Harga Emas Tembus Rekor Tertinggi, Butik Antam Diserbu Pembeli

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Harga emas 24 karat produksi Antam kembali menorehkan rekor tertinggi sepanjang masa pada Jumat kemarin. Mengutip situs resmi Logam Mulia Antam, terjadi kenaikan harga sebesar Rp 90.000, menempatkan nilai jual di angka Rp 2.880.000 per gram.

Dalam kurun waktu tujuh hari terakhir, tren harga emas Antam terpantau menguat dengan kisaran Rp 2.663.000 hingga Rp 2.880.000 per gram. Jika melihat pergerakan sebulan terakhir, penguatan harga terjadi secara signifikan dibandingkan level awal di kisaran Rp 2.590.000 per gram.

Bersamaan dengan kenaikan harga ini, Butik Emas Logam Mulia (LM) Antam menjadi sasaran utama pembeli. Berdasarkan pantauan di lokasi, Jumat (23/1/2026), Butik Emas LM Antam Setiabudi One, Jakarta Selatan, terlihat dipadati antrean pengunjung sejak pukul 13.00 WIB. Jumlahnya diperkirakan mencapai puluhan orang.

Di dalam area butik, situasi terlihat semakin ramai. Pengunjung berhamburan mengambil nomor antrean dan menunggu giliran untuk bertransaksi. Kondisi ini menarik perhatian karena kerumunan datang dari berbagai kalangan usia.

Hingga pukul 13.10 WIB, arus masuk masyarakat yang ingin membeli logam mulia terus mengalir. Sementara itu, jumlah pengunjung yang keluar dari toko terbilang minim, sehingga kepadatan di dalam Butik Emas Antam Setiabudi One semakin menjadi-jadi.

Perlu diketahui, untuk ukuran terkecil yaitu 0,5 gram, harga emas hari ini dipatok Rp 1.490.000. Untuk ukuran 10 gram, harganya mencapai Rp 28.295.000. Sedangkan untuk ukuran terbesar 1.000 gram atau 1 kg, banderol harganya tembus hingga Rp 2.820.600.000.

Tak hanya harga jual, harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam juga mengalami kenaikan sebesar Rp 80.000 per gram, sehingga menjadi Rp 2.715.000 per gram. Harga ini berlaku jika Anda menjual emas kembali ke Antam.

Dalam beberapa pekan terakhir, tren kenaikan harga emas global memang terpicu oleh ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Data terbaru menunjukkan sentimen bullish masih mendominasi pasar logam mulia, didorong oleh pelemahan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama lainnya. Analisis unik menyiratkan bahwa jika tekanan inflasi global tetap tinggi, emas akan terus menjadi aset lindung nilai yang paling diminati oleh investor ritel maupun institusi.

Sementara itu, fenomena antrian panjang di butik emas Antam menjadi cerminan psikologis pasar domestik. Masyarakat Indonesia sering kali berebut membeli emas saat harganya sedang meroket tinggi, didorong oleh kekhawatiran akan pelemahan rupiah dan keinginan mencari aset aman. Namun, perlu diingat bahwa investasi emas adalah permainan jangka panjang. Jangan terburu-buru membeli di puncak harga hanya karena euforia sesaat, tetapi lakukan diversifikasi portofolio agar keuangan Anda tetap stabil meskipun pasar volatile.

Jadikan momen ini sebagai pembelajaran untuk bijak mengelola aset. Meskipun harga emas terus bergerak dinamis, konsistensi dalam berinvestasi akan menghasilkan keamanan finansial di masa depan. Teruslah memantau perkembangan pasar dan ambil keputusan terbaik yang selaras dengan tujuan keuangan jangka panjang Anda.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan