Perumdam Tirta Anom di Kota Banjar telah mengambil langkah inovatif untuk menanggulangi masalah kebocoran pada jaringan distribusi utama (JDU) pipa dengan membentuk tim khusus yang dikenal sebagai NRW (Non-Revenue Water). Istilah NRW sendiri merujuk pada kondisi air yang telah diproduksi oleh perusahaan daerah air minum tersebut namun menghilang dalam perjalanan distribusi sehingga tidak sampai ke tangan konsumen.
E Fitrah Nurkamilah selaku Direktur Perumdam Tirta Anom Kota Banjar menyatakan bahwa pendirian tim khusus ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan efisiensi penyaluran air bersih. Menurutnya, fokus utama dari unit kerja ini adalah menekan angka kehilangan air yang disebabkan oleh kebocoran, baik pada pipa induk maupun jaringan pipa menuju pelanggan, seperti yang diungkapkan pada Kamis, 22 Januari 2026.
Tujuan akhir dari pembentukan tim ini adalah meminimalkan pemborosan air, yang secara langsung akan meningkatkan pendapatan bagi Perumdam Tirta Anom. Dengan optimalisasi ini, diharapkan kualitas pelayanan penyaluran air bersih kepada masyarakat dapat berjalan lebih maksimal.
Agus Koswara, Kepala Bagian Teknik Perumdam Tirta Anom, menjelaskan mekanisme kerja tim ini melalui koordinasi tiga sub-bagian utama, yaitu sub-bagian distribusi, perencanaan teknik, serta hubungan langganan. Ketiga divisi ini bekerja sama sebagai langkah awal dalam proses identifikasi dan pencarian titik kebocoran di lapangan.
Sistem operasionalnya sangat responsif; begitu ada indikasi kebocoran, tim segera diterjunkan ke lokasi yang dicurigai untuk menangani masalah tersebut secara cepat. Proses penanganan dimulai dari verifikasi laporan, dilanjutkan dengan penggalian area sekitar pipa, dan akhirnya memperbaiki titik kebocoran yang ditemukan.
Dalam konteks pengelolaan sumber daya air, keberadaan tim NRW ini menjadi sangat krusial mengingat besarnya potensi kerugian akibat kebocoran yang seringkali tidak terdeteksi. Implementasi strategi ini menunjukkan komitmen Perumdam dalam menjaga kelestarian air sekaligus menjamin kepuasan pelanggan melalui layanan yang lebih stabil.
Bayangkan jika setiap tetes air yang diproduksi berhasil sampai ke rumah kita tanpa terbuang percuma; bukan hanya cadangan air bumi yang lebih terjaga, namun juga biaya operasional yang lebih efisien dapat dialokasikan untuk peningkatan pelayanan lainnya. Pendekatan proaktif seperti ini seharusnya menjadi standar bagi seluruh penyedia layanan air, karena menjaga ketersediaan air bersih adalah tanggung jawab kolektif yang menentukan kualitas hidup generasi masa depan.
Mari kita mulai sadar akan pentingnya penggunaan air secara bijak dan mendukung setiap inovasi yang bertujuan mengurangi pemborosan, karena setiap langkah kecil yang kita ambil hari ini akan membentuk masa depan yang lebih lestari dan berkelanjutan bagi kita semua.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.