Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, harus menanggung keterlambatan sekitar tiga jam dalam perjalanannya ke Davos, Swiss, untuk menghadiri Forum Ekonomi Dunia (WEF). Penundaan ini disebabkan oleh insiden teknis yang terjadi pada pesawat kepresidenan, Air Force One, tepat setelah lepas landas.
Masalah kelistrikan yang tergolong ringan memaksa pesawat yang membawa Trump serta rombongannya untuk kembali ke pangkalan udara Joint Base Andrews di dekat Washington DC pada Selasa malam waktu setempat. Akibatnya, Trump terpaksa beralih ke pesawat pengganti untuk melanjutkan misi diplomatiknya ke Swiss.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyatakan bahwa insiden tersebut membuat Trump tertunda untuk bergabung dengan para pemimpin dunia lainnya di WEF. “Saya meyakini Presiden Trump akan terlambat sekitar tiga jam. Saya belum melihat jadwal terbaru,” kata Bessent kepada awak media di Davos.
Agenda utama Trump di WEF adalah menyampaikan pidato di resor ski Swiss tersebut. Pidato ini dinantikan karena Trump diketahui bersikeras untuk mengambil alih Greenland, wilayah otonomi Denmark, meskipun mendapatkan tentangan keras dari sekutu-sekutunya di Eropa.
Menurut laporan Reuters, pesawat Air Force One yang mengalami gangguan tersebut merupakan jenis Boeing 747. Setelah insiden itu, Trump melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat berukuran lebih kecil, yaitu Boeing 757. Pesawat pengganti tersebut lepas landas tepat setelah tengah malam waktu AS, atau pada Rabu dini hari, yang berarti terjadi penundaan lebih dari 2,5 jam dari jadwal penerbangan awal.
Insiden keselamatan penerbangan yang melibatkan Presiden atau Wakil Presiden AS memang tergolong jarang, namun bukan berarti tidak pernah terjadi. Sebagai contoh, pada tahun 2011, Air Force One terpaksa membatalkan penerbangan akibat cuaca buruk saat membawa Presiden Barack Obama ke Connecticut. Sementara itu, pada tahun 2012, Air Force Two yang membawa Wakil Presiden Joe Biden sempat ditabrak burung di California, namun tetap berhasil mendarat dengan selamat.
Kejadian ini mengingatkan kita bahwa teknologi, sehebat apa pun, tetap memiliki risiko. Setiap perjalanan besar seringkali dihadapkan pada tantangan tak terduga yang menguji kesiapan dan ketangguhan. Namun, kemampuan untuk beradaptasi dan menemukan solusi cepat adalah kunci dalam mengatasi hambatan tersebut. Terkadang, penundaan yang tidak terduga justru memberikan waktu untuk merenung dan mempersiapkan diri dengan lebih matang, mengubah rintangan menjadi peluang untuk mencapai tujuan dengan lebih kuat.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.