Banjir di Desa Idaman, Kecamatan Patia, Pandeglang, Banten, telah menggenangi 422 rumah warga selama satu pekan penuh. Bencana ini tidak hanya menyebabkan genangan, tetapi juga merusak tujuh unit rumah warga yang ambruk terjangan air. Kepala Desa Idaman, Ilman, pada Sabtu (17/1/2026) menyebutkan kerusakan terparah terjadi di Kampung Tajur dengan enam rumah hancur, sedangkan satu rumah lainnya di Karang Tengah juga mengalami nasib serupa.
Menurut Ilman, penyebab utama kejadian ini adalah luapan air disertai angin kencang yang menghantam bangunan. Akibatnya, warga mengalami kerugian materiil hingga puluhan juta rupiah. Pihak desa berencana membawa masalah ini ke tingkat kecamatan untuk mempercepat penanganan dan mengusulkan bantuan rekonstruksi bagi korban terdampak.
Situasi serupa dialami oleh warga bernama Iyat. Dinding rumahnya tidak mampu menahan derasnya air banjir dan kondisi bangunan yang sudah rapuh, sehingga ambruk. Selama seminggu terakhir, Iyat terpaksa memasak air hujan untuk dikonsumsi karena sumur di rumahnya keruh dan tidak layak pakai. Stok logistik pangan di rumahnya juga mulai menipis, sementara kebutuhan air bersih semakin mendesak.
Nasib malang juga menimpa Sakib, warga lainnya yang rumahnya roboh pada Minggu (11/1). Material bangunan yang lembap akibat terendam banjir dan sudah retak sebelumnya membuat rumahnya tidak kuat berdiri. Hingga saat ini, puing-puing bangunan milik Sakib belum dibersihkan karena lokasinya masih becek dan tergenang air.
Data menunjukkan bahwa bencana banjir seringkali meninggalkan dampak berantai, mulai dari kerugian fisik bangunan hingga krisis sumber daya bersih seperti yang dialami warga Desa Idaman. Fenomena ini mengingatkan kita akan pentingnya mitigasi bencana berbasis data mikro di tingkat desa. Pemetaan rawan banjir harus diperbarui secara berkala, mengingat perubahan pola cuaca belakangan ini semakin ekstrem. Selain infrastruktur fisik, aspek kesehatan publik juga menjadi perhatian kritis; konsumsi air hujan yang dimasak meskipun telah melalui proses pemanasan tetap memiliki risiko kontaminasi mikroba jika kualitas awal air hujan dan wadahnya tidak steril. Solusi jangka pendek yang bisa diterapkan adalah distribusi tablet penjernih air atau penyediaan dapur umum terpusat untuk memastikan asupan cairan warga tetap aman.
Banjir di Pandeglang juga menjadi cerminan bahwa kerentanan infrastruktur perumahan masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah besar. Banyak rumah di daerah pedesaan dibangun dengan material yang tidak tahan terhadap genangan jangka panjang, ditambah drainase yang kurang optimal. Kondisi ini diperparah oleh angin kencang yang seringkali menjadi “pemicu” runtuhnya struktur yang sudah rapuh. Dari perspektif manajemen krisis, keterlambatan evakuasi material puing pasca-banjir, seperti yang dialami Sakib, dapat meningkatkan risiko penyakit dan menghambat proses pemulihan mental warga. Penting bagi pemerintah setempat untuk segera menurunkan tim reaksi cepat guna membantu pembersihan dan assessment kerusakan, sekaligus menyalurkan bantuan logistik dan air bersih sebelum masalah kesehatan muncul lebih luas.
Banjir yang melanda Desa Idaman mengajarkan kita bahwa bencana tidak hanya soal air yang naik, tetapi juga tentang ketahanan hidup yang diuji. Setiap tetes air yang menggenang menyimpan cerita perjuangan warga mempertahankan dapur agar tetap mengepul dan atap agar tetap berdiri. Kita tidak bisa menghentikan hujan turun, namun kita selalu punya pilihan untuk membangun kepedulian dan menyalurkan bantuan terbaik kita. Mari jaga satu sama lain, karena solidaritas adalah benteng terkuat saat badai menerpa.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.