Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Mahkamah Agung (MA) untuk diperiksa terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat Sekretaris MA, Hasbi Hasan. Pegawai bernama Ahmad Sulaiman tersebut dijadwalkan diperiksa pada Senin, 19 Januari 2026. Pemeriksaan ini dilakukan di gedung KPK di Jakarta Selatan.
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, memastikan bahwa Ahmad Sulaiman hadir langsung untuk menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan terhadap PNS yang berinisial ASL ini merupakan bagian dari pengembangan penyidikan kasus dugaan TPPU di lingkungan peradilan tertinggi di Indonesia tersebut.
Sebelumnya, KPK telah memeriksa mantan Kepala Balitbang Diklat Hukum dan Peradilan MA, Zarof Ricar (ZR), pada Senin, 15 Desember lalu. Pemeriksaan terhadap Zarof dilakukan untuk mendalami jejak digital percakapan antara dirinya dengan Hasbi Hasan (HH) serta pihak-pihak lain yang terkait. Budi Prasetyo menyatakan bahwa penyidik menggali intensif terkait percakapan yang tercapture dalam barang bukti elektronik.
Meskipun demikian, Budi belum dapat merinci temuan spesifik dari hasil analisis percakapan tersebut. Dia menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap Zarof Ricar baru tahap pertama, dan penyidik masih membutuhkan pendalaman serta pengayaan informasi untuk melengkapi data awal. KPK belum bisa memastikan apakah percakapan tersebut berhubungan langsung dengan perkara di Kejaksaan Agung atau KPK, namun kemungkinan saling keterkaitan antar perkara terus dikembangkan. Budi mengungkapkan kemungkinan adanya pemeriksaan lanjutan terhadap Zarof Ricar jika ditemukan kebutuhan informasi tambahan.
Sementara itu, status hukum Hasbi Hasan saat ini telah memiliki kekuatan hukum tetap untuk kasus suap pengurusan perkara di MA, dengan vonis 6 tahun penjara yang tidak berubah hingga tingkat kasasi. Selain kasus suap, Hasbi masih berstatus tersangka TPPU bersama dengan Windy.
Analisis dan Data Terkini:
Kasus ini menyoroti kerentanan sistem pengawasan di lembaga peradilan. Pada tahun 2024, data dari Indonesian Corruption Watch (ICW) menunjukkan bahwa setidaknya terdapat 129 kasus korupsi yang menjerat aparat penegak hukum, termasuk hakim dan pegawai pengadilan. Dugaan TPPU yang melibatkan pejabat tinggi seperti Sekretaris MA menunjukkan bahwa modus pencucian uang semakin kompleks dan seringkali memanfaatkan jaringan birokrasi. Jejak digital yang didalami KPK menjadi kunci vital, mengingat transformasi digital di sektor hukum belum diikuti dengan keamanan data yang memadai. Penyederhanaan birokrasi dan audit forensik digital perlu segera dilakukan untuk memutus mata rantai korupsi di institusi vital ini.
Bayangkan jika setiap transaksi kecil di meja hijau tercatat rapi dan bisa diakses publik. Transparansi bukan lagi mimpi, melainkan kebutuhan mendesak untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap hukum di negeri ini. Mari kita kawal setiap proses hukum hingga tuntas, karena keadilan sejati hanya bisa ditegakkan ketika tidak ada lagi ruang gelap bagi pelaku korupsi untuk bersembunyi.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.