Petugas Imigrasi AS Tembak Mati Imigran Venezuela di Minneapolis, Picu Demonstrasi Besar

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Petugas Bea Cukai dan Imigrasi Amerika Serikat (ICE) terlibat insiden penembakan terhadap warga Venezuela di Minneapolis. Peristiwa ini terjadi setelah terjadi adu fisik antara kedua belah pihak. Kepala Polisi Minneapolis, Brian O’Hara, menyatakan bahwa agen federal melepaskan tembakan selama perkelahian tersebut dan mengenai seorang pria dewasa. Kejadian ini berlangsung pada Rabu malam waktu setempat, mengakibatkan imigran Venezuela itu terluka di bagian kaki.

Ini merupakan insiden penembakan kedua oleh agen ICE dalam waktu satu minggu di Minneapolis. Sebelumnya, pada 7 Januari, seorang wanita berusia 37 tahun bernama Renee Nicole Good tewas tertembak. Kematian tersebut memicu gelombang protes berkelanjutan terhadap keberadaan aparat federal di kota utara Amerika Serikat itu.

Menurut O’Hara, penembakan terhadap warga Venezuela itu memicu kerumunan demonstran di lokasi kejadian. Beberapa peserta aksi protes bahkan terlibat konflik dengan melemparkan kembang api ke arah petugas. Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) kemudian mengonfirmasi insiden tersebut melalui platform X.

DHS menyebutkan bahwa penembakan dilakukan terhadap “imigran ilegal dari Venezuela” karena pelaku melakukan perlawanan saat penghentian lalu lintas dan penangkapan. Situasi semakin memanas ketika dua orang keluar dari apartemen terdekat dan menyerang petugas menggunakan sekop salju serta gagang sapu saat subjek dan penegak hukum bergumul di tanah.

Para pejabat terpilih di Minneapolis dan negara bagian Minnesota mengecam tindakan agen DHS, termasuk yang bertugas di ICE. Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey, menyatakan situasi ini tidak berkelanjutan. Ia menilai kehadiran agen ICE dan Patroli Perbatasan justru menciptakan kekacauan di kota dan negara bagian tersebut.

Gubernur Minnesota, Tim Walz, juga menyoroti masalah ini melalui video yang diunggah ke media sosial. Ia mengecam kekacauan, gangguan, serta trauma yang ditimbulkan pemerintah federal terhadap warga Minneapolis. Walz menggambarkan aksi interogasi dari pintu ke pintu yang dilakukan agen ICE sebagai tindakan yang dilakukan oleh aparat “bersenjata, bertopeng, dan kurang terlatih”.

Meskipun terdapat konflik yang terjadi, data menunjukkan bahwa imigrasi berperan besar dalam pertumbuhan populasi tenaga kerja di AS. Berdasarkan laporan Congressional Budget Office (CBO) terbaru tahun 2024, peningkatan arus masuk imigran diperkirakan akan menambah sekitar 5,2 juta orang ke angkatan kerja AS antara tahun 2023 hingga 2026. Ini memberikan perspektif ekonomi yang kompleks di balik ketegangan keamanan yang terjadi di lapangan.

Kasus di Minneapolis menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan imigrasi sering kali berbenturan dengan realitas sosial di tingkat akar rumput. Ketegangan antara penegakan hukum dan masyarakat lokal menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih manusiawi dan terkoordinasi. Situasi ini mengajarkan bahwa solusi jangka panjang memerlukan keseimbangan antara keamanan perbatasan dan hak asasi manusia, di mana dialog terbuka antara pemerintah federal dan daerah menjadi kunci utama meredakan konflik yang berkepanjangan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan