Jalan Daan Mogot Jakarta Barat Masih Terendam Banjir Malam Ini, Pengendara Motor Terpaksa Lewat Trotoar

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Banjir masih menggenangi Jalan Daan Mogot di Jakarta Barat pada malam ini, Rabu (22/1/2026). Sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa melintas dengan menaiki trotoar untuk menghindari genangan air.

Dari pantauan di lokasi tepatnya di depan Halte Pulo Nangka sekitar pukul 19.00 WIB, terlihat rombongan pemotor yang hendak menuju arah Cengkareng terpaksa memanfaatkan trotoar. Mereka naik ke area pejalan kaki tersebut menggunakan bantuan papan yang disediakan oleh warga sekitar.

Bukan hanya itu, warga juga turun tangan membantu mendorong sepeda motor agar bisa naik ke trotoar. Beberapa petugas bahkan mengarahkan pengendara lain yang masih berada di jalan raya untuk segera naik ke trotoar demi keselamatan.

Genangan air terlihat cukup parah di sekitar Halte Pulo Nangka dengan ketinggian diperkirakan mencapai 20 cm. Akibat genangan ini, situasi lalu lintas di sekitar lokasi menuju arah Grogol mengalami kemacetan. Kendaraan yang melintas terlihat hanya bergerak dengan kecepatan sangat rendah, tidak melebihi 10 km/jam.

Kondisi banjir di Ibu Kota ternyata tidak hanya terjadi di satu titik. Berdasarkan data resmi, luapan air telah merendam sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 80 Rukun Tetangga (RT) dan 23 ruas jalan saat ini terendam banjir.

“BPBD mencatat saat ini terdapat 80 RT dan 23 ruas jalan yang tergenang,” kata Kapusdatin BPBD DKI Jakarta Mohammad Yohan pada Kamis (22/1).

Yohan menambahkan bahwa ketinggian air di beberapa lokasi ada yang mencapai 110 cm. Data yang dirilis pukul 18.00 WIB tersebut menunjukkan dampak banjir meluas di wilayah Jakarta Barat, Utara, Selatan, dan Timur.

Banjir yang kerap terjadi di Jakarta sebenarnya adalah masalah kompleks yang melibatkan sistem drainase dan daya tampung sungai. Fenomena air pasang atau rob sering menjadi penyebab utama genangan di pesisir utara, sementara hujan deras dengan intensitas tinggi memicu luapan di beberapa titik lainnya. Solusi jangka panjang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran air. Pemantauan real-time melalui teknologi saat ini juga semakin gencar dilakukan untuk mempercepat respons tanggap darurat saat bencana melanda.

Pada akhirnya, kewaspadaan adalah kunci utama. Jangan pernah meremehkan genangan air, terutama saat melintas di jalan raya karena arus air bisa lebih deras dari perkiraan. Mari bersama menjaga lingkungan dan mematuhi arahan pihak berwenang demi keselamatan bersama di tengah cuaca ekstrem.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan