Culling Game adalah turnamen mematikan dalam seri Jujutsu Kaisen di mana para peserta wajib membunuh lawan untuk mendapatkan poin dan memperluas area geraknya.

Photo of author

By Nur

Culling Game adalah turnamen mematikan dalam seri Jujutsu Kaisen di mana para peserta wajib membunuh lawan untuk mendapatkan poin dan memperluas area geraknya.

Anime “Jujutsu Kaisen” dipastikan akan melanjutkan kisahnya pada Season 3 yang dijadwalkan tayang pada Januari 2026. Musim ini akan menyoroti fase yang dikenal sebagai Game Pemusnahan atau Culling Game. Penayangan episodenya membuat para penggemar penasaran dengan detail sistem pertarungan intens yang menjadi kunci dalam plotnya. Kali ini, mari mengulas secara mendalam mengenai Culling Game di dalam universe Jujutsu Kaisen.

Mahakarya anime dan manga “Jujutsu Kaisen” telah berhasil menyita perhatian publik berkat gabungan antara alur cerita menegangkan dan kedalaman karakter. Gege Akutami sebagai kreator menuturkan kisah Yuji Itadori, seorang remaja biasa yang masuk ke dunia jujutsu setelah menelan jari milik artefak terkutuk.

Definisi Culling Game Jujutsu Kaisen dan Mekanisme Operasionalnya

Culling Game merupakan sebuah ritual yang formatnya menyerupai battle royale, dirancang oleh penyihir kuno bernama Kenjaku. Dalam arena ini, partisipan yang terlibat berjumlah ribuan, mencakup penyihir modern, penyihir kuno yang dibangkitkan, serta orang awam yang baru memperoleh kekuatan.

Kenjaku menyelenggarakan permainan ini di sepuluh koloni yang tersebar di berbagai wilayah Jepang. Peserta yang terjebak di dalam koloni tidak bisa keluar kecuali mereka sukses mengubah ketentuan permainan. Diketahui, tiap koloni dibatasi oleh penghalang (barrier) yang menjadi pelindung.

Penghalang tersebut mengisolasi peserta dari lingkungan luar. Tujuan utama dari permainan ini adalah menghimpun volume energi terkutuk yang masif melalui duel antar peserta.

Aturan Wajib Peserta dalam Culling Game

Mekanisme permainan ini diatur oleh serangkaian aturan ketat dengan implikasi yang saling mengikat. Ada delapan aturan dasar yang berlaku sejak permainan dimulai.

1. Kewajiban Pendaftaran dan Dampak Pelanggaran
Aturan pembuka mewajibkan setiap peserta baru yang ingin memakai teknik terkutuk untuk mendaftar. Mereka harus mengumumkan keikutsertaan di salah satu koloni yang tersedia dalam tempo 19 hari.

Apabila peserta tak memenuhi batas waktu tersebut, mereka akan menanggung risiko berupa penghapusan teknik terkutuk. Berdasar keterangan Crunchyroll, penghapusan teknik ini berpotensi mematikan pemiliknya.

Karena proses pemaksaan pemindahan itu dapat merusak fungsi otak secara permanen. Di samping itu, warga sipil atau individu yang belum terdaftar namun melewati batas tirai koloni, otomatis dikategorikan sebagai peserta sah dan tunduk pada peraturan yang sama.

2. Sistem Poin dan Mekanisme Penambahan Aturan Baru
Peserta mengumpulkan poin dengan cara menjatuhkan lawan di dalam koloni. Perhitungan poin diatur oleh asisten bernama Kogane. Skor yang didapat ditetapkan berdasar kategori, yaitu lima poin untuk tiap penyihir dan satu poin untuk non-penyihir atau manusia biasa.

Aspek unik Culling Game terletak pada fleksibilitas hukum yang berlaku. Peserta yang mengumpulkan 100 poin berhak menggunakan poin tersebut untuk bernegosiasi dengan pengelola permainan.

Dalam negosiasi itu, mereka bisa menambah satu aturan baru yang akan berlaku permanen bagi seluruh peserta di semua koloni.

3. Aturan Baru yang Disahkan oleh Game Master
Peserta diperbolehkan mengajukan penambahan regulasi, namun ada batasan yang harus diperhatikan. Game master akan mengevaluasi usulan aturan baru asalkan tidak mengganggu keberlangsungan jangka panjang Game Pemusnahan.

Sistem ini dibuat dengan fokus utama pada efisiensi pengumpulan energi terkutuk. Salah satu aturan yang diterapkan mewajibkan setiap pemain untuk berpartisipasi aktif secara berkesinambungan. Jika peserta tidak memperoleh skor dalam kurun waktu 19 hari.

Baik sejak pendaftaran maupun setelah meraih poin terakhir, maka peserta tersebut dianggap melanggar komitmen. Sebagai konsekuensinya, mereka akan dieksekusi berupa pencabutan teknik terkutuk, yang serupa dengan pelanggaran aturan pertama.

Motif Kenjaku Mendirikan Culling Game

Alasan utama Kenjaku adalah memicu evolusi umat manusia melalui penggabungan seluruh penduduk Jepang dengan entitas bernama Master Tengen. Untuk merealisasikan hal ini, Kenjaku membutuhkan energi terkutuk yang sangat murni dan besar, yang lahir dari kematian para peserta di koloni.

Dalam cerita, protagonis seperti Yuji Itadori dan Megumi Fushiguro terlibat dalam misi penyelamatan. Misi mereka mencakup upaya membebaskan Satoru Gojo yang tersegel, serta menjaga Tsumiki Fushiguro agar tidak menjadi korban dalam proses tersebut. Pada season 3, cerita ini akan dibagi menjadi dua bagian, atau cour, untuk menyelesaikan seluruh konflik yang terjadi.

Culling Game bukan sekadar arena pertarungan brutal, melainkan sebuah skema kompleks yang menguji batas logika dan moral para karakter. Dengan aturan yang ketat dan konsekuensi fatal, setiap langkah peserta menjadi krusial bagi kelangsungan hidup mereka maupun misi penyelamatan dunia. Pergerakan Yuji dan kawan-kawan dalam memecah kode permainan ini akan menjadi tontonan yang sayang untuk dilewatkan, mengingat taruhannya yang begitu tinggi.

Baca juga Anime lainnya di Info Anime & manga terbaru.

Tinggalkan Balasan