Heboh Pengunjung Pukul Pegawai Karaoke di Parung, Viral Aksi Brutal hingga Picu Keributan.

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kericuhan yang melibatkan pengunjung dan pegawai tempat karaoke di Parung, Bogor, Jawa Barat, berbuntut panjang hingga viral di media sosial. Insiden ini bermula saat sekelompok pengunjung diduga menolak membayar tagihan, yang akhirnya memicu pertengkaran hingga berujung pada aksi pemukulan terhadap staf wanita tersebut.

Berdasarkan laporan yang dirangkum pada Minggu, 18 Januari 2026, kejadian nahas tersebut berlangsung pada Jumat dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Dalam video yang tersebar luas, terlihat suasana ricuh antara pengunjung dan pegawai karaoke. Kapolsek Parung, Kompol Maman Firmansyah, membenarkan adanya laporan tersebut. “Saat ini, Polsek Parung telah menerima laporan dan tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan saksi-saksi, pengumpulan barang bukti, serta penelusuran identitas para terduga pelaku,” ucapnya pada Jumat (16/1) malam.

Maman menjelaskan bahwa pemicu utama keributan tersebut masih dalam penyelidikan intensif pihak kepolisian. “Untuk soal pemicunya kita masih selidiki. Kita masih periksa saksi-saksi,” katanya. Meski begitu, polisi telah mengantongi kronologi awal mula keributan terjadi.

Kronologi Kejadian

Maman memaparkan bahwa kejadian bermula dari tujuh pria pengunjung yang awalnya terlibat cekcok mulut dengan seorang pegawai wanita. Situasi semakin memanas ketika salah satu dari mereka menggebrak meja. “Pada saat itu, datang tujuh orang tamu yang belum diketahui identitasnya ke dalam kafe,” kata Maman Firmansyah pada Sabtu (17/1).

Polisi menduga kuat adanya kesalahpahaman antara pengunjung dengan salah satu karyawan yang kemudian memicu ketegangan. “Salah satu tamu diketahui menggebrak meja, dan saat saksi pelapor berusaha melerai,” terang Maman. Sayangnya, upaya melerai justru memicu aksi kekerasan. Salah satu pengunjung kemudian memukul leher korban menggunakan tangan kosong, membuat korban terpaksa meninggalkan lokasi kejadian untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kondusivitas lingkungan. “Diimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas dan segera melaporkan setiap tindak pidana yang terjadi di lingkungan sekitar,” sambungnya.

Penyelesaian Kasus Secara Restorative Justice

Meski awalnya menjadi perhatian publik dan viral, kasus pemukulan ini akhirnya menemukan titik terang. Maman mengungkapkan bahwa kasus tersebut telah diselesaikan secara restorative justice atau keadilan restoratif. Kedua belah pihak yang berselisih akhirnya sepakat untuk berdamai dan menyelesaikan masalah ini tanpa melanjutkannya ke proses peradilan pidana.

“Sudah damai, para pihak mau restorative justice,” kata Maman Firmansyah menegaskan penyelesaian kasus ini. Korban diketahui telah memberikan maaf kepada pelaku dan tidak berkeinginan untuk melanjutkan proses hukum lebih lanjut. “Betul (korban memaafkan dan tidak melanjutkan proses hukum),” ujar Maman, menutup keterangan terkait penyelesaian kasus tersebut.

Kasus ini menjadi contoh bagaimana kesalahpahaman kecil bisa berujung pada kekerasan fisik, namun penyelesaian melalui jalur musyawarah tetap menjadi pilihan terbaik untuk mengembalikan harmoni tanpa harus melibatkan proses hukum yang berlarut-larut. Masyarakat diingatkan untuk selalu menahan diri dan menyelesaikan konflik dengan kepala dingin.

Kericuhan di tempat karaoke Parung ini mengingatkan kita bahwa emosi sesaat bisa merusak hubungan sosial dan berujung pada masalah hukum. Kasus ini berhasil diselesaikan damai berkat kesadaran kedua belah pihak untuk mengedepankan musyawarah. Jangan biarkan amarah membutakan mata kita; selalu cari solusi tanpa kekerasan agar kedamaian di lingkungan sekitar tetap terjaga.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan