Empat astronot dari berbagai negara dievakuasi mendadak dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) karena mengalami sakit misterius. Mereka terpaksa kembali ke Bumi lebih cepat dari jadwal semula setelah menetap di luar angkasa selama satu bulan penuh, menghadapi kondisi medis yang dianggap cukup serius.
Dilansir dari BBC Indonesia pada Senin, 19 Januari 2025, proses pendaratan berlangsung pada Kamis, 15 Januari. Kapten kru asal NASA, Mike Fincke, menjadi orang pertama yang keluar dari wahana antariksa. Meski sempat tersenyum, gerakannya terlihat sedikit sempoyongan sehingga harus segera dibaringkan di tandu medis sesuai prosedur standar evakuasi. Tak lama kemudian, astronot lainnya mengikuti—Zena Cardman (NASA), Kimiya Yui (Jepang), dan kosmonaut Oleg Platonov (Rusia)—yang sempat melambaikan tangan dan tersenyum ke arah kamera sebelum menjalani pemeriksaan intensif.
“Senang sekali bisa kembali ke rumah!” ujar Cardman, mengungkapkan perasaan lega meski situasi yang terjadi terbilang darurat. Ini menjadi momen bersejarah karena sejak ISS ditempatkan di orbit pada 1998, belum pernah ada evakuasi akibat masalah kesehatan yang memaksa kru turun mendadak.
Awalnya, kru yang dikenal sebagai Crew-11 ini dijadwalkan bertugas selama enam setengah bulan dan baru akan kembali pada pertengahan Februari. Namun, rencana tersebut berubah total di menit-menit akhir. Pada pekan kedua Januari, aktivitas ruang angkasa yang direncanakan Fincke dan Cardman dibatalkan. Beberapa jam kemudian, NASA mengonfirmasi bahwa salah satu anggota kru jatuh sakit.
“Perasaan kami campur aduk,” kata Fincke saat menyerahkan tongkat komando ISS kepada kosmonaut Rusia, Sergey Kud-Sverchkov, pada 12 Januari lalu. Meski situasi cukup tegang, Fincke menegaskan dalam unggahan media sosialnya bahwa seluruh awak tetap dalam kondisi stabil, aman, dan terawat dengan baik. Meski ISS dilengkapi peralatan medis dasar dan kru telah dilatih menangani masalah kesehatan ringan, tidak ada dokter spesialis yang ikut dalam rombongan ini.
Pembatalan ini sempat membuat keadaan di ISS cukup kacau. Kontrol stasiun pun dialihkan kepada Sergey Kud-Sverchkov dan dua anggota awak lainnya yang tersisa. Namun, evakuasi ini sekaligus menjadi uji coba besar bagi prosedur NASA dalam menangani keadaan darurat medis di luar angkasa. Secara keseluruhan, evakuasi berhasil dilakukan, meski memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan respons badan antariksa jika astronot mengalami keadaan darurat yang lebih kompleks.
Keputusan untuk mengakhiri misi lebih awal ini sebenarnya tidak asing dalam sejarah penerbangan antariksa, meski di ISS sendiri kasus ini terbilang baru. Sebelumnya, ada dua insiden serupa yang tercatat. Pada 1985, kosmonaut Soviet Vladimir Vasyutin dan rekannya dipulangkan empat bulan lebih awal dari misi di stasiun Salyut 7 akibat masalah urologis. Kemudian pada 1987, aritmia jantung memaksa kosmonaut Aleksandr Laveykin meninggalkan stasiun Mir lebih cepat dari jadwal.
Fenomena ini mengingatkan kita bahwa tubuh manusia masih memiliki batasan tertentu meski teknologi antariksa terus berkembang. Seiring bertambahnya jumlah manusia yang menjelajah luar angkasa—baik untuk kepentingan wisata, penelitian, hingga rencana kolonisasi Bulan dan Mars—keterlibatan dokter dalam misi menjadi semakin krusial. Kesehatan kru bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan misi secara keseluruhan.
Kini, meski misteri penyakit yang diderita keempat astronot tersebut masih belum terungkap ke publik, kejadian ini menjadi pengingat pentingnya persiapan matang sebelum melangkah lebih jauh ke luar angkasa. Jangan sampai ambisi menjelajah alam semesta terhambat oleh hal-hal mendasar yang bisa diantisipasi. Jaga kesehatan, siapkan strategi, dan pastikan setiap misi yang dijalankan memprioritaskan keselamatan tanpa mengorbankan semangat eksplorasi.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.