Target produksi minyak nasional pada tahun 2026 ditetapkan pemerintah sebesar 610 ribu barel per hari. Capaian ini menunjukkan kenaikan jika dibandingkan dengan target lifting tahun sebelumnya yang hanya 605 ribu barel per hari.
Laode Sulaeman selaku Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM menyatakan komitmennya untuk mewujudkan target tersebut melalui berbagai strategi. Ia menegaskan bahwa keberhasilan lifting minyak merupakan cerminan utama dari ketahanan energi di tingkat nasional. “Kita tetap (fokus) lifting. Lifting dulu itu yang paling penting, karena itu indikator pertahanan kita ada di situ,” ujarnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Upaya pencapaian target 610 ribu barel per hari ini akan dilanjutkan dengan menerapkan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) di beberapa lapangan migas. “Biar mencapai 610. Upaya-upaya kita tahun kemarin terus kita lanjutkan. Kemudian ada EOR juga sudah dimulai. Nah ini kita mau lakukan lagi di beberapa lokasi,” jelas Laode.
Selain penerapan teknologi EOR, Kementerian ESDM juga menggenjot optimalisasi dari sumur minyak masyarakat. “Kemudian sumur masyarakat sudah dimulai. Kita upayakan akan nambah lagi,” katanya.
Pemerintah telah menginventarisasi sekitar 45 ribu sumur minyak yang tersebar di enam provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Pengelolaan sumur-sumur ini melibatkan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, yang dikelola oleh masyarakat melalui Koperasi, UMKM, dan BUMD sesuai rekomendasi Kepala Daerah. Aturan ini turut menekankan aspek keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan, serta peningkatan ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja.
Meningkatkan produksi minyak nasional bukan sekadar mengejar angka statistik, melainkan langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan energi Indonesia di tengah gejolak pasar global. Diversifikasi sumber energi dan optimalisasi teknologi modern seperti EOR menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas pasokan energi domestik. Pendekatan melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan sumur minyak juga membuka peluang besar bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi regional.
Pemerintah melalui Kementerian ESDM terus berupaya meningkatkan target produksi minyak nasional. Target lifting minyak pada tahun 2026 ditetapkan sebesar 610 ribu barel per hari, meningkat dari target tahun sebelumnya yang sebesar 605 ribu barel per hari. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa pencapaian target lifting minyak merupakan indikator penting dalam ketahanan energi nasional. Berbagai strategi dan upaya terus dilakukan untuk memastikan target tersebut dapat terwujud.
Salah satu strategi utama yang akan dilanjutkan pada tahun 2026 adalah penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) di sejumlah lapangan migas. Teknologi EOR ini diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi dari ladang-ladang minyak yang sudah ada. Laode Sulaeman menyatakan, “Biar mencapai 610. Upaya-upaya kita tahun kemarin terus kita lanjutkan. Kemudian ada EOR juga sudah dimulai. Nah ini kita mau lakukan lagi di beberapa lokasi.”
Selain penerapan teknologi EOR, Kementerian ESDM juga fokus pada optimalisasi produksi dari sumur minyak masyarakat. Potensi dari sumur-sumur ini dinilai cukup besar untuk menambah angka lifting nasional. “Kemudian sumur masyarakat sudah dimulai. Kita upayakan akan nambah lagi,” kata Laode.
Pemerintah telah menginventarisasi sekitar 45 ribu sumur minyak yang tersebar di enam provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Pengelolaan sumur-sumur ini melibatkan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, yang kemudian dikelola oleh masyarakat melalui Koperasi, UMKM, dan BUMD sesuai rekomendasi Kepala Daerah. Aturan baru ini juga menekankan pentingnya aspek keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan, serta penciptaan lapangan pekerjaan dan perputaran ekonomi daerah.
Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.