Warga Pademangan Jakarta Utara Terpaksa Dorong Motor saat Banjir Rendam Jalan.

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Banjir meluas di Pademangan, Jakarta Utara, pada Minggu pagi (18/1/2026). Warga terlihat memilih mendorong sepeda motor mereka menembus genangan air yang cukup tinggi di sejumlah ruas jalan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, genangan air menghiasi kawasan Pademangan Barat dan Timur. Jalan Pademangan IV serta V tampak terendam, begitu pula dengan beberapa gang sempit di sekitarnya. Meski kondisi cukup parah, kendaraan roda dua masih nekat melintas perlahan.

Situasi serupa terjadi di area Pademangan Barat. Air menggenangi ruas jalan dari Budi Mulia hingga Ampera. Banyak pengendara sepeda motor terpaksa mendorong kendaraannya demi menghindari mogok. Meski situasi sedang dilanda banjir, aktivitas warga tetap berjalan. Beberapa anak-anak terlihat bermain di tengah genangan, sementara warung-warung di sekitar lokasi tetap beroperasi.

Data resmi dari BPBD DKI Jakarta per pukul 09.00 WIB mencatat ada 35 RT dan 23 ruas jalan yang terendam. Hujan deras yang mengguyur sejak malam sebelumnya diduga menjadi pemicu utama banjir di sebagian wilayah Jakarta ini.

Potret Kondisi Terkini dan Dampaknya

Banjir yang melanda Jakarta Utara kali ini menunjukkan pola yang kerap terjadi saat musim hujan. Curah hujan tinggi yang mengguyur Ibu Kota sejak Sabtu malam (17/1/2026) membuat sistem drainase di beberapa titik tidak mampu menampung debit air secara maksimal. Kondisi geografis Jakarta yang berada di level permukaan laut turut memperburuk situasi ketika air pasang menyelimuti kawasan pesisir.

Di kawasan Pademangan, genangan air setinggi lutut orang dewasa mendominasi ruas jalan utama maupun gang-gang sempit. Fenomena warga yang mendorong motor menjadi pemandangan umum, mengingat genangan air kerap menyembunyikan kondisi aspal serta berpotensi merusak mesin kendaraan jika dipaksakan menerobos.

Aktivitas ekonomi warga tetap berjalan meski di tengah genangan. Beberapa pedagang kaki lima terlihat tetap melayani pembeli yang datang. Namun, dari sisi kesehatan, banjir seperti ini membawa risiko penyakit kulit dan demam berdarah jika genangan air tidak segera surut.

Analisis Data dan Fakta di Lapangan

Data BPBD DKI Jakarta yang mencatat 35 RT dan 23 jalan terendam memberikan gambaran luasnya area terdampak. Angka ini menjadi indikator bahwa banjir bukan hanya menyerang satu titik spesifik, melainkan merata di beberapa zona. Hujan deras sejak semalam menjadi faktor utama, namun perlu evaluasi lebih dalam mengenai kapasitas saluran air di kawasan Pademangan.

Jika merujuk pada data historis, Pademangan memang menjadi salah satu daerah langganan banjir di Jakarta Utara. Topografi dataran rendah dan kepadatan bangunan seringkali menghambat aliran air menuju laut. Sementara itu, respons warga yang tetap melakukan aktivitas normal meski di tengah banjir menunjukkan tingkat adaptabilitas tinggi, namun juga mengindikasikan normalisasi terhadap bencana tahunan yang kerap terjadi.

Studi Kasus: Adaptasi Warga dan Mitigasi Bencana

Sebagai ilustrasi, di RT 004/RW 008 Pademangan Barat, genangan air setinggi 50 cm sempat membuat akses kendaraan roda empat terhambat. Warga setempat membangun jembatan darurat menggunakan kayu dan papan untuk mempermudah mobilitas. Skenario ini mirip dengan kondisi banjir di tahun-tahun sebelumnya, di mana gotong royong menjadi kunci utama bertahan hidup.

Infografis Sederhana:

  • Lokasi Terdampak: Pademangan Barat & Timur (Jalan Pademangan IV, V, Budi Mulia, Ampera).
  • Total RT Terendam: 35 RT.
  • Total Jalan Terendam: 23 Ruas Jalan.
  • Penyebab: Hujan deras sejak malam hari.
  • Tinggi Genangan: Rata-rata 30-50 cm.
  • Kondisi Aktivitas: Masih berjalan (warung buka, warga beraktivitas).

Kondisi banjir di Jakarta memang menjadi tantangan klasik yang membutuhkan kesabaran ekstra. Meski cuaca terlihat cerah di siang hari, potensi hujan susulan tetap harus diwaspadai. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau perkembangan situasi melalui kanal resmi BPBD agar terhindar dari risiko yang tidak diinginkan. Mari kita terus bangkit dan beradaptasi dengan lingkungan, sambil berharap perbaikan infrastruktur terus digenjot agar ibu kota bisa lebih nyaman ditempati.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan