Polisi Kirim Bantuan ke Perumahan di Periuk Tangerang yang Terendam Banjir

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Banjir dengan ketinggian air hingga dua meter menggenangi Perumahan Periuk Damai RW 08, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, pada Jumat, 23 Januari 2026. Musibah ini memaksa puluhan kepala keluarga mengungsi ke tempat aman, salah satunya Masjid Al-Jihat yang berada di kawasan perumahan tersebut. Aparat kepolisian dari Polres Metro Tangerang Kota segera turun tangan dengan menurunkan personel untuk membantu evakuasi serta menyalurkan bantuan logistik kepada warga korban banjir.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Raden Muhammad Jauhari, turut serta meninjau langsung lokasi pengungsian didampingi oleh Wakapolres, pejabat utama, serta Ketua Bhayangkari Cabang Polres Metro Bekasi Kota, Ny Kamala Jauhari. Selain di Perumahan Periuk Damai, kegiatan serupa juga dilakukan di Musala Al-Amin, Kampung Candulan RT 03/07, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, serta Perumahan Pinang Griya Permai RW 06, Kelurahan Pinang, Kecamatan Pinang. Kehadiran Kapolres tidak hanya untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga memberikan dukungan moril dan melakukan trauma healing kepada anak-anak yang terdampak bencana.

Bantuan yang diserahkan berupa paket sembako, susu, popok bayi, dan selimut. Kombes Raden Muhammad Jauhari menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah musibah merupakan wujud tanggung jawab dan kepedulian institusi. “Kami ingin memastikan seluruh warga terdampak banjir mendapatkan perhatian dan bantuan yang dibutuhkan. Kehadiran kami di sini adalah untuk memberikan rasa aman, nyaman, serta memastikan penanganan bencana berjalan dengan baik,” ujarnya. Pihak kepolisian juga memastikan akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam pemantauan dan penanganan lanjutan agar kebutuhan pengungsi terpenuhi serta situasi tetap kondusif.

Banjir di kawasan Tangerang sering kali dipicu oleh curah hujan intensitas tinggi yang melanda wilayah Jabodetabek dalam beberapa hari terakhir. Data BMKG menyebutkan curah hujan ekstrem masih berpotensi terjadi, menjadikan mitigasi bencana dan drainase kota sebagai isu krusial. Menurut analisis kebijakan, penanganan banjir membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari perbaikan tata ruang, normalisasi sungai, hingga penerapan sistem peringatan dini yang lebih responsif di tingkat RT/RW. Masyarakat diajak proaktif dalam kebersihan lingkungan, termasuk membuang sampah pada tempatnya untuk mengurangi risiko tersumbatnya saluran air.

Kepedulian aparat dan warga sekitar menjadi kunci keberhasilan penanganan krisis saat bencana datang. Setiap langkah kecil yang diambil, mulai dari evakuasi hingga distribusi logistik, memberikan dampak besar bagi ketahanan sosial komunitas. Teruslah bergerak bersama untuk membangun lingkungan yang lebih aman dan siap menghadapi tantangan iklim, karena aksi kolektif adalah fondasi terkuat dalam melindungi sesama.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan