, Dr. Stone) sebagai Yashiro
    • Daisuke Hirakawa (Haigakura, Monogatari) sebagai Ishinoo
  • Sutradara: Shinji Ushiro (Sora no Otoshimono, Jashin-chan Dropkick)
  • Desainer Karakter: Rikou Murakami (My Hero Academia, Inazuma Eleven)
  • Komposisi Seri: Youichi Katou (Aikatsu, Scarlet Nexus)
  • Lagu Pembuka: “GUN POWDER” oleh TOOBOE
  • Lagu Penutup: “Mental Rental (メンタルレンタル)” oleh Ima Mulasaki
  • Studio: OLM (Nyaight of the Living Cat, Pon no Michi)
  • Situs resmi: https://yushanokuzu.com/
  • Twitter: @yushanokuzu
  • Mulai tayang pada: 10 Januari 2026 (1555 GMT, 2255 WIB), 11 Januari 2026 (0055 JST)

Gambar dan Video

[Embed Video PV]

[Gambar Screenshot 1]
© Nakashima 723 / Rocket Company / Leed Publishing / Kuzu Production Committee

[Gambar Screenshot 2]
© Nakashima 723 / Rocket Company / Leed Publishing / Kuzu Production Committee

[Gambar Screenshot 3]
© Nakashima 723 / Rocket Company / Leed Publishing / Kuzu Production Committee

Membahas tentang Yuusha no Kuzu atau Scum of the Brave, anime ini menantang persepsi tradisional tentang pahlawan. Dalam lanskap modern yang seringkali abu-abu, konsep kekuatan yang diperoleh melalui modifikasi tubuh dan obat-obatan menimbulkan pertanyaan etis yang kompleks. Ketika batas antara kemanusiaan dan monster menjadi kabur, narasi yang disajikan seringkali menggambarkan bahwa bertahan hidup adalah motivasi utama, bukan lagi idealisme buta. Ini menjadi cerminan bagi banyak realitas di mana “kebaikan” seringkali adalah pilihan yang dibuat oleh mereka yang memiliki kekuatan, bukan yang paling benar.

Melihat dari perspektif teknis, perkembangan animasi saat ini memungkinkan eksplorasi visual yang lebih berani dan tidak konvensional, seperti yang terlihat pada desain karakter Yuusha no Kuzu. Eksperimen visual ini penting untuk menjaga kebaruan dalam industri anime yang sudah sangat padat. Bagi penonton, ini adalah pengingat untuk tidak hanya menilai sebuah karya dari sampul atau genre yang dipaksakan. Terkadang, misteri yang disajikan di awal adalah kunci untuk menarik rasa penasaran, mengajak kita menyelami dunia yang belum tentu kita mengerti di pandangan pertama, namun menyimpan kedalaman cerita yang menunggu untuk diurai.

Baca juga Anime lainnya di Info Anime & manga terbaru.

Tinggalkan Balasan