Andre Rosiade Pastikan Pasokan Solar di Pasaman Aman Usai Penertiban Tambang Ilegal.

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Wakil Ketua Komisi VI DPR Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, melakukan peninjauan bersama Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Gatot Tri Suryanta ke SPBU Sawah Panjang, Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau secara langsung kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di wilayah tersebut.

Dalam tinjauannya, Andre Rosiade memberikan apresiasi terhadap tindakan tegas yang diambil oleh jajaran Polda Sumbar. Pasalnya, kondisi SPBU yang sebelumnya kerap dipenuhi antrean panjang kendaraan, kini terlihat sepi dan lancar. “Kita bisa lihat sendiri, hari ini di SPBU Sawah Panjang tidak ada lagi antrean. Masyarakat kini bisa menikmati Solar subsidi dengan lancar, aman, dan nyaman,” ujar Andre di lokasi pada Minggu (18/1/2026). Turut hadir dalam kunjungan tersebut Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi Heriyanto.

Kondisi kondusif ini diduga kuat merupakan dampak langsung dari razia besar-besaran terhadap aktivitas tambang emas ilegal (PETI) yang dilakukan Polda Sumbar di wilayah Pasaman dalam sepekan terakhir. Andre menegaskan bahwa hilangnya antrean tersebut menjadi bukti nyata dugaan selama ini, di mana kuota solar subsidi banyak tersedot oleh aktivitas pertambangan ilegal. “Dulu, akhir November 2025, saya sudah minta kuota ditambah 15%, tapi antrean tetap ada. Namun setelah Pak Kapolda melakukan razia ‘pertambangan emas tanpa izin’, antrean solar langsung bubar. Ini membuktikan bahwa masalahnya adalah Solar subsidi digunakan oleh pihak yang tidak berhak, yaitu penambang ilegal,” tegas Ketua DPD Gerindra Sumbar itu.

Andre juga melakukan dialog dengan pemilik SPBU serta sejumlah sopir yang sedang mengisi BBM. Mereka mengaku senang karena akhir-akhir ini tidak ada lagi antrean solar subsidi. Setidaknya selama sepekan terakhir sejak adanya razia tambang, antrean tidak terlihat lagi.

Senada dengan Andre, Irjen Gatot menegaskan komitmennya untuk terus menjaga konsistensi pengawasan di lapangan. Ia berharap distribusi BBM bersubsidi benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan. “Terima kasih atas kolaborasinya. Kita pastikan bahwa BBM bersubsidi ini hanya untuk mereka yang berhak. Razia ini juga bertujuan memperbaiki tata kelola lingkungan agar sungai-sungai di Sumbar kembali bersih dari kerusakan akibat tambang ilegal,” pungkas Kapolda.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Sumbar Helmi Heriyanto mengakui pascarazia tambang, antrean di SPBU juga menghilang. Dia berharap kondisi ini bisa bertahan lama. “Kita melihat langsung bagaimana tidak ada antrean lagi. Semua lancar,” katanya. Dengan normalnya kondisi SPBU, diharapkan produktivitas masyarakat di Kabupaten Pasaman, terutama sektor transportasi dan pertanian, dapat kembali meningkat tanpa terkendala kelangkaan bahan bakar.

Pemantauan di lapangan menunjukkan efek domino yang signifikan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat Pasaman. Sebelumnya, kelangkaan solar subsidi sering memicu keterlambatan distribusi hasil pertanian dan meningkatkan biaya operasional transportasi umum. Dengan pulihnya pasokan, roda ekonomi kembali berputar lebih efisien. Studi kasus dari data awal di SPBU Sawah Panjang menunjukkan penurunan drastis waktu tunggu kendaraan dari sebelumnya rata-rata 2-3 jam menjadi kurang dari 10 menit. Infografis sederhana menunjukkan korelasi positif antara penindakan hukum terhadap PETI dan stabilitas pasokan energi bersubsidi. Analisis terkini menggarisbawahi pentingnya pengawasan ketat untuk memastikan hak masyarakat kecil tidak direbut oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Perubahan drastis ini membuktikan bahwa penegakan hukum yang konsisten mampu mengembalikan hak energi bersubsidi kepada pemiliknya yang sebenarnya. Mari kita dukung terus upaya pembersihan lingkungan dari aktivitas ilegal untuk masa depan energi yang lebih adil dan berkelanjutan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan