Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menunjukkan keinginan yang kuat untuk menguasai Greenland. Namun, dalam sebuah pidato penting, ia justru melakukan kesalahan pengucapan berulang kali. Kejadian ini terjadi ketika Trump berbicara di hadapan para pemimpin global yang hadir dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Daripada menyebut Greenland, presiden berusia 79 tahun itu justru melafalkan nama “Iceland” atau Islandia beberapa kali.
Gedung Putih kemudian memberikan respons keras terkait kebingungan yang terjadi dalam pidato tersebut. Melansir AFP, pihaknya membantah keras adanya kesalahan kognitif yang dialami Trump saat berbicara di forum bergengsi itu. Trump bersikeras bahwa Amerika Serikat harus mengakuisisi Greenland, sebuah wilayah strategis di kawasan Arktik yang merupakan otonomi dari Denmark. Alasan utama yang dia kemukakan adalah ancaman keamanan dari Rusia dan China di Lingkaran Arktik.
Pada Rabu, 21 Januari 2026, Trump sempat mengumumkan adanya “kerangka kerja” untuk kesepakatan masa depan terkait Greenland. Dia juga membatalkan rencana penerapan tarif terhadap negara-negara Eropa yang menentang langkahnya menguasai pulau tersebut. Meskipun demikian, pidatonya menuai reaksi negatif dari sekutu-sekutu NATO. Kritiknya dinilai semakin memicu ketegangan dalam hubungan transatlantik.
Dalam salah satu pernyataannya, Trump mengatakan, “Saya membantu NATO, dan sampai beberapa hari terakhir, ketika saya memberitahu mereka tentang Iceland, mereka menyukai saya.” Ia melanjutkan dengan klaim bahwa pasar saham mengalami penurunan karena “Iceland”, padahal yang dimaksud adalah Greenland. Jelas bahwa yang dia maksud adalah Greenland, bukan Islandia yang berukuran lebih kecil di Atlantik Utara tersebut.
Usai pidato itu, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, memberikan pembelaan. Hal ini menanggapi postingan jurnalis bernama Libbey Dean di media sosial X yang mengkritik kebingungan Trump. Leavitt menyangkal dengan mengatakan bahwa pernyataan tertulis menyebut Greenland sebagai “potongan es” karena memang bentuknya demikian. Dia bahkan menulis nama jurnalis tersebut secara keliru dalam responsnya.
Selama pidato di Davos, Trump memang sering menyimpang dari naskah yang tersedia di teleprompter. Situasi ini menuai komentar dari Gubernur California, Gavin Newsom, yang menganggap perilaku Trump tidak normal dan menyoroti adanya normalisasi terhadap penyimpangan kesadaran. Isu ketajaman mental menjadi isu sensitif bagi Trump, mengingat selama kampanye 2024 lalu, dia kerap menyerang mantan Presiden Joe Biden dengan tuduhan demensia.
Di tengah dinamika politik global yang semakin kompleks, pemimpin dunia dituntut untuk memiliki ketajaman analisis dan kejelasan visi. Kesalahan komunikasi sekecil apa pun dapat memicu miskonsepsi besar yang berdampak pada hubungan internasional. Oleh karena itu, penting bagi publik untuk terus mengkritisi setiap pernyataan yang disampaikan oleh pemegang kekuasaan guna memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar berdasarkan fakta dan logika yang kuat, bukan sekadar emosi sesaat.
Pemahaman mendalam tentang geopolitik dan isu strategis seperti keamanan Arktik harus dikuasai dengan baik oleh setiap pemimpin. Ketika sebuah negara besar mengincar wilayah seperti Greenland, hal ini bukan hanya soal ekspansi teritorial, melainkan juga menyangkut keseimbangan kekuatan global. Masyarakat modern perlu menyadari bahwa setiap langkah diplomatik memiliki konsekuensi jangka panjang, dan kestabilan dunia sangat bergantung pada keputusan yang diambil di meja perundingan.
Kita diajak untuk tidak mudah terpancing oleh narasi yang simpang siur, melainkan terus menggali informasi dari sumber yang kredibel. Dengan meningkatkan literasi politik, kita dapat berkontribusi dalam menciptakan tatanan dunia yang lebih adil dan transparan. Mari menjadi generasi yang kritis dan proaktif dalam menyikapi perkembangan isu global, karena masa depan dunia ditentukan oleh kesadaran kolektif kita hari ini.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.