Banjir di Kelapa Gading, Jalan Boulevard dan Pegangsaan Dua Terendam

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Banjir melanda sejumlah titik di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, dengan ketinggian air bervariasi antara 5 hingga 35 sentimeter. Genangan air dilaporkan terjadi di sepanjang Jalan Boulevard hingga Jalan Pegangsaan Dua sejak pagi hari, namun hingga siang ini belum ada warga yang mengungsi.

Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Seto Handoko, memastikan bahwa meskipun beberapa ruas jalan masih terendam, arus lalu lintas untuk kendaraan roda empat mulai berangsur lancar. Sementara itu, sejumlah area khususnya di Jalan Boulevard Barat dan sekitarnya masih mengalami genangan cukup parah, mulai dari 15 hingga 35 sentimeter di depan Bank BNI dan Gading Batavia.

Berikut adalah rincian lokasi dan ketinggian air banjir di Kelapa Gading:

  1. Jalan Yos Sudarso (Halte Hangtuah/Kodamar): 5 cm.
  2. Jl. Boulevard Barat:

    • Gading Batavia/Shop and Drive: 15-20 cm.
    • Depan Bank BNI: 30-35 cm.
    • Danamon: 5 cm.
    • Emerald Tower/Honda: 10-15 cm.
    • Ace/Yoshinoya/Nissan: 10-15 cm.
    • Hypermart: 10-15 cm.
    • Rupom MOI: 10-15 cm.
    • Depan Bank BCA: 25-30 cm.
    • Depan Bank BRI: 5-10 cm.
    • Depan Maybank: 15 cm.
  3. Jalan GBI:

    • Samping Lottemart: 25-35 cm.
    • Paladian park: 5-10 cm.
    • RS MITRA: 30 cm.
    • Depan Ruko GBI: 5-10 cm.
  4. Jl. Nias Raya:

    • The Kew: 5-10 cm.
    • Hotel Santika: 10 cm.
    • Gereja Tiberias: 10 cm.
  5. Jalan BGR: Depan hotel Urban (10-15 cm).
  6. Jalan Perintis Kemerdekaan: Sekitar 20-30 cm.
  7. Jl. Boulevard Utara: Depan Bank BNI (10 cm).
  8. Jl. Hibrida:

    • Depan Sekolah Penabur: 30 cm.
    • Mitra Gading Villa: 20 cm.
  9. Kompleks TNI AL Kodamar (RW 12): Boulevard Utara RW 12 (15-25 cm).
  10. RW 022:

    • RT.01 (10-15 cm).
    • RT.02 (10-15 cm).
  11. Kelapa Gading Timur:

    • Jl. Raya Boulevard Timur (30 cm).
    • Jl. Raya Boulevard depan Mall Kelapa Gading (30 cm).
    • Jl. Raya Gading Indah, arah Polsek/Hotel Haris (15-20 cm).
  12. Pegangsaan Dua:

    • Jalan Kelapa Hibrida Raya (20-40 cm).
    • TL Pintu 3 Kelapa Hibrida (30-40 cm).
    • Jalan Raya Pegangsaan Dua (20-30 cm).
    • RW 14 Jl Kelapa Nias 1V (20-30 cm).
    • Gg. Masjid RW 03 Kp. Rawa Indah dari RT 01 s/d 07 (50-60 cm).
    • Jl Boulevard Timur Pegangsaan Dua (20-35 cm).

Situasi terkini menunjukkan bahwa akses kendaraan roda dua maupun roda empat di sebagian besar titik Pegangsaan Dua sudah bisa dilalui, meskipun kewaspadaan tetap diperlukan mengingat kondisi air yang masih menggenang.

Banjir yang melanda Jakarta, khususnya di kawasan Kelapa Gading, seringkali menjadi isu musiman yang berulang setiap tahunnya. Data dari berbagai sumber menyebutkan bahwa curah hujan ekstrem dalam beberapa jam terakhir menjadi pemicu utama meluapnya saluran drainase yang tidak mampu menampung debit air secara maksimal. Fenomena ini diperparah dengan tingginya intensitas pembangunan hunian dan area komersial yang mengurangi ruang resapan air alami. Jika kita melihat pola yang terjadi, banjir dengan ketinggian 30-60 cm bukan hanya mengganggu aktivitas transportasi, tetapi juga menyimpan potensi risiko kesehatan akibat kontaminasi air kotor dan penyakit bawaan seperti leptospirosis.

Solusi jangka panjang tentu membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Pemerintah perlu mempercepat normalisasi sungai dan pengerukan lumpur yang sudah menumpuk bertahun-tahun, sementara masyarakat harus mulai mengurangi perilaku membuang sampah sembarangan yang kerap menyumbat saluran air. Teknologi early warning system atau peringatan dini banjir juga perlu diperluas cakupannya agar warga di kawasan rawan seperti Kelapa Gading memiliki waktu lebih banyak untuk menyelamatkan harta benda mereka. Kita tidak bisa hanya bergantung pada respons darurat; transformasi infrastruktur hijau di perkotaan adalah kunci untuk meredam dampak perubahan iklim yang semakin tidak terduga.

Banjir di Kelapa Gading hari ini mengingatkan kita akan pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana yang lebih serius. Jangan biarkan genangan air hanya menjadi pemandangan biasa, tetapi jadikan momentum untuk memperbaiki sistem drainase dan kesadaran kolektif. Mari bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan mendorong kebijakan tata kota yang lebih berkelanjutan agar kita tidak terjebak dalam masalah yang sama berulang kali. Setiap tindakan kecil kita hari ini adalah investasi untuk keselamatan dan kenyamanan di masa depan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan