Hujan deras yang mengguyur Ibu Kota dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan munculnya banyak lubang di ruas jalan utama Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa proses perbaikan infrastruktur jalan baru akan dipercepat setelah intensitas curah hujan mulai menurun, yang diperkirakan terjadi pasca tanggal 27 Januari 2026.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menuturkan bahwa upaya penambalan tidak bisa dilakukan secara maksimal saat hujan masih turun dengan lebat. Alasannya, material tambalan yang baru dipasang berisiko rusak atau hilang akibat tergerus air, sehingga lubang akan muncul kembali dalam waktu singkat. “Kalau kita perbaiki atau sempurnakan hari ini, besok pasti akan berlubang lagi. Sampai dengan tanggal 27 Januari, curah hujan di Jakarta masih diperkirakan tinggi,” ujar Pramono saat meninjau lokasi pengungsian korban banjir di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Sabtu (24/1/2026).
Masalah jalan berlubang ini telah menjadi perhatian serius Pemprov DKI. Banyak laporan masuk terkait kondisi jalanan yang rusak, terutama di ruas-ruas vital seperti Jalan Gatot Subroto dan kawasan Slipi. Pramono bahkan mengaku sempat menerima laporan adanya pengendara yang terjatuh akibat menghindari lubang di jalanan tersebut. “Kemarin saya juga di-tag terkait kejadian di Gatot Subroto jatuh,” tuturnya.
Menyikapi situasi ini, Pemprov DKI memutuskan untuk memperpanjang durasi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga 27 Januari 2026. Tujuannya adalah untuk menekan intensitas hujan agar proses perbaikan jalan bisa berjalan lancar. “Sehingga dengan demikian setelah tanggal 27 lubang-lubang yang ada segera kita perbaiki,” ungkapnya.
Sambil menunggu perbaikan permanen usai tanggal 27, Pramono mengimbau seluruh masyarakat agar ekstra waspada saat berkendara. Kondisi jalan yang licin dan berlubang masih membahayakan keselamatan pengguna jalan. “Sampai tanggal 27, siapa pun yang berkendara di Jakarta mohon hati-hati,” pesannya.
Dari pantauan di lapangan, kondisi jalan rusak cukup parah di sejumlah titik Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan (Jaksel). Pengendara yang melintas mengeluhkan kondisi jalan yang berlubang dan mengancam keselamatan. Pada Jumat (23/1), lubang terlihat mulai dari area Simpang Pancoran, terutama di sisi kiri dan kanan jalan. Titik krusial pertama berada di sekitar Stasiun LRT Pancoran, di mana pengendara terlihat berusaha menghindari lubang dengan manuver zig-zag.
Lubang jalan juga ditemukan di area sebelum flyover Kuningan, tepatnya di sisi kanan jalan dekat pembatas jalur Transjakarta. Beberapa lubang sudah ditutupi water barrier sebagai tanda peringatan, namun tidak sedikit lubang lainnya yang dibiarkan terbuka tanpa penutup, mengancam pengendara yang tidak waspada.
Kondisi infrastruktur yang rusak akibat cuaca ekstrem menjadi tantangan tersendiri bagi perkotaan modern. Ketika hujan deras melanda, genangan air seringkali menyembunyikan kedalaman lubang di aspal, membuat pengendara sepeda motor khususnya rentan terjatuh. Data menunjukkan bahwa kecelakaan lalu lintas seringkali disebabkan oleh faktor kondisi jalan yang buruk, terlebih saat musim hujan. Beberapa studi kasus di berbagai kota besar menunjukkan bahwa penambalan jalan yang dilakukan secara terburu-buru saat kondisi basah seringkali tidak bertahan lama, karena ikatan material aspal tidak sempurna terhadap permukaan jalan yang lembap. Oleh karena itu, strategi menunggu masa transisi hujan reda sebelum melakukan perbaikan massal adalah langkah yang lebih rasional meskipun harus menunggu waktu.
Pemerintah kota perlu mempertimbangkan penggunaan teknologi aspal panas atau cold mix yang tahan air untuk perbaikan sementara, namun perbaikan permanen tetap membutuhkan kondisi kering agar hasilnya maksimal dan tahan lama. Selain itu, koordinasi dengan dinas terkait untuk pemasangan rambu peringatan di titik-titik rawan lubang sangat penting untuk meminimalisir risiko kecelakaan.
Masyarakat pengguna jalan di Jakarta khususnya harus bersabar menunggu proses perbaikan usai 27 Januari mendatang. Disiplin dalam berhati-hati dan mengurangi kecepatan saat melintasi genangan air adalah kunci utama menghindari kecelakaan. Jaga keselamatan diri dan keluarga karena infrastruktur yang baik membutuhkan waktu, namun keselamatan Anda di jalan adalah prioritas yang tak bisa ditunda.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.