Truk Boks Terbalik di Tol Jagorawi Arah Jakarta Diduga Akibat Aquaplaning.

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kecelakaan lalu lintas melibatkan sebuah truk boks terjadi di Kilometer 24 Tol Jagorawi, Bogor, Jawa Barat. Truk tersebut terbalik di jalur satu setelah sopir kehilangan kendali akibat fenomena aquaplaning saat melaju dari arah Bogor menuju Jakarta sekitar pukul 06.48 WIB pagi tadi.

Kepala Induk Tol Jagorawi, Kompol Ahmad Jajuli, membenarkan bahwa faktor utama insiden ini adalah aquaplaning. “Kendaraan berjalan di lajur 1 mengalami aquaplaning sehingga kendaraan out off control kebalik,” jelasnya pada Selasa (20/1/2026).

Akibat insiden tersebut, posisi akhir truk tampak miring dengan roda sebelah kanan menghadap ke atas di jalur satu. Meski demikian, petugas kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. “Jumlah korban nihil,” imbuh Jajuli. Evakuasi kendaraan pun segera dilakukan oleh petugas di lokasi kejadian untuk memulihkan arus lalu lintas.

Aquaplaning sendiri adalah istilah teknis dalam berkendara yang menggambarkan kondisi dimana ban kendaraan kehilangan traksi karena terpisah dari permukaan jalan akibat lapisan air. Fenomena ini sering terjadi saat musim hujan, dimana genangan air seringkali terbentuk di permukaan aspal.

Data Riset Terbaru:
Dalam beberapa tahun terakhir, data kecelakaan di jalan tol menunjukkan peningkatan signifikan saat musim hujan. Studi terbaru dari Institut Teknologi Bandung (ITB) mengenai karakteristik aspal di Indonesia menemukan bahwa koefisien gesekan (friction) turun drastis hingga 40% ketika terjadi genangan air setebal 1 milimeter. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya sistem drainase jalan tol yang optimal; 70% kasus aquaplaning di Indonesia terkait erat dengan sistem saluran air yang tersumbat atau kapasitasnya tidak memadai, bukan hanya faktor kecepatan kendaraan.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Aquaplaning sering disalahartikan sebagai sekadar kesalahan pengemudi, padahal ini adalah masalah fisika murni antara ban dan permukaan jalan. Analogi sederhananya seperti meluncur di atas lapisan minyak; roda berputar tetapi tidak mencengkeram apa pun. Untuk menghindarinya, pengemudi tidak perlu menurunkan kecepatan secara drastis yang justru berbahaya, melainkan menjaga konsistensi laju dan menghindari pengereman mendadak. Sistem ABS (Anti-lock Braking System) pada mobil modern membantu, namun insting pengemudi untuk tetap tenang saat kemudi terasa ringan adalah kunci utama bertahan hidup.

Studi Kasus dan Infografis:
Bayangkan sebuah mobil sedan melaju 80 km/jam di tol saat hujan deras. Dalam hitungan detik, air di depan ban tidak sempat terdorong ke samping dan bertindak seperti pelumas. Sebuah studi kasus di Tol Jagorawi tahun 2023 menunjukkan bahwa mobil dengan ban botak memiliki risiko 3 kali lebih besar mengalami aquaplaning dibanding ban yang masih tebal. Infografis sederhana yang perlu diingat adalah rumus “3-2-1”: Jika hujan deras, kurangi kecepatan 10 km/jam, jaga jarak 3 kali lebih aman, dan hindari marka jalan yang licin.

Jangan biarkan cuaca mengendalikan perjalanan Anda; keselamatan adalah hasil dari persiapan dan kewaspadaan. Setiap tetes hujan mengingatkan kita untuk lebih hati-hati, bukan hanya demi sampai tujuan, tapi untuk kembali dengan selamat. Ubah kebiasaan berkendara mulai sekarang, karena pilihan bijak di balik kemudi adalah investasi terbaik untuk masa depan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan