Pertumbuhan likuiditas perekonomian Indonesia, yang diukur melalui uang beredar luas (M2), mengalami percepatan signifikan pada Desember 2025. Bank Indonesia mencatatkan angka pertumbuhan M2 sebesar 9,6% secara tahunan (year on year/yoy), menembus level Rp 10.133,1 triliun. Capaian ini melampaui kinerja bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 8,3% (yoy).
Denny Prakoso, selaku Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, menjelaskan bahwa dorongan utama balik tren positif ini berasal dari pergerakan uang beredar sempit (M1) yang tumbuh 14,0% (yoy) serta pertumbuhan uang kuasi sebesar 5,5% (yoy). Dalam pernyataan resminya pada Sabtu, 24 Januara 2026, Denny menegaskan bahwa dinamika M2 pada periode tersebut terutama ditopang oleh dua faktor krusial: peningkatan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat dan ekspansi penyaluran kredit perbankan.
Pada periode yang sama, tagihan bersih yang ditujukan kepada Pemerintah Pusat (Pempus) menunjukkan ekspansi sebesar 13,6% (yoy). Capaian ini menorehkan progres positif jika dibandingkan dengan data pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang hanya berada di level 8,7% (yoy). Selain itu, sektor perbankan juga memberikan kontribusi signifikan melalui penyaluran kredit yang tumbuh 9,3% (yoy), mengungguli laju pertumbuhan November 2025 yang sebesar 7,9% (yoy). Di sisi lain, aktiva luar negeri bersih juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,9% (yoy), meskipun sedikit melambat dibandingkan capaian bulan sebelumnya yang sebesar 9,7% (yoy).
Pemahaman mendalam mengenai struktur M2 sangat penting untuk mengukur kesehatan ekonomi suatu negara. Secara teknis, M2 mencakup uang fisik seperti koin dan uang kertas (M0), uang giral atau tabungan (M1), serta instrumen keuangan lain yang mudah dicairkan seperti deposito berjangka. Pertumbuhan M2 yang cukup tinggi biasanya menjadi indikator awal dari peningkatan aktivitas ekonomi, meskipun perlu diwaspadai jika lajunya terlalu cepat karena berpotensi menimbulkan tekanan inflasi.
Analisis terhadap data Desember 2025 ini menunjukkan adanya sinyal positif dalam pemulihan ekonomi domestik. Lonjakan pertumbuhan uang beredar yang didorong oleh kredit dan tagihan pemerintah mengindikasikan peningkatan permintaan barang dan jasa, baik dari sektor swasta maupun konsumsi pemerintah. Namun, kebijakan moneter tetap harus waspada agar pasokan uang yang beredar sejalan dengan produktivitas ekonomi untuk menjaga stabilitas harga.
Bayangkan ekonomi sebagai sebuah tubuh yang hidup, di mana M2 berfungsi sebagai aliran darahnya. Ketika aliran darah (uang beredar) mengalir deras namun tersalurkan ke sektor produktif seperti kredit investasi dan belanja pemerintah, maka tubuh ekonomi akan menjadi lebih bugar dan berenergi. Data Desember 2025 seolah menunjukkan denyut nadi ekonomi yang kian kencang, memberikan sinyal bahwa sektor riil mulai menyerap likuiditas untuk menggerakkan roda produksi dan konsumsi.
Peningkatan signifikan dalam tagihan bersih pemerintah juga menggambarkan dinamika fiskal yang aktif. Ketika pemerintah meningkatkan transaksi finansialnya, ini seringkali berkorelasi dengan realisasi proyek-proyek infrastruktur atau program sosial yang masif. Proses ini menciptakan multiplier effect di masyarakat, di mana uang yang disuntikkan pemerintah akan berputar dan menciptakan lapangan kerja baru, sehingga mendorong kenaikan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.
Sementara itu, pertumbuhan kredit yang melampaui bulan sebelumnya menjadi bukti kepercayaan sektor perbankan dan dunia usaha yang mulai pulih. Kredit yang mengalir deras biasanya digunakan untuk ekspansi bisnis, pembelian modal, hingga kebutuhan konsumtif masyarakat. Fenomena ini menunjukkan bahwa optimisme pelaku bisnis kembali membaik, didukung oleh stabilitas makroekonomi yang terjaga, sehingga mendorong mereka untuk mengambil risiko investasi baru.
Data aktiva luar negeri bersih yang tumbuh meski melambat juga memberikan warna tersendiri dalam neraca pembayaran. Kinerja ini mencerminkan bagaimana Indonesia mampu mengelola aset luar negerinya dalam rangka menyeimbangkan likuiditas domestik. Meskipun terjadi sedikit perlambatan, posisi aset luar negeri yang tetap positif menandakan ketahanan sektor eksternal Indonesia dalam menghadapi gejolak pasar global, menjaga kestabilan nilai tukar rupiah.
Dari perspektif kebijakan moneter, data pertumbuhan M2 yang melonjak ini menjadi pertimbangan krusial bagi Bank Indonesia dalam menetapkan suku bunga acuan. BI perlu memastikan bahwa likuiditas yang beredar tidak berlebihan hingga memicu inflasi di atas target, namun juga cukup untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Keseimbangan antara menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan merupakan tantangan tersendiri yang harus diwaspadai secara seksama.
Secara makro, tren pertumbuhan M2 yang terus meningkat sejak pertengahan tahun 2025 menjadi bukti keberhasilan konsistensi kebijakan ekonomi pemerintah dan BI. Kombinasi antara stimulus fiskal yang tepat sasaran dan kebijakan moneter yang akomodatif telah berhasil menciptakan iklim investasi yang kondusif. Hal ini pelan-pelan mengubah pola konsumsi masyarakat dari sekadar memenuhi kebutuhan pokok menuju peningkatan kualitas hidup dan investasi jangka panjang.
Dalam jangka pendek, kita mungkin akan terus melihat volatilitas pada angka-angka pertumbuhan terkait fluktuasi musiman, namun fundamental ekonomi Indonesia kini berada pada landasan yang lebih kuat. Struktur ekonomi yang didukung oleh likuiditas domestik yang sehat memberikan bantalan bagi Indonesia untuk menghadapi ketidakpastian global. Pemulihan sektor riil yang ditandai oleh pertumbuhan kredit menjadi pilar utama dalam menjaga momentum positif ini.
Melihat dinamika ini, masyarakat dan pelaku usaha sebaiknya memanfaatkan momentum positif ini untuk merencanakan masa depan finansial yang lebih baik. Ketersediaan likuiditas yang melimpah di perbankan membuka kesempatan untuk memanfaatkan fasilitas kredit dengan biaya yang kompetitif. Pemahaman terhadap siklus ekonomi ini akan membantu kita mengambil keputusan yang tepat, baik dalam berinvestasi maupun mengelola keuangan pribadi untuk mencapai kesejahteraan yang lebih optimal.
Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.