Smartphone Ini Bisa Booting ke Android, Linux, dan Windows 11

Saskia Puti

By Saskia Puti

NexPhone diperkenalkan sebagai sebuah perangkat pintar yang mempunyai fungsi ganda, dirancang khusus untuk mengambil alih peran komputer desktop tradisional. Keunggulan utama dari ponsel ini adalah kemampuannya untuk menjalankan tiga sistem operasi sekaligus, yaitu Android, Linux, dan Windows 11, melalui mekanisme multiboot yang canggih.

Perangkat ini muncul ke publik pada Januari 2026 dan langsung menyita perhatian komunitas teknologi global karena pendekatannya yang revolusioner. Berbeda dengan smartphone konvensional pada umumnya, NexPhone lahir dari kebutuhan komputasi modern yang menuntut fleksibilitas tinggi. Dalam satu genggaman, pengguna bisa beralih dari sistem operasi mobile harian berbasis Android ke produktivitas desktop menggunakan Linux atau Windows 11 sesuai kebutuhan.

Pendekatan ini menempatkan NexPhone sebagai pelopor tren convergence device, di mana batas antara smartphone dan komputer menjadi semakin tipis. Informasi awal menyebutkan bahwa NexPhone tidak ditujukan untuk pasar massal, melainkan menyasar pengguna profesional, pengembang, dan tech enthusiast yang membutuhkan portabilitas dengan kemampuan komputasi setara PC. Dengan kata lain, NexPhone mengisi ceruk pasar yang sebelumnya hanya disentuh oleh solusi desktop mode atau dock-based computing.

Konsep Desktop Replacement dalam Genggaman
NexPhone memposisikan dirinya sebagai desktop replacement smartphone, istilah yang merujuk pada perangkat mobile mampu menjalankan sistem operasi kelas desktop secara penuh. Tidak seperti fitur desktop mode pada Android umumnya yang hanya berupa antarmuka tambahan, NexPhone menjalankan Linux dan Windows 11 secara native melalui sistem multiboot.

Pendekatan ini memungkinkan pengalaman komputasi yang lebih utuh. Ketika terhubung ke monitor eksternal, keyboard, dan mouse, NexPhone dapat berfungsi layaknya PC desktop. Pengguna tidak hanya menjalankan aplikasi versi mobile, tetapi juga software desktop standar, termasuk perangkat lunak produktivitas dan pengembangan. Meskipun konsep menggabungkan smartphone dan PC bukan hal baru, NexPhone melangkah lebih jauh dengan menawarkan tiga sistem operasi berbeda tanpa mengandalkan virtualisasi berat atau remote desktop.

Arsitektur Multiboot: Android, Linux, dan Windows 11
Keunggulan utama NexPhone terletak pada arsitektur multiboot-nya. Pengguna dapat memilih sistem operasi yang ingin dijalankan saat perangkat dinyalakan. Android berperan sebagai sistem utama untuk penggunaan harian, sementara Linux dan Windows 11 disiapkan untuk skenario kerja dan produktivitas.

Linux pada NexPhone ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan fleksibilitas tinggi, termasuk akses ke command line, server lokal, dan lingkungan pengembangan. Sementara itu, kehadiran Windows 11 membuka akses ke ekosistem aplikasi desktop yang lebih luas, mencakup software bisnis dan engineering. Kemampuan menjalankan Windows 11 pada perangkat berukuran smartphone menjadi poin krusial, menandakan NexPhone dirancang dengan spesifikasi hardware mendekati kelas laptop serta dukungan firmware untuk kompatibilitas sistem operasi desktop modern.

Spesifikasi dan Pendekatan Hardware
Meskipun detail spesifikasi lengkap NexPhone belum sepenuhnya diungkap, perangkat ini dipastikan menggunakan prosesor kelas PC berbasis arsitektur x86. Pilihan ini menjadi kunci utama untuk menjalankan Windows 11 secara native, mengingat sistem operasi tersebut memiliki persyaratan arsitektur tertentu. Selain prosesor, NexPhone dibekali kapasitas RAM besar dan penyimpanan internal berkecepatan tinggi. Kombinasi ini diperlukan untuk mendukung perpindahan sistem operasi serta menjalankan aplikasi desktop dengan lancar.

Dari sisi konektivitas, NexPhone mendukung output display eksternal dan berbagai periferal standar. Pendekatan hardware ini membuat NexPhone berbeda dari smartphone Android berbasis ARM pada umumnya. Konsekuensinya, konsumsi daya dan manajemen panas menjadi tantangan tersendiri, yang diklaim telah diantisipasi melalui desain termal khusus.

Target Pengguna dan Skenario Pemakaian
NexPhone tidak dirancang untuk pengguna kasual. Target utamanya adalah pengembang dan programmer yang membutuhkan lingkungan Linux dan Windows dalam satu perangkat, profesional IT yang sering berpindah lokasi dan membutuhkan workstation portabel, tech enthusiast yang tertarik pada eksperimen sistem operasi, serta pengguna enterprise dengan kebutuhan mobilitas tinggi dan keamanan data terpusat.

Dalam skenario kerja, pengguna dapat membawa NexPhone sebagai satu-satunya perangkat komputasi. Di perjalanan, perangkat digunakan sebagai smartphone Android. Saat tiba di kantor atau rumah, NexPhone dihubungkan ke monitor dan periferal untuk berfungsi sebagai PC desktop.

Posisi NexPhone di Tengah Tren Konvergensi Perangkat
Kehadiran NexPhone mempertegas arah industri menuju konvergensi perangkat. Produsen besar seperti Samsung dan Huawei telah lebih dulu memperkenalkan mode desktop berbasis Android. Namun, NexPhone mengambil pendekatan lebih radikal dengan menghadirkan sistem operasi desktop sepenuhnya. Langkah ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan kerja fleksibel dan remote working.

Satu perangkat yang dapat menggantikan smartphone dan PC dinilai mampu menyederhanakan ekosistem perangkat sekaligus meningkatkan efisiensi. Di sisi lain, pendekatan NexPhone juga menghadapi tantangan adopsi. Harga, kompatibilitas aplikasi, serta daya tahan baterai akan menjadi faktor penentu apakah konsep ini dapat diterima secara luas atau tetap menjadi produk niche.

Implikasi bagi Industri Smartphone dan Komputasi
Jika NexPhone berhasil menarik minat pasar yang dituju, perangkat ini berpotensi membuka kategori baru di industri mobile. Smartphone tidak lagi sekadar alat komunikasi dan hiburan, tetapi juga menjadi pusat komputasi utama. Bagi industri teknologi, NexPhone menjadi contoh bagaimana inovasi tidak selalu datang dari pemain besar. Eksperimen semacam ini sering kali menjadi pemicu perubahan yang lebih luas, terutama ketika kebutuhan pengguna mulai bergeser ke arah mobilitas dan efisiensi.

Ke depan, konsep multiboot dan desktop replacement seperti NexPhone berpotensi memengaruhi strategi produsen lain, khususnya dalam mengembangkan perangkat yang mampu menjembatani dunia mobile dan desktop tanpa kompromi besar. Dengan pendekatan teknis yang ambisius, NexPhone menunjukkan bahwa evolusi smartphone masih jauh dari kata stagnan. Perangkat ini menandai upaya serius untuk menyatukan tiga ekosistem sistem operasi dalam satu genggaman, sekaligus menawarkan gambaran baru tentang masa depan komputasi personal.

Evolusi perangkat mobile terus bergerak menuju konvergensi total, di mana batasan antara ponsel dan komputer semakin kabur. NexPhone hadir sebagai bukti nyata bahwa inovasi teknologi tidak mengenal batas, menantang konvensi yang sudah mapan dengan menawarkan kebebasan menjalankan tiga sistem operasi dalam satu perangkat. Bagi para profesional dan pengembang yang mendambakan fleksibilitas tanpa kompromi, NexPhone bukan sekadar gadget, melainkan solusi komputasi masa depan yang menyatukan portabilitas smartphone dengan kekuatan desktop.

Konsep ini mengajak kita melihat kembali definisi perangkat komputasi pribadi. Ketika satu genggaman mampu menangani segala kebutuhan, dari sekadar berkomunikasi hingga menjalankan software kompleks, produktivitas tidak lagi terbatas oleh lokasi atau perangkat. NexPhone membuka jalan bagi era di mana efisiensi dan mobilitas berjalan beriringan, memberikan kebebasan bagi pengguna untuk bekerja, berkarya, dan berinovasi di mana saja tanpa dibebani perangkat berlebihan.

Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Tinggalkan Balasan