Penjualan iPhone di China mengalami kebangkitan sepanjang tahun 2025. Apple sukses menahan laju pasar smartphone Negeri Tirai Bambu yang sedang lesu, sekaligus memangkas jarak dengan vendor peringkat teratas berkat kehadiran seri iPhone 17.
Berdasarkan data terkini dari Counterpoint Research, Huawei menjadi penguasa pasar ponsel China tahun 2025 dengan mengantongi pangsa pasar sebesar 16,9% dan mencatatkan kenaikan 1,7% dibandingkan periode sebelumnya. Huawei berhasil merebut tahta tertinggi dari Vivo yang sempat menduduki posisi sebagai vendor nomor satu di China pada tahun 2024.
Jarak kompetisi dengan Apple yang menempati posisi kedua kian menipis. Apple menguntit di belakang Huawei dengan raihan pangsa pasar 16,7% serta membukukan pertumbuhan paling tajam, yaitu sebesar 7,5%.
Walau belum sepenuhnya mendominasi pasar ponsel China di sepanjang 2025, Apple justru berhasil memimpin pada kuartal keempat. Mereka menguasai 21,8% pangsa pasar ponsel di China pada Q4 2025, meningkat dari 16,8% pada Q4 2024 ketika Apple masih tertinggal jauh dari Vivo.
Counterpoint melaporkan bahwa pengiriman iPhone di China melonjak 28% selama periode libur akhir tahun, berbanding terbalik dengan situasi di awal 2025 ketika mereka kalah saing dari vendor ponsel lokal. Menurut laporan tersebut, perubahan drastis ini didorong oleh tingginya permintaan konsumen terhadap seri iPhone 17.
Counterpoint mencatat bahwa model yang paling diburu adalah iPhone 17 reguler karena menawarkan kapasitas penyimpanan lebih besar dengan harga tetap, serta iPhone 17 Pro series berkat desain kamera barunya. iPhone Air menjadi pengecualian karena jadwal peluncurannya yang molor di China.
“Peluncuran yang tertunda dan adanya kompromi antara ketipisan dengan fitur yang disuguhkan membuat awal perjalanan iPhone Air cukup lambat,” ujar Senior Analyst Counterpoint Research, Ivan Lam, seperti dikutip detikINET, Rabu (21/1/2026).
“Namun, perangkat ini tetap signifikan, bukan hanya sebagai eksplorasi desain ultra-tipis, tetapi juga mempertimbangkan implikasi struktural jangka panjang untuk pasar smartphone eSIM domestik,” imbuhnya.
Secara keseluruhan, pengiriman ponsel di China terkoreksi 1,6% pada kuartal keempat 2025 dan turun 0,6% sepanjang tahun. Penurunan ini disebabkan oleh melemahnya permintaan konsumen akibat kenaikan harga yang dipicu oleh lonjakan harga memori.
Ke depan, Counterpoint memperkirakan harga memori akan meroket sekitar 40-50% pada Q1 2026, dan masih akan bertambah sekitar 20% pada Q2 2026. Vendor ponsel kemungkinan besar akan memangkas peluncuran model low-end untuk menjaga margin keuntungan.
Pasar smartphone China kembali menghangat dengan persaingan sengit antara Huawei dan Apple. Meskipun Huawei memimpin secara tahunan, dominasi Apple pada akhir tahun 2025 menunjukkan bahwa inovasi produk tetap menjadi kunci utama dalam merebut hati konsumen. Permintaan tinggi terhadap iPhone 17 series membuktikan bahwa konsumen masih sangat menghargai peningkatan fitur, terutama kapasitas penyimpanan dan desain kamera, meskipun harga perangkat premium terus merangkak naik.
Tren kenaikan harga memori menjadi tantangan besar bagi industri ponsel global. Jika harga komponen terus melonjak, produsen smartphone harus memutar otak untuk menjaga harga jual tetap kompetitif tanpa mengorbankan kualitas. Kondisi ini mungkin akan mempercepat transisi konsumen dari perangkat kelas bawah ke kelas menengah, atau bahkan mendorong mereka untuk lebih bijak dalam memilih siklus penggantian ponsel.
Selain itu, kehadiran iPhone Air yang peluncurannya tertunda di China menjadi catatan tersendiri. Meskipun awalnya kurang sukses, perangkat ini membuka wacana baru tentang desain ultra-tipis dan teknologi eSIM yang mungkin akan menjadi standar di masa depan. Apple terlihat berani mengambil risiko dengan menghadirkan inovasi desain yang berbeda, meskipun harus mengorbankan beberapa fitur di awal perilisan.
Bagi konsumen, persaingan ketat antara Huawei dan Apple jelas menguntungkan. Kedua raksasa teknologi ini akan terus berlomba menghadirkan fitur terbaik dengan harga yang lebih menarik. Tren kenaikan harga memori memang menjadi ancaman, namun inovasi yang ditawarkan oleh vendor-vendor besar tetap membuat pasar smartphone tetap dinamis dan kompetitif.
Di tengah fluktuasi harga dan persaingan sengit, konsumen Indonesia juga perlu lebih cerdas dalam memilih smartphone. Jangan terjebak dengan hype semata, namun pertimbangkan kebutuhan dan anggaran secara matang. Pasar smartphone global terus bergerak, dan hanya produk yang mampu menjawab kebutuhan nyata konsumen yang akan bertahan.
Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.