Masalah Flyover Pesing: Kecelakaan Sering Terjadi dan Kini Banjir

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Flyover Pesing di Jakarta Barat tengah menghadapi berbagai masalah serius. Selain seringnya kecelakaan terjadi di kawasan tersebut, kini masalah kebanjiran juga muncul saat curah hujan tinggi. Kondisi ini menambah daftar panjang tantangan infrastruktur yang harus dihadapi pengguna jalan setiap harinya.

Data menunjukkan bahwa kecelakaan di flyover ini bukanlah hal baru. Mulai dari insiden yang melibatkan sepeda motor hingga truk besar, semuanya pernah tercatat. Tahun lalu, misalnya, seorang pengendara motor berinisial K (49) meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan dengan truk. Menurut Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto, peristiwa nahas tersebut terjadi pada siang hari sekitar pukul 12.00 WIB. Korban yang melaju dari arah timur menuju barat menabrak pembatas jalan di dekat flyover Pesing wilayah Grogol Petamburan. Akibatnya, korban terpental dan jatuh di bawah truk boks yang melaju dari arah berlawanan hingga tiba di lokasi kejadian. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Tangerang.

Tak hanya kecelakaan, masalah teknis pada kendaraan juga kerap mengganggu lalu lintas. Suatu waktu, lalu lintas di Flyover Pesing arah Grogol terpaksa dialihkan ke bawah karena sebuah truk muatan semen mengalami patah as roda belakang. Kepala Urusan Pembinaan Operasi (KBO) Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Sudarmo, menyatakan bahwa pengalihan arus dari Cengkareng arah Grogol dilakukan melalui jalur bawah. Saat itu, mobil derek sudah berada di lokasi untuk mengevakuasi truk yang mogok tersebut, meskipun sempat memicu kepadatan lalu lintas di sekitar area kejadian.

Belakangan, masalah baru muncul akibat curah hujan yang cukup deras. Flyover Pesing kembali kebanjiran dengan ketinggian genangan air mencapai 10-15 cm. Menurut AKP Sudarmo, penyebab utamanya adalah saluran air yang tersumbat sampah, sehingga air hujan tidak bisa terserap dengan baik meskipun hujan masih terus mengguyur. Untuk mengatasi hal ini, pasukan kuning yang terdiri dari lima orang diterjunkan membuka saluran yang tersumbat. Namun, kendaraan yang melintas harus tetap berhati-hati dengan melaju dalam kecepatan rendah.

Pihak Dinas Bina Marga DKI Jakarta juga telah mengambil langkah perbaikan. Kepala Pusdatin Bina Marga, Siti Dinnarwenny, mengungkapkan bahwa perbaikan drainase telah dilakukan sejak tahun 2025. Namun, masih ada indikasi penyumbatan yang menyebabkan genangan air. Selain drainase, perbaikan jalan beton di flyover yang rusak akibat dampak banjir juga menjadi fokus. Dinnarwenny menyebutkan koordinasi dengan Sudin Kehutanan dan Pertamanan (Sudintamhut) Jakarta Barat telah dilakukan untuk menindaklanjuti masalah penyumbatan guna mencegah genangan lebih lanjut. Pihaknya memastikan akan terus memantau kondisi flyover dan melakukan langkah-langkah perbaikan secara berkelanjutan, demi mengurangi genangan dan meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.

Masalah di Flyover Pesing menjadi cerminan kompleksitas perawatan infrastruktur perkotaan yang padat. Setiap insiden, baik kecelakaan maupun banjir, menuntut respons cepat dan solusi jangka panjang. Pengguna jalan diimbau untuk selalu waspada dan mematuhi rambu lalu lintas, sementara pemerintah perlu meningkatkan frekuensi pemeriksaan dan pembersihan saluran drainase. Dengan kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah, diharapkan tingkat kecelakaan dan genangan air di kawasan ini dapat ditekan seminimal mungkin demi keselamatan dan kenyamanan bersama.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan