Banjir Bandang Purbalingga: Fenomena Alam Mengerikan dengan Material Kayu Besar

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Banjir bandang menerjang dua desa di Kecamatan Mrebet, Purbalingga, yakni Desa Serang dan Sangkanayu, pada dini hari tadi. Peristiwa naas ini tidak hanya menelan korban jiwa, namun juga menyebabkan kerusakan material signifikan akibat derasnya arus air yang membawa material kayu gelondongan.

Salah satu warga terdampak, Saryono Sakirin (68), harus kehilangan tempat tinggal sekaligus seluruh peralatan produksi batako miliknya. Warga RT 14 RW 05 Desa Sangkanayu tersebut mengungkapkan, bencana terjadi saat ia sedang tertidur pulas. Ia baru terbangun ketika istrinya mendapati air sudah masuk ke dalam rumah.

“Saya lagi tidur di rumah. Terus istri saya kebangun terus air sudah masuk rumah. Air besar banget. Saya panik terus naik ke lantai 2. Tapi air semakin besar dan suara gemuruh menakutkan,” kata Saryono menceritakan momen genting tersebut.

Saryono menambahkan, intensitas air semakin membesar dan deras, disertai material kayu berukuran raksasa yang menghantam bangunan rumahnya. Bahkan, tiang penyangga atap rumah sempat tertabrak batang kayu besar tersebut. Beruntung, tiang tersebut tidak patah sehingga rumahnya tidak ambruk sepenuhnya.

“Ternyata kayu yang datang sampai saka rumah saya tertabrak kayu besar. Alhamdulillah tidak patah. Kalau patah ya ambruk. Itu kejadian sekitar jam setengah 3 tadi,” ujarnya menambahkan.

Banjir bandang di Purbalingga ini menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi di daerah berkontur perbukitan. Kondisi cuaca ekstrem seringkali datang tanpa diduga, mengingatkan kita akan pentingnya mitigasi bencana dan kesiapsiagaan di tingkat desa. Setiap individu perlu peka terhadap lingkungan sekitar, terutama ketika memasuki musim hujan dengan intensitas tinggi seperti sekarang. Tidak ada persiapan yang sia-sia, karena kewaspadaan dini dapat menjadi kunci penyelamatan nyawa.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan