Dinas Pendidikan DKI Jakarta telah mengambil langkah mediasi terkait kasus dugaan pelecehan dan perundungan (bullying) yang menimpa seorang siswi di salah satu SMP negeri di Jakarta Timur. Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, memastikan pihaknya memberikan pendampingan psikis bagi korban.
“Kami sudah memediasi, mencoba memediasi. Saat ini masih proses mediasi, tapi kami fokus kepada pendampingan anak-anak, terutama pendampingan psikis,” ujar Nahdiana di Balai Kota Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Proses mediasi ini melibatkan Dinas Pendidikan DKI bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) DKI. Orang tua dari terduga pelaku dan terduga korban telah dipertemukan sebanyak dua kali untuk menyelesaikan masalah ini.
Sebelumnya, kasus ini mencuat karena melibatkan seorang remaja putri berinisial C, yang merupakan anak dari seorang influencer berinisial H. Diduga, C menjadi korban pelecehan seksual dan perundungan oleh temannya sendiri di sekolah tersebut.
H menyebut awal mula peristiwa ini bermula saat salah satu teman anaknya, berinisial R, mengajak C untuk menyambut tahun baru bersama. Namun, rencana tersebut urung terlaksana karena C lebih memilih pergi bersama ibunya ke Yogyakarta.
“Kebetulan di tahun baru kemarin itu saya punya ‘plan’, saya bawalah ke Yogya. Nah pas ke Yogya akhirnya anak saya lebih milih pergi sama saya. Anak saya masih belum tahu rencananya dia (R),” kata H pada Rabu (21/1).
H mengungkapkan bahwa anaknya kemudian mendengar kabar bahwa R berencana membius C jika ajakan tahun baru tersebut terwujud. Selain itu, C diduga telah menjadi korban perundungan verbal sejak Februari 2025.
“Anak saya ketika dengar gosip itu langsung tanya, ‘kamu kemarin ngajakin ke aku tahun baruan tuh mau ngebius?’ Terus dia (R) bilang, ‘iya, tapi aku cuma bercanda kok.’ Cuma bercanda, gini gini gini. Semua selalu berdalihnya bercanda,” tutur H.
C juga diketahui pernah menegur R terkait pembahasan yang dianggap tidak pantas mengenai kakak C dalam sebuah grup percakapan yang berisi puluhan siswa.
Saat ini, proses mediasi masih terus berjalan untuk mencari solusi terbaik bagi kedua belah pihak dan memastikan kondisi psikologis korban pulih kembali.
Kasus perundungan di lingkungan sekolah menjadi isu krusial yang membutuhkan perhatian serius dari semua pihak, termasuk orang tua dan institusi pendidikan. Mengawasi pergaulan anak dan membuka komunikasi yang jujur adalah kunci untuk mencegah dampak buruk yang lebih besar. Setiap laporan harus ditindaklanjuti dengan tegas tanpa mengabaikan aspek pemulihan psikologis korban.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.