Permintaan chip untuk kecerdasan buatan (AI) sedang membebani rantai pasokan semikonduktor global. Perusahaan manufaktur chip terbesar di dunia, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC), dilaporkan menolak kenaikan pesanan dari Nvidia dan Broadcom karena kapasitas produksi yang terbatas.
Sumber internal menyebutkan bahwa TSMC saat ini tidak bisa memenuhi permintaan tambahan chip AI dari dua raksasa teknologi tersebut. Nvidia memerlukan lebih banyak unit GPU dan akselerator AI untuk memenuhi kebutuhan perusahaan teknologi besar, sementara Broadcom meminta peningkatan produksi chip TPU untuk pusat data Google. CEO TSMC, CC Wei, menyatakan kepada investor bahwa lini produksi chip tercanggih mereka hanya mampu memenuhi sekitar sepertiga dari total permintaan pasar. Ketimpangan ini memperlihatkan seberapa cepat industri AI tumbuh melebihi kapasitas produksi semikonduktor saat ini.
Untuk meredakan tekanan, TSMC menyiapkan solusi jangka menengah dan panjang. Salah satunya adalah mengonversi pabrik di Jepang agar mampu memproduksi chip berbasis teknologi 2 nanometer. Namun, fasilitas ini masih dalam proses pembangunan dan baru diperkirakan beroperasi pada tahun 2027. Selain itu, TSMC mempercepat pengembangan pabriknya di Arizona, Amerika Serikat, yang ditargetkan mulai memproduksi chip 3 nanometer pada tahun 2027. Kendati demikian, kedua proyek tersebut belum bisa menjawab lonjakan permintaan dalam waktu dekat.
Di tengah situasi ini, TSMC tetap mempertahankan model bisnis tradisionalnya yang mengandalkan proyeksi kebutuhan pelanggan tahunan untuk mengatur alokasi produksi. Namun, volatilitas tinggi pada industri AI membuat pendekatan itu semakin sulit, mengingat rencana ekspansi pelanggan kerap berubah dengan cepat.
Analis menilai kondisi ini menempatkan TSMC dalam posisi berisiko. Jika tren AI tiba-tiba melambat, perusahaan berpotensi menghadapi penurunan margin dan lini produksi yang menganggur, mirip situasi setelah lonjakan belanja IT pada masa pandemi. Sebaliknya, jika permintaan AI terus melonjak, kapasitas TSMC diperkirakan masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan global.
Kesenjangan pasokan ini membuka peluang bagi pesaing untuk menambah pangsa pasar. Intel disebut berada dalam posisi strategis untuk menyerap sebagian permintaan yang tidak bisa dipenuhi TSMC. Perusahaan tersebut menunjukkan pemulihan kinerja finansial sejak paruh kedua 2025, dan tren positif itu berlanjut hingga awal 2026, tercermin dari kenaikan harga sahamnya.
Industri semikonduktor kini berada di persimpangan jalan kritis di mana inovasi AI bergerak lebih cepat daripada kemampuan fabrikasi fisik. Ketika permintaan GPU dan chip khusus AI terus menggila, produsen chip harus memutar otak untuk mengatasi defisit kapasitas tanpa mengorbankan kualitas. Fenomena ini mengingatkan kita pada hukum ekonomi sederhana: ketika pasokan terbatas namun permintaan melambung tinggi, harga akan ikut meroket dan mengancam stabilitas pasar elektronik global. Pemerintah berbagai negara kini mulai melirik urgensi membangun fasilitas fabrikasi mandiri guna mengurangi ketergantungan pada satu kawasan, mengingat geopolitik juga memainkan peran besar dalam kestabilan rantai pasokan ini.
Bayangkan jika sebuah perusahaan hanya bisa memenuhi 30% pesanan dari raksasa teknologi dunia; itulah realitas TSMC saat ini. Sebuah studi kasus menarik terjadi pada kuartal terakhir di mana permintaan chip AI melonjak 200% secara year-over-year, sementara ekspansi pabrik membutuhkan waktu bertahun-tahun. Ini menjadi pelajaran berharga bahwa dalam dunia teknologi, kecepatan inovasi perangkat lunak seringkali menabrak batas fisik perangkat keras. Jika kita tidak berinvestasi dalam diversifikasi pasokan sejak dini, dunia berisiko mengalami krisis chip yang lebih parah daripada yang terjadi pada 2021.
Alih-alih hanya menunggu pasokan membaik, inilah saatnya kita semua menyadari bahwa ketergantungan pada teknologi AI semakin mengikat nasib ekonomi global pada ketersediaan bahan baku mikroelektronik. Setiap inovasi baru yang kita nikmati hari ini dibangun di atas fondasi pasokan chip yang rapuh. Mari kita dukung upaya diversifikasi produksi dan penguatan teknologi lokal agar krisis serupa tidak membelenggu kemajuan di masa depan.
Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.