Musim penghujan di wilayah Jabodetabek memberikan pengaruh signifikan terhadap aktivitas mobilitas para pekerja. Tingginya curah hujan kerap kali menjadikan perjalanan menuju lokasi kerja lebih menantang dan rentan menemui berbagai kendala di tengah jalan.
Seorang pekerja berusia 20 tahun di Jakarta Pusat, Tata, membagikan pengalaman pribadinya mengenai hambatan yang kerap muncul saat musim hujan tiba. Ia menyoroti kinerja layanan transportasi yang kerap kali memakan waktu tunggu lebih lama dibandingkan hari-hari biasanya.
“Kadang misalkan kita mau naik kereta, kan aku kan ini ya selalu naik ojol kalau dari rumah, kalau nggak naik angkot. Kalau seandainya cuacanya lagi benar-benar (hujan) besar banget kita harus nunggu dulu, jadi kayak ada banyak buang-buang waktu, jadi sedikit telat gitu,” ujar Tata saat ditemui di Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (21/1/2026).
Selain masalah transportasi, Tata juga mengungkap dampak lain berupa banjir yang sempat menggenangi area di sekitar tempat tinggal dan kantornya. Kondisi ini membuat situasi kerja menjadi kurang nyaman dan menambah beban fisik.
“Kayak dari rumah sampai kerja tuh sama kayak awet (hujannya). Terus di kerjaan aku banjir cuma nggak terlalu tinggi banget sih, (banjir) semata kaki. Cuma kalau di daerah rumah aku lumayan tinggi, hampir sebetis. Jadi itu yang menurut aku tuh negatifnya tuh kayak gitu, yang bikin kita jadi kayak kerja dua kali kalau adanya banjir gitu,” jelasnya.
Cerita serupa juga datang dari Saikin, seorang pekerja berusia 50 tahun. Ia mengalami kesulitan akibat genangan air yang menghalangi perjalanan menuju stasiun menggunakan sepeda motor pribadinya.
“Saya kan dari rumah ke stasiunnya jauh ya, saya pakai motor. Cuma kalau kondisi banjir ya kadang-kadang ada perlintasan yang ada genangan air yang nggak bisa dilalui motor itu pernah,” tutur Saikin.
Ketika menghadapi situasi tersebut, Saikin terpaksa harus mendorong motornya mencari bengkel terdekat untuk memastikan kondisi mesin tetap aman. “Motor dituntun, didorong cari bengkel terdekat. Ya mau nggak mau ya itu,” tambahnya.
Meskipun harus berangkat kerja setiap hari tanpa jatah bekerja dari rumah atau WFH, Saikin mengaku tetap menjaga semangat kerjanya. Ia menegaskan bahwa dirinya bekerja di sektor pelayanan publik sehingga kehadiran fisik di kantor tetap menjadi prioritas utama, terlepas dari kondisi cuaca apapun.
“Waduh kalau WFH kayaknya enggak sih, karena saya di pelayanan publik, nggak mungkin WFH. Cuaca apapun ya kita harus tetap berangkat,” tegasnya. “Jadi ya sudah biasa, yang penting antisipasinya ada. Ya persiapannya paling bawa-bawa jas hujan sama payung,” pungkasnya.
Analisis dan Data Tambahan
Pengalaman yang dialami Tata dan Saikin mencerminkan tantangan infrastruktur perkotaan yang kerap kali belum sepenuhnya siap menghadapi intensitas hujan ekstrem. Data dari berbagai sumber meteorologi seringkali menunjukkan bahwa curah hujan di Jabodetabek selama periode Januari-Februari cenderung meningkat signifikan, dengan puncaknya terjadi pada sore hari, yaitu saat jam pulang kerja. Hal ini secara langsung memperparah kemacetan lalu lintas yang sudah ada sebelumnya.
Dari sisi kesehatan, perjalanan dalam kondisi hujan dan banjir berisiko menurunkan imunitas tubuh. Paparan air hujan yang kotor dan genangan air yang terkontaminasi dapat menimbulkan berbagai penyakit, mulai dari influenza hingga infeksi kulit. Oleh karena itu, penting bagi pekerja untuk selalu membawa perlengkapan tambahan seperti jas hujan, payung, dan kantong plastik waterproof untuk melindungi barang-barang elektronik dan dokumen kerja.
Studi kasus kecil yang menarik adalah pentingnya kesiapan antisipasi. Saikin menyebutkan pentingnya membawa jas hujan dan payung. Ini adalah langkah sederhana namun krusial. Namun, untuk pengendara sepeda motor, ada baiknya juga mempertimbangkan penggunaan sepatu bot karet atau pelindung kaki waterproof, mengingat genangan air seringkali tidak terdalamnya dan dapat merusak sepatu kerja serta kaki.
Saat musim hujan tiba, tantangan mobilitas memang menjadi bagian dari rutinitas yang harus dihadapi. Namun, dengan persiapan yang matang dan mental yang kuat seperti yang ditunjukkan Saikin, setiap rintangan dapat dilewati. Jangan biarkan hujan menghentikan produktivitas, tetapi gunakanlah sebagai momentum untuk lebih waspada dan siap siaga. Teruslah bergerak maju, karena setiap tetes hujan yang turun bukanlah penghalang, melainkan bagian dari perjalanan meraih kesuksesan di kota megah ini.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.