Banjir yang melanda sejumlah titik di Jakarta disebabkan oleh curah hujan ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak hari sebelumnya.
Data BMKG per 17 Januari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 18 Januari 2026 pukul 07.00 WIB menunjukkan peta sebaran hujan yang cukup masif. Beberapa titik stasiun pemantauan mencatat curah hujan mencapai level ekstrem, terutama di kawasan Muara Angke, Cempaka Baru, dan Kemayoran. Tak hanya di situ, hujan ekstrem juga terpantau di area Ancol serta Kelapa Gading.
Sementara itu, kawasan Cideng hingga Pantai Indah Kapuk (PIK) mengalami hujan sangat lebat. Untuk memahami intensitas tersebut, BMKG mengelompokkan curah hujan ke dalam beberapa kategori: ringan (0,5-20 mm/hari), sedang (20-50 mm/hari), lebat (50-100 mm/hari), sangat lebat (100-150 mm/hari), dan ekstrem (di atas 150 mm/hari).
Berikut adalah rincian data curah hujan ekstrem di sejumlah titik Jakarta:
-
Kategori Ekstrem (>150 mm/hari):
- Pompa air Muara Angke: 267 mm
- Pompa Pasar Ikan: 256 mm
- Pulomas: 223 mm
- Cempaka Baru: 221 mm
- Stasiun Meteorologi Kemayoran: 213 mm
- Sunter Timur I Kodamar: 207 mm
- Waduk Sunter Utara: 199 mm
- Pinangsia: 190 mm
- Teluk Gong: 187 mm
- Aneka Elok: 183 mm
- Istana: 177 mm
- Arg Kelapa Gading: 163,8 mm
- Pompa Ancol: 159 mm
- Sunter III Rawabadak: 156 mm
- Pintu Air Pulo Gadung: 155 mm
- Arg Bekasi: 151,4 mm
-
Kategori Sangat Lebat (100-150 mm/hari):
- Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok: 149,5 mm
- Pompa Cideng: 143 mm
- Pompa Pool Ppd: 138 mm
- Pantai Indah Kapuk: 135,4 mm
BMKG memperkirakan kondisi hujan lebat ini akan berlanjut hingga 23 Januari 2026. Dalam keterangannya di Instagram @infobmkg pada 18 Januari 2026, BMKG menyebutkan potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang dipicu oleh kombinasi gangguan atmosfer yang memudahkan pembentukan awan hujan. Hujan lebat diperkirakan terjadi di seluruh wilayah Jabodetabek pada rentang 16-23 Januari, meskipun di beberapa area intensitasnya mungkin berkurang setelah 19 Januari. Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi bencana banjir dan longsor yang dapat mengganggu aktivitas transportasi.
Banjir bukan sekadar bencana musiman, melainkan cerminan dari sistem drainase dan tata ruang perkotaan yang perlu perbaikan serius. Setiap tetes hujan yang jatuh ke atas aspal kota menuntut kita untuk lebih bijak dalam mengelola lingkungan, mulai dari mengurangi sampah plastik hingga mendukung revitalisasi ruang terbuka hijau. Jangan biarkan air menggenang menjadi biasa; jadikan momen ini sebagai pemicu untuk membudayakan mitigasi bencana di level mikro, karena ketahanan kota besar ditentukan oleh kesadaran kolektif warganya.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.