Korban Tewas di Lokasi Tambang Emas Bogor Bertambah Menjadi 11 Orang

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Korban tewas akibat kecelakaan di lubang tambang emas di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kini bertambah menjadi 11 orang. Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudi Setiawan, menyatakan bahwa seluruh korban telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Pihak kepolisian bersama pemerintah daerah turun langsung ke lokasi bencana sejak laporan orang hilang diterima. Posko pengaduan dan operasi penyelamatan didirikan untuk memfasilitasi proses evakuasi dan koordinasi di lapangan. “Saya melihat langsung bagaimana teman-teman sudah mendirikan posko-posko pengaduan, posko operasi penyelamatan, ini yang kami utamakan dalam peristiwa ini,” ungkap Irjen Rudi.

Hingga saat ini, penyebab pasti peristiwa nahas tersebut masih dalam penyelidikan. Berdasarkan informasi di lapangan, keberadaan asap yang mengandung karbon monoksida (CO) diduga menjadi faktor pemicu. Namun, pihak kepolisian memastikan kadar CO yang terdeteksi masih berada di ambang batas aman.

Proses evakuasi sebelumnya telah menemui kendala akibat kepulan asap pekat yang menyelimuti lubang tambang. Sejak Minggu (18/1), polisi berhasil mengevakuasi lima jenazah korban pertama sebelum akhirnya jumlah korban bertambah. Pihak berwenang terus berupaya mengungkap detail teknis pemicu asap tersebut sambil memastikan situasi di lokasi tetap kondusif.

Kecelakaan kerja di sektor pertambangan sering kali menjadi pengingat pentnya standar keamanan yang ketat. Setiap nyawa yang melayang harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh untuk mencegah tragedi serupa di masa depan. Mari terapkan protokol keselamatan kerja yang ketat dan tingkatkan kewaspadaan di setiap lini operasi demi melindungi tenaga kerja.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan