Waspada Penipuan Awal Tahun Modus Donasi Bencana dan Pinjaman Online Ilegal

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Awal tahun kerap menjadi periode rentan bagi masyarakat untuk terjebak dalam berbagai aksi penipuan. Kondisi kelelahan dan kesibukan pasca libur panjang sering dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab melancarkan aksinya. Beragam modus kejahatan bermunculan, mulai dari kedok bantuan bencana hingga pinjaman online liar.

Berikut adalah beberapa jenis penipuan yang marak terjadi dan patut diwaspadai:

1. Penipuan Berkedok Donasi Bencana
Fenomena bencana alam yang kerap terjadi dimanfaatkan pelaku untuk memperdaya masyarakat. Mereka mengaku sebagai perwakilan lembaga sosial, yayasan, atau bahkan instansi pemerintah demi mengajak korbannya berdonasi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat terdapat 775 laporan terkait penipuan dengan skema donasi palsu dan hadiah, menimbulkan kerugian mencapai Rp 200 juta. Para pelaku biasanya meminta data pribadi atau nomor rekening donasi milik pribadi. Alih-alih dana disalurkan ke korban, uang tersebut justru raib dibawa kabur oleh pelaku. Untuk mencegah hal ini, pastikan penggalang dana terdaftar secara resmi dan memiliki rekening valid sebelum mentransfer sejumlah uang.

2. Pinjaman Online (Pinjol) Ilegal
Kebutuhan mendesak dan sifat konsumtif sering menjadi pintu masuk pinjol ilegal menjerat korbannya. Penawaran pinjaman instan tanpa syarat melalui pesan WhatsApp atau SMS kerap menyasar kalangan muda. Modus ini biasanya meminta akses penuh ke data pribadi, kontak teman, hingga galeri ponsel. Jika terlambat membayar, pelaku tidak segan melakukan ancaman dan teror yang mengintimidasi.

3. Fake Call atau Penipuan Telpon Palsu
Penipuan dengan menyamar sebagai pihak resmi atau perusahaan tertentu juga harus diwaspadai. Pelaku berbicara sangat meyakinkan dan menciptakan situasi genting, seperti akun bermasalah, transaksi mencurigakan, atau klaim hadiah mendesak. Berdasarkan catatan, terdapat 39.978 laporan dengan total kerugian fantastis mencapai Rp 1,54 triliun untuk modus ini.

4. Pengiriman File APK
Penyebaran tautan atau file APK dengan dalih ucapan tahun baru atau hadiah digital sering digunakan pelaku. File ini biasanya dikirim melalui chat atau panggilan telepon dari nomor asing. Pelaku kerap berpura-pura sebagai pihak resmi dan mengarahkan korban mengklik tautan tersebut. Tujuannya adalah mengambil alih kendali akun pengguna dan menguras habis saldonya. OJK mencatat terdapat 5.000 laporan dengan kerugian lebih dari Rp 600 juta dari skema ini. Selalu verifikasi identitas pengirim sebelum melakukan transaksi atau mengunduh file apa pun.

Untuk mengatasi masalah ini, dompet digital DANA meluncurkan fitur Cek Risiko Penipuan atau Scam Checker di bawah naungan DANA Protection. Fitur ini dirancang khusus untuk memverifikasi nomor handphone, tautan, akun media sosial, dan nomor rekening yang mengatasnamakan DANA. Hasil pengecekan akan menunjukkan apakah identitas tersebut benar-benar resmi dari DANA atau bukan. Penggunaan fitur ini sangat membantu menghindari risiko kehilangan saldo, pencurian data, atau pembobolan akun akibat rekayasa sosial (social engineering).

Keunggulan Scam Checker terletak pada integrasinya dengan Kementerian Komunikasi dan Digital RI (Komdigi). Koneksi ini memastikan pengguna mendapat informasi terbaru mengenai identitas yang kerap digunakan dalam aksi penipuan. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan indikasi kuat bahwa suatu akun terlibat penipuan, pengguna dapat langsung melaporkannya. Data ini akan memperluas basis informasi pencegahan di tingkat nasional. Menjadikan fitur Cek Risiko Penipuan sebagai kebiasaan sebelum merespons permintaan data pribadi, OTP, atau transaksi adalah langkah bijak.

Transaksi digital kini semakin aman dengan dukungan teknologi verifikasi yang komprehensif. Jangan mudah tergiur tawaran yang terlalu mulus dan selalu waspada terhadap permintaan data sensitif. Lindungi aset digital Anda dengan selalu memverifikasi identitas pihak yang dihubungi sebelum memberikan informasi apapun.

Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Tinggalkan Balasan