Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mencampuri konflik atau polemik yang terjadi di internal Keraton Solo. Meski begitu, pemerintah tetap mengambil peran aktif terkait pengelolaan cagar budaya yang menjadi tanggung jawab negara. Fadli Zon menyatakan intervensi yang dilakukan hanya sebatas pada aspek pelestarian cagar budaya, bukan mengurusi urusan privat atau masalah keluarga keraton.
Penjelasan ini disampaikan Fadli Zon saat menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu (21/1/2026). Dalam forum tersebut, ia menyoroti pentingnya kerja sama dengan pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Surakarta, dalam mengelola aset-aset bersejarah tanpa melanggar aturan yang berlaku.
Terkait penunjukan Kanjeng Gusti Panembahan Agung (KGPA) Tedjowulan sebagai penanggung jawab pelaksana kawasan cagar budaya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Fadli Zon memiliki alasan khusus. Pihaknya menilai sosok KGPA Tedjowulan sebagai figur senior yang diharapkan mampu menjadi fasilitator netral dalam musyawarah keluarga, sekaligus menjalankan tugas atas nama pemerintah pusat.
Keputusan menunjuk KGPA Tedjowulan juga didasari pertimbangan pengelolaan dana hibah. Selama ini, Keraton Solo menerima bantuan anggaran dari Pemerintah Kota Solo, Provinsi, hingga APBN, namun pertanggungjawaban penggunaannya kerap menjadi sorotan. Fadli Zon menekankan pentingnya adanya transparansi dan akuntabilitas yang jelas terkait hibah tersebut agar pengelolaan cagar budaya dapat berjalan optimal dan sesuai aturan administrasi negara.
Situasi ini menuai respons dari kubu PB XIV Purbaya yang menolak penunjukan KGPA Tedjowulan. Melalui sasana Wilapa yang diwakili GKR Panembahan Timoer Rumbay, mereka menyatakan telah mengajukan keberatan resmi ke Kementerian Kebudayaan dan menyalinnya ke Presiden RI. Menurut mereka, proses penunjukan tersebut terkesan tidak adil dan dilakukan tanpa adanya komunikasi awal dengan pihak keraton yang lain, sehingga menimbulkan kegaduhan baru di tengah upaya penyelesaian konflik internal.
Pada akhirnya, situasi ini menggambarkan kompleksitas menjaga warisan budaya sekaligus mengelola dinamika internal keluarga keraton. Pengelolaan cagar budaya tidak hanya soal fisik bangunan, tetapi juga menyangkut tata kelola administrasi dan keuangan yang transparan. Penting bagi semua pihak untuk mengedepankan musyawarah dan mufakat, serta mengutamakan kepentingan pelestarian warisan leluhur agar tetap terjaga dan bermanfaat bagi generasi mendatang.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.