Dikira Sakit Punggung Biasa, Pria Ini Ternyata Idap Kanker Pankreas

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pria berusia 46 tahun bernama Kris Cooke harus menghadapi kenyataan pahit bahwa rasa nyeri yang ia derita selama ini bukanlah sekadar cedera biasa. Awalnya, Cooke yang bekerja keras di bidang konstruksi mengira sakit yang melanda tubuhnya hanya akibat kelelahan otot atau posisi tidur yang kurang nyaman saat menggunakan kasur barunya. Namun, dugaan tersebut justru mengarah pada diagnosa medis yang mengejutkan: kanker pankreas stadium lanjut.

Kris Cooke yang juga seorang vegan dan rutin melakukan yoga ini sebelumnya tidak pernah memiliki riwayat masalah kesehatan signifikan. Teman dekatnya, Louise Comiskey, menyatakan bahwa Cooke sempat mengeluhkan sakit punggung selama beberapa bulan. Ia mengira itu hanya otot tertarik akibat aktivitas pekerjaannya yang berat. Ketika akhirnya memutuskan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, hasil rontgen memperlihatkan kondisi yang mengkhawatirkan: paru-paru kirinya kolaps, terdapat gumpalan darah di sekitar jantung, dan ditemukan benjolan di area pankreas.

Diagnosis akhir menyatakan bahwa benjolan tersebut merupakan kanker pankreas yang sudah memasuki tahap akhir. Dokter memperkirakan usianya tinggal menyisakan waktu 6 hingga 12 bulan, menyusul penyebaran kanker ke organ hati. Kondisi ini tentu menjadi pukulan berat bagi Cooke dan keluarga, terutama karena sebelumnya mereka sedang merencanakan pernikahan.

Meski di tengah kondisi kesehatan yang menurun drastis, Cooke dan tunangannya, Maria, memutuskan untuk tetap melangsungkan pernikahan di sebuah kamar rumah sakit. Maria mengungkapkan bahwa mereka memilih untuk menikah segera setelah mengetahui kabar tersebut, mengingat waktu yang tidak bisa diprediksi. “Kami pikir, lebih baik kita menikah sekarang saja,” ujar Maria, menegaskan komitmen mereka di tengah badai yang melanda.

Saat ini, Cooke menjalani serangkaian pengobatan kemoterapi. Namun, efek samping dari pengobatan tersebut membuatnya merasa sangat lelah dan harus mengonsumsi morfin dalam dosis tinggi untuk mengatasi rasa sakit yang tak tertahankan. Temannya, Comiskey, menggambarkan bagaimana Cooke berusaha tetap positif meskipun dokter telah menyatakan bahwa peluang untuk sembuh sangat kecil. “Sekarang dia berusaha untuk tetap positif dan memperpanjang hidupnya selama mungkin,” tutur Comiskey.

Keluarga Cooke kini mengimbau masyarakat, khususnya para pekerja konstruksi, untuk lebih waspada terhadap rasa sakit yang mereka alami sehari-hari. Mereka menekankan pentingnya tidak mengabaikan gejala yang tampak sepele seperti sakit punggung. “Dia ingin para tukang bangunan khususnya lebih waspada. Mereka perlu berhenti mengabaikannya dan memeriksakan diri,” tambah Comiskey, mengingatkan bahwa penyakit serius bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu.


Kanker pankreas dikenal sebagai penyakit yang sulit dideteksi dini karena gejalanya seringkali mirip dengan masalah pencernaan atau otot biasa. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup pasien kanker pankreas sangat bergantung pada tahap penemuan penyakit ini. Ketika kanker pankreas ditemukan pada tahap awal, peluang untuk melakukan operasi pengangkatan tumor jauh lebih besar dibandingkan ketika kanker sudah menyebar ke organ lain seperti hati atau paru-paru. Para ahli onkologi menyarankan untuk tidak menunda pemeriksaan jika mengalami nyeri punggung yang tidak kunjung membaik atau perubahan pada sistem pencernaan.

Dalam konteks sosial, kasus yang dialami Cooke menjadi pengingat pentnya kesadaran diri terhadap kesehatan, terutama bagi mereka yang bekerja di sektor fisik. Seringkali, rasa sakit dianggap sebagai bagian dari risiko pekerjaan sehingga ditoleransi begitu saja. Padahal, tubuh memberikan sinyal tertentu yang tidak boleh diabaikan. Memahami perbedaan antara nyeri otot biasa dan gejala yang mengarah pada penyakit serius bisa menjadi kunci penyelamatan nyawa. Mengedukasi diri sendiri dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis adalah langkah proaktif yang harus diambil.

Kisah perjuangan Cooke juga menyoroti pentingnya dukungan emosional bagi pasien kanker. Proses kemoterapi dan pengobatan paliatif tidak hanya melelahkan secara fisik, tetapi juga menguras mental. Dukungan dari keluarga, teman, dan lingkungan sekitar berperan vital dalam menjaga semangat hidup pasien. Menikah di rumah sakit adalah bukti cinta dan komitmen yang kuat, menunjukkan bahwa kehidupan tetap harus dijalani dengan penuh makna meskipun dihadapkan pada keterbatasan waktu.

Bagi pekerja di bidang konstruksi atau industri berat, penting untuk menerapkan pola hidup sehat dan rutin melakukan medical check-up. Jangan tunggu sampai rasa sakit menjadi tidak tertahankan. Kanker pankreas memang ganas, namun deteksi dini memberikan peluang untuk pengobatan yang lebih efektif. Mari menjadi pribadi yang lebih peka terhadap tubuh sendiri dan jangan pernah meremehkan gejala apa pun.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan