Kondisi kawasan wisata Pantai Pangandaran kini tengah menjadi sorotan karena keberadaan limbah domestik yang diduga berasal dari hotel serta pemukiman penduduk. Limbah-limbah ini mengalir langsung menuju bibir pantai dan laut, menciptakan masalah serius yang tidak hanya mengganggu estetika keindahan alam, tetapi juga mengancam kenyamanan pengunjung. Wisatawan yang datang justru merasa risih karena pemandangan kotor dan bau tak sedap yang menyelimuti area wisata.
Ancaman terhadap kesehatan wisatawan menjadi isu krusial yang tidak bisa diabaikan. Adim, seorang pelancong asal Tasikmalaya, menjadi salah satu korban yang merasakan dampak langsung pencemaran ini. Saat berlibur pada 2 Januari 2026, ia mengalami gatal-gatal parah usai berenang di Pantai Barat Pangandaran. Kejadian ini dialaminya karena ia sempat membersihkan tubuhnya menggunakan air yang berada di dekat muara saluran limbah menuju laut.
“Saya waktu itu mandi di pantai, kemudian gatal-gatal, langsung saya mah mandi ke toilet,” ungkapnya kepada media lokal.
Kondisi ini menuntut perhatian serius dari pengelola kawasan wisata serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran. Menurut Adim, jika masalah ini dibiarkan berlarut-larut, citra buruk akan melekat pada destinasi wisata andalan Jawa Barat tersebut. “Ya harusnya itu segera diatasi, biar gak berdampak ke wisatawan yang lagi berenang,” tegasnya, mengingatkan agar pengunjung tetap merasa aman dan nyaman saat beraktivitas di pantai.
Dari perspektif medis, bahaya limbah domestik di perairan wisata tidak bisa disepelekan. Dr. Liza Octa Ferostina, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, menjelaskan bahwa pencemaran lingkungan oleh bakteri patogen dalam air limbah dapat memicu berbagai penyakit berbahaya. Beberapa dampak kesehatan jangka pendek yang kerap muncul akibat kontaminasi ini antara lain penyakit kulit, diare, tipes, dan infeksi cacingan.
Ancaman kesehatan tidak berhenti pada dampak jangka pendek. Jika pencemaran limbah ini dibiarkan terus-menerus tanpa solusi, dampak jangka panjangnya jauh lebih mengkhawatirkan. Paparan bakteri berbahaya dalam waktu lama dapat menyebabkan malnutrisi dan gizi buruk, yang umumnya dipicu oleh penyakit cacingan kronis. Dr. Liza menegaskan bahwa limbah lingkungan harus diwaspadai sebagai ancaman serius bagi kesehatan masyarakat dan wisatawan.
“Jadi harus waspada,” ujarnya, mengingatkan akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan demi mencegah penyebaran penyakit.
Di tengah keluhan wisatawan dan peringatan medis, upaya mitigasi dari pemerintah daerah terlihat belum maksimal. Beberapa waktu lalu, Pemkab Pangandaran sempat menggulirkan wacana pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal di kawasan Pantai Pangandaran sebagai solusi jangka panjang. Namun, hingga saat ini, rencana tersebut belum kunjung terealisasi, menyisakan pertanyaan mengenai kapan tindakan nyata akan dilakukan untuk menyelamatkan destinasi wisata ini.
Analisis dan Data Tambahan
Pencemaran di kawasan pesisir Pantai Pangandaran yang disebabkan oleh limbah domestik (greywater dan blackwater) dari hotel dan pemukiman sebenarnya merupakan masalah klasik yang kerap muncul saat musim liburan tiba. Tingkat kunjungan wisatawan yang mencapai ribuan orang per minggu memang memberikan dampak positif secara ekonomi, namun di sisi lain meningkatkan beban sistem drainase dan sanitasi yang belum sepenuhnya tertangani.
Berdasarkan studi kesehatan lingkungan, air laut yang terkontaminasi limbah domestik berpotensi mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli) dan koliform total yang melebihi baku mutu. Ketika wisatawan terpapar air tersebut, terutama melalui aktivitas berenang atau terkena semprotan air, risiko infeksi saluran pencernaan dan kulit meningkat drastis. Hal ini diperparah dengan kurangnya kesadaran akan pentingnya membuang limbah rumah tangga melalui saluran resmi, serta belum optimalnya pengawasan terhadap hotel-hotel di sekitar pantai.
Studi kasus serupa pernah terjadi di beberapa destinasi wisata pantai di Asia Tenggara, di mana kelalaian pengelolaan limbah menyebabkan penutupan sementara area wisata karena wabah penyakit kulit massal. Di Pangandaran, meskipun belum ada laporan resmi penutupan area, adanya keluhan dari wisatawan seperti yang dialami Adim menjadi alarm peringatan dini bahwa kualitas air perlu segera dievaluasi secara berkala.
Infografis singkat yang dapat disimpulkan dari situasi ini adalah adanya tiga level ancaman:
- Estetika: Penurunan visual keindahan pantai akibat limbah mengapung.
- Kesehatan Jangka Pendek: Risiko kulit gatal, diare, dan infeksi saluran pernapasan.
- Kesehatan Jangka Panjang: Potensi stunting (gizi buruk) pada anak-anak dan gangguan organ dalam akibat paparan bakteri berulang.
Pemkab Pangandaran perlu segera mengakselerasi rencana pembangunan IPAL komunal yang sudah lama tertunda. Selain itu, diperlukan penerapan sanksi tegas bagi pelaku usaha yang membuang limbah sembarangan. Edukasi kepada masyarakat sekitar tentang pentingnya sanitasi juga harus digalakkan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut.
Pantai Pangandaran adalah aset nasional yang harus dijaga kebersihannya demi kesehatan dan kenyamanan bersama. Jangan biarkan kelalaian pengelolaan limbah saat ini merusak masa depan pariwisata dan kesehatan generasi mendatang. Setiap tindakan kecil, seperti membuang sampah pada tempatnya dan mendukung pengelolaan limbah yang baik, adalah langkah besar untuk menyelamatkan keindahan alam Indonesia. Mari kita jaga bersama agar keindahan tetap lestari dan aman untuk semua.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.