Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, memberikan pernyataan terkait usulan nama Thomas Djiwandono sebagai kandidat calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Dasco menegaskan bahwa nama Thomas bersama dua kandidat lainnya, yaitu Dicky Kartikoyono dan Solikin M Juhro, murni merupakan pilihan dari Gubernur BI, Perry Warjiyo, untuk diajukan ke legislatif.
Proses seleksi ini memasuki babak baru dimana ketiga calon tersebut akan segera menjalani uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) di gedung parlemen sebelum resmi menjabat. “Pengusulan Tommy Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI itu adalah pilihan dari Gubernur BI (Perry Warjiyo) sendiri,” ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Rabu (21/1/2026).
Lebih lanjut, Dasco menguraikan alur birokrasi pengusulan ini. Menurut penuturannya, Perry Warjiyo terlebih dahulu mengirimkan surat resmi kepada Presiden Prabowo Subianto. Surat tersebut berisi tiga nama calon pengganti Deputi Gubernur BI sebelumnya, Juda Agung, yang telah mengundurkan diri. Presiden kemudian meneruskan usulan dari BI tersebut kepada DPR untuk dilakukan uji kelayakan.
Dasco kembali menegaskan bahwa daftar nama yang masuk ke meja DPR, termasuk Thomas Djiwandono, bukanlah keinginan atau intervensi dari Presiden Prabowo Subianto. Pihaknya menegaskan bahwa usulan tersebut murni berasal dari Bank Indonesia yang sedang mencari figur terbaik untuk menggantikan posisi deputi yang lowong.
“Tadi sudah saya tekankan bahwa usulan nama-nama itu bukan dari Presiden, melainkan dari Gubernur BI yang mencari pengganti dari deputi yang mengundurkan diri,” tegas Dasco. Ia menambahkan bahwa tidak mungkin ada campur tangan pemerintah dalam pencalonan ini karena proses seleksi kandidat dilakukan secara langsung oleh Perry Warjiyo. “Kalau dikatakan ada intervensi misalnya dari presiden, pengusulan itu dari Gubernur BI,” pungkasnya.
Pemetaan Kandidat dan Latar Belakang Thomas Djiwandono
Thomas Djiwandono, yang juga merupakan keponakan dari Prabowo Subianto, saat ini menjabat sebagai Bendahara Umum (Bendum) Partai Gerindra. Pencalonannya sebagai Deputi Gubernur BI tentu menarik perhatian publik mengingat hubungan kekerabatannya dengan presiden. Namun, berdasarkan pernyataan resmi DPR, posisinya di partai politik tidak menjadi faktor penentu dalam usulan ini.
Keputusan Thomas untuk maju ke BI mengharuskannya melepaskan jabatan struktural di partai. Proses peralihan dari politisi ke birokrat ini menunjukkan diversifikasi figur yang dibutuhkan di bank sentral, yang mungkin membutuhkan perspektif baru di tengah tantangan ekonomi makro saat ini.
Analisis Dinamika Hubungan Eksekutif dan Legislatif
Dinamika ini menggambarkan mekanisme checks and balances yang berjalan di sistem pemerintahan Indonesia. Meskipun presiden memiliki kewenangan dalam penempatan jabatan tinggi, proses pengusulan Deputi Gubernur BI melibatkan alur koordinasi yang ketat antara Bank Indonesia sebagai otoritas moneter, Presiden, dan DPR sebagai representasi rakyat.
Fakta bahwa Perry Warjiyo mengirimkan surat langsung kepada presiden menegaskan kemandirian BI dalam menyusun kepengurusan internal. Hal ini sejalan dengan praktik tata kelola yang baik, di mana lembaga teknokratis seperti BI berusaha memastikan kandidat yang diajukan memiliki kompetensi teknis yang mumpuni, terlepas dari latar belakang politik mereka.
Tantangan dan Ekspektasi Pasca Fit and Proper Test
Masa depan Thomas Djiwandono dan dua kandidat lainnya kini bergantung pada hasil uji kepatutan dan kelayakan di DPR. Mereka akan menghadapi serangkaian pertanyaan mengenai visi, misi, dan strategi kebijakan moneter serta makroekonomi yang akan mereka jalankan jika terpilih.
Pertanyaan krusial yang mungkin muncul berkaitan dengan respons kebijakan terhadap inflasi, nilai tukar rupiah, serta stabilitas sistem keuangan nasional di tengah gejolak ekonomi global. Kinerja mereka nantinya akan sangat menentukan kepercayaan pasar terhadap stabilitas moneter Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
Pandangan dan Kesimpulan
Proses transisi kepemimpinan di bank sentral ini menjadi cerminan dari pentingnya menjaga netralitas dan kompetensi dalam mengisi jabatan strategis. Meskipun nama Thomas Djiwandono sempat menjadi sorotan karena latar belakang politiknya, mekanisme pengusulan yang dilakukan oleh Gubernur Perry Warjiyo menunjukkan upaya menjaga kemandirian kelembagaan BI.
Ke depannya, publik akan menantikan bagaimana figur-figur terpilih ini mampu merumuskan kebijakan yang progresif dan mampu merespons tantangan ekonomi global yang semakin kompleks. Kunci keberhasilan terletak pada kemampuan mereka dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional demi kesejahteraan masyarakat luas. Mari kita tunggu kinerja nyata mereka dalam mengawal roda perekonomian bangsa menuju masa depan yang lebih cerah.
Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.