Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan keyakinannya bahwa target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batu bara sebesar Rp 134 triliun tetap akan terwujud. Pencapaian ini diproyeksikan berjalan lancar meskipun terdanya pemangkasan volume produksi batu bara nasional. Tahun ini, target produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 diturunkan menjadi sekitar 600 juta ton.
Beberapa pihak, termasuk lembaga Indef, sempat mengkritik logika tersebut dengan menyatakan bahwa pengurangan produksi otomatis akan menurunkan pemasukan negara. Namun, Tri (perwakilan Kementerian ESDM) menanggapi pandangan itu dalam acara Indonesia Weekend Miner by Indonesia Mining Summit di Jakarta Selatan pada Sabtu, 24 Januari 2026. Ia menegaskan bahwa ada strategi optimasi yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut.
Salah satu cara yang memungkinkan pendapatan tetap tinggi adalah mekanisme kenaikan harga jual batu bara akibat pengurangan suplai. Disamping itu, Kementerian ESDM juga berencana menggencarkan penerimaan melalui platform digital, khususnya sistem E-PNBP. Beberapa kebijakan turunan juga dinilai mampu mengerek pendapatan negara dari sektor pertambangan ini.
Tri menjelaskan secara rinci strategi yang akan diterapkan. “Yang pertama terkait harga yang naik, terus kemudian kita optimalisasi penerimaan melalui ya biasalah, pemeriksaan-pemeriksaan yang dari aplikasi E-PNBP, terus kemudian yang sudah kita lakukan mudah-mudahan juga ada ini, terus ada beberapa pengawasan yang akan kita lakukan termasuk diantaranya kita ada beberapa nanti kebijakan,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah memberikan penjelasan mengenai alasan di balik kebijakan pemangkasan produksi. Tujuan utamanya adalah menjaga keseimbangan antara suplai dan permintaan di pasar global, serta menstabilkan harga batu bara agar tidak anjlok.
Kondisi pasar saat ini cukup krusial, mengingat total perdagangan batu bara global berkisar di angka 1,3 miliar ton per tahun. Indonesia sendiri berkontribusi menyuplai 514 juta ton, atau sekitar 43% dari total kebutuhan dunia. Jika produksi terus dipaksakan tanpa mempertimbangkan permintaan, imbasnya adalah ketidakseimbangan pasar yang berujung pada penurunan harga.
Bahlil menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan industri ini. “Akibatnya apa? Supply and demand itu tidak terjaga. Akhirnya, harga batu barang turun. Supaya harga bagus dan tambang ini juga kita harus wariskan kepada anak cucu kita. Jadi, jangan cara berpikir kita mengelola sumber daerah alam itu seolah-olah harus selesai semua sekarang,” tegasnya dalam konferensi pers Capaian Kinerja Sektor ESDM 2025 di Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026). Ia menambahkan bahwa bangsa ini harus terus berjalan, lingkungan harus dijaga, dan aspek keadilan tetap menjadi prioritas.
Strategi menaikkan harga dengan memangkas produksi seringkali menjadi senjata ampuh dalam menjaga stabilitas pasar komoditas global. Pendekatan ini mirip dengan mekanisme OPEC dalam mengelola harga minyak mentah; dengan mengurangi suplai, nilai jual per unit akan mengikuti hukum ekonomi dasar yakni kelangkaan. Namun, tantangan terbesarnya adalah memastikan bahwa kenaikan harga ini tidak membebani industri downstream yang membutuhkan bahan baku energi yang stabil.
Optimalisasi penerimaan melalui sistem digital seperti E-PNBP juga menjadi langkah maju. Di era transparansi data, digitalisasi penerimaan negara dapat meminimalisir kebocoran dan mempercepat proses verifikasi. Ini adalah langkah krusial untuk memastikan setiap rupiah dari hasil bumi benar-benar masuk ke kas negara tanpa hambatan birokrasi yang berbelit.
Menjaga keberlanjutan tambang untuk generasi mendatang adalah wajib. Konsep sustainable mining harus diimplementasikan bukan hanya sebagai jargon, tetapi sebagai praktik operasional. Jika cadangan batu bara habis dalam waktu dekat tanpa perencanaan, masa depan energi Indonesia bisa terancam. Oleh karena itu, pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan secara bijak dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan keadilan sosial bagi masyarakat sekitar tambang.
Dengan strategi yang tepat, sektor batu bara tetap bisa menjadi penopang ekonomi nasional meskipun di tengah tekanan global. Pengelolaan yang transparan dan berkelanjutan akan memastikan bahwa kekayaan alam ini tidak hanya dinikmati saat ini, tetapi juga menjadi warisan berharga bagi anak cucu di masa depan. Kita perlu terus mendukung inovasi dan kebijakan yang memprioritaskan keseimbangan antara ekonomi dan lingkungan.
Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.