Banjir Besar Landa 5 Kecamatan di Situbondo, Jalur Pantura Tergenang Parah

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Banjir luapan sungai di Situbondo, Jawa Timur, telah menggenangi ratusan rumah yang tersebar di lima kecamatan. Genangan air tak hanya menyelimuti pemukiman warga, tetapi juga merambat ke jalur Pantura, menyebabkan arus lalu lintas lumpuh total dan tersendat cukup parah.

Kasatlantas Polres Situbondo, AKP Nanang Hendra Irawan, memastikan bahwa personel kepolisian telah diterjunkan ke lapangan untuk mengatur lalu lintas. “Anggota semua sudah di lapangan, dari Banygulugur sampai kota,” ujarnya pada Rabu (21/1/2026). Hingga saat ini, arus kendaraan mulai berangsur-angsur bisa dilintasi meskipun harus berjalan lambat akibat beberapa titik jalan yang masih terendam air cukup dalam dengan arus deras.

Petugas mengimbau pengendara untuk tetap ekstra waspada karena sejumlah ruas jalan tertutup total oleh air. “Lalin jalan pelan-pelan. Pleton juga turun untuk siaga dan back-up,” tegas Nanang. Sebelumnya, banjir yang melanda Situbondo dilaporkan berasal dari luapan sungai yang meluap. Berdasarkan data sementara, terdapat lima kecamatan yang terendam, yaitu Banyuglugur, Besuki, Mlandingan, Bungatan, dan Kendit. Kondisi ini juga berdampak pada aktivitas di jalur Pantura yang melintasi kecamatan-kecamatan tersebut.


Banjir di Situbondo menjadi pengingat pentingnya mitigasi bencana berbasis data real-time, mengingat curah hujan ekstrem yang kerap melanda Jawa Timur akhir-akhir ini. Pemerintah daerah perlu mempercepat normalisasi sungai dan saluran drainase untuk meminimalisir risiko genangan berulang. Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan, karena menyumbat aliran air adalah penyebab utama banjir yang sering diabaikan.

Studi kasus dari banjir besar di Jakarta menunjukkan bahwa integrasi sistem peringatan dini melalui aplikasi mobile dapat mengurangi dampak kerugian hingga 40%. Jika diterapkan di Situbondo, warga di sekitar sungai bisa mendapatkan notifikasi cepat saat debit air mulai naik, memberikan waktu untuk menyelamatkan harta benda. Selain itu, peta risiko banjir interaktif dapat membantu pengendara memilih rute alternatif sebelum memasuki area terdampak, mengurangi kemacetan parah seperti yang terjadi di jalur Pantura.

Jangan biarkan bencana datang tanpa persiapan; tingkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan mulai dari sekarang. Setiap tindakan kecil, seperti menjaga kebersihan saluran air, berkontribusi besar pada keselamatan bersama. Mari bangun ketahanan bencana yang lebih kuat untuk masa depan yang lebih aman dan nyaman bagi semua.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan