Pengumuman nominasi untuk Academy Awards ke-98, yang lebih dikenal sebagai Oscar 2026, telah menarik perhatian luas dari penggemar anime di seluruh dunia. Sebagian penggemar merasa kecewa karena tidak ada satu pun film anime yang masuk dalam kategori Best Animated Feature Film untuk tahun ini. Berikut adalah ulasan mengenai anime yang tidak masuk nominasi di Oscar 2026.
Dua judul unggulan, yaitu Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – Infinity Castle dan Chainsaw Man – The Movie: Reze Arc, tidak tercantum sebagai nominee akhir. Hal ini kemudian memicu perbincangan hangat di kalangan penggemar serta pengamat industri perfilman.
Tahun 2025 merupakan momen krusial bagi industri film anime, terutama berkat kesuksesan “Demon Slayer: Infinity Castle.” Film produksi Ufotable ini mendulang perhatian masif, baik dari kalangan penggemar setia maupun penonton umum. Secara finansial, film tersebut meraup pendapatan box office global sekitar 779 juta dolar AS. Capaian ini menjadikannya sebagai film anime dengan pendapatan tertinggi dalam sejarah, melampaui berbagai karya ikonik dari Studio Ghibli.
Di sisi lain, Chainsaw Man: Reze Arc juga menuai banyak pujian berkat kualitas animasinya yang tinggi, penyutradaraan yang efektif, serta penggambaran emosi yang mendalam. Meski demikian, pendapatan yang diraihnya tidak sebesar yang diperoleh oleh Demon Slayer.
Ketidakhadiran anime dalam nominasi Oscar 2026 menjadi sorotan signifikan jika melihat sejarah penghargaan tersebut. Dalam dua dekade terakhir, anime mulai mendapatkan pengakuan dari Academy Awards. Contohnya adalah film “Spirited Away” karya Hayao Miyazaki yang meraih penghargaan Best Animated Feature pada tahun 2003, diikuti oleh “The Boy and the Heron” pada tahun 2024. Oleh karena itu, banyak pihak berpendapat bahwa absennya anime dalam nominasi tahun ini bukan disebabkan oleh rendahnya kualitas, melainkan lebih dipengaruhi oleh preferensi dan dinamika proses seleksi yang cenderung lebih mengutamakan produksi dari negara-negara Barat.
Menjelang tahap seleksi akhir, terdapat sekitar 35 film animasi yang memenuhi kriteria awal untuk penghargaan Oscar 2026. Dari jumlah tersebut, tujuh di antaranya merupakan anime atau memiliki keterkaitan erat dengan industri film Jepang. Selain Demon Slayer: Infinity Castle dan Chainsaw Man: Reze Arc, daftar tersebut mencakup judul lain seperti Scarlet, ChaO, COLORFUL STAGE! The Movie: A Miku Who Can’t Sing, Dragon Heart – Adventures Beyond This World, serta 100 Meters. Ini menunjukkan bahwa anime memberikan kontribusi cukup berarti pada tahap awal pemilihan, meskipun akhirnya gagal melanjutkan ke tahap seleksi berikutnya.
Beberapa film yang berhasil menerima nominasi untuk kategori Best Animated Feature di ajang Oscar 2026 antara lain Arco, Elio, KPop Demon Hunters, Little Amelie or the Character of Rain, dan Zootopia 2. Di antara film-film tersebut, “KPop Demon Hunters,” hasil kolaborasi antara Netflix dan Sony Pictures Animation, dianggap sebagai kandidat kuat. Selain bersaing dalam kategori utama, film ini juga berpotensi meraih penghargaan dalam kategori Lagu Asli Terbaik menurut analisis dari Screen Rant.
Keputusan yang diambil oleh Akademi memicu diskusi panas di kalangan penggemar dan pengamat industri. Banyak yang berpendapat bahwa keberhasilan komersial dan artistik dari “Demon Slayer: Infinity Castle” seharusnya cukup untuk mendapatkan setidaknya satu nominasi. Film ini tidak hanya sukses secara finansial, namun juga dianggap sebagai pencapaian signifikan dalam peningkatan kualitas animasi untuk serial yang diadaptasi dari manga.
Akan tetapi, anime yang bersaing di ajang Oscar sering menghadapi tantangan struktural dan preferensi tertentu, kecuali jika karya tersebut berasal dari sutradara terkenal seperti Hayao Miyazaki, Makoto Shinkai, atau Mamoru Hosoda. Tidak adanya anime dalam daftar nominasi Oscar 2026 tidak serta-merta mencerminkan penurunan kualitas animasi secara keseluruhan. Film-film yang terpilih sebagai nominasi tetap dianggap memiliki nilai artistik dan emosional yang tinggi. Sebagai contoh, film “Elio” karya Pixar menerima pujian berkat narasi yang hangat, sedangkan “Arco” dikenal karena visual yang memukau dan tema kemanusiaan yang mendalam. Dengan demikian, persaingan dalam kategori animasi tetap ketat meskipun tanpa keterwakilan anime.
Para pencinta anime menyikapi kekecewaan ini dengan tetap menaruh harapan untuk masa depan yang lebih cerah. Pada tahun 2026, industri anime diprediksi akan tetap aktif dengan rilis sejumlah film besar yang berpotensi meraih pengakuan internasional. Transformasi digital dan distribusi streaming global kian memperluas jangkauan konten animasi Jepang, membuka peluang lebih besar untuk bersaing di panggung dunia. Meski Oscar 2026 belum memihak, kualitas seni dan cerita yang dihadirkan anime terus berkembang dan menyentuh hati penonton lintas batas negara. Teruslah mendukung karya animasi terbaik, karena penghargaan sejati terletak pada keabadian kisah yang diwariskan.
Baca juga Anime lainnya di Info Anime & manga terbaru.
