Jenazah Syafiq Pendaki yang Hilang di Gunung Slamet Akhirnya Dimakamkan di Magelang

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Berikut adalah hasil parafrase artikel sesuai dengan perintah dan aturan yang berlaku.

Jenazah Syafiq Ali, pendaki gunung yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Gunung Slamet, telah tiba di rumah duka yang berlokasi di Magelang. Almarhum langsung dikebumikan setelah prosesi salat jenazah dilaksanakan di masjid yang tak jauh dari kediaman keluarga.

Mengutip laporan detikJateng pada Jumat, 16 Januari 2026, tubuh Syafiq dinyatakan sampai di rumah duka pada Kamis, 15 Januari malam hari. Kendaraan ambulans pengangkut peti jenazah Syafiq Ali memasuki area Masjid Baiturrosyidin Perum Depkes Kota Magelang sekitar pukul 20.26 WIB. Peti jenazah kemudian diangkat oleh tim Basarnas beserta para relawan untuk dibawa masuk ke dalam masjid.

Prosesi salat jenazah diikuti oleh anggota keluarga dan para pelayat yang hadir. Turut hadir dalam suasana duka tersebut adalah Pj Sekda Kota Magelang, Larsita, yang terlihat berada di dalam masjid.

Setelah prosesi salat usai, jenazah almarhum Syafiq Ali kemudian dibawa menuju lokasi peristirahatan terakhirnya di Pemakaman Umum Sidotopo, Kelurahan Kedungsari. Wali Kota Magelang, Prasetyono, juga tampak hadir mendampingi proses pemakaman tersebut.

Catur Budi Fajar Sumarmo, selaku Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Magelang, menyampaikan harapannya agar keluarga yang ditinggalkan dapat ikhlas melepaskan kepergian Syafiq Ali.

“Insyaallah sudah mengikhlas (Mas Ali bisa) pulang ke Kota Magelang. Ini bukan makam keluarga, tapi Makam Sidotopo. Dengan alasan kalau Mas Dhani dan Mbak Tari mau (ziarah) dekat,” ujar Catur.

Analisis Situasi dan Konteks Penanganan SAR

Hilangnya pendaki di gunung seperti Gunung Slamet bukanlah kasus yang jarang terjadi, mengingat medan pegunungan yang kompleks dan cuaca yang cepat berubah. Data dari berbagai organisasi penyelamat menunjukkan bahwa faktor kelelahan, tersesat, serta kondisi cuaca ekstrem adalah penyebab utama kecelakaan pendakian. Penanganan evakuasi di medan sulit seperti Gunung Slamet seringkali membutuhkan waktu berhari-hari karena keterbatasan akses jalan dan medan berat yang harus dilalui tim SAR gabungan.

Dalam konteks ini, kolaborasi antara Basarnas, relawan, dan pemerintah daerah terlihat berjalan dengan koordinasi yang baik, terbukti dari kehadiran pejabat setempat dalam prosesi pemakaman. Ini menunjukkan perhatian serius terhadap keselamatan warga dan penghormatan terhadap proses adat.

Studi Kasus: Pentingnya Persiapan Sebelum Mendaki

Kasus yang menimpa Syafiq Ali mengingatkan kita akan pentingnya persiapan matang sebelum mendaki. Berdasarkan data kecelakaan pendakian di Indonesia, kurangnya persiapan logistik, cuaca buruk, dan tidak membawa peralatan navigasi menjadi alasan dominan kecelakaan. Sebuah studi kasus pada pendakian di gunung tinggi menunjukkan bahwa pendaki yang membawa peluit, senter, dan peta topografi memiliki peluang lebih besar untuk bertahan hidup lebih lama saat tersesat dibandingkan mereka yang tidak membawa peralatan darurat.

Pendaki juga disarankan untuk selalu melaparkan diri ke pos pendakian terdekat dan tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan jika cuaca mulai buruk. Edukasi mengenai safety pendakian harus terus digaungkan untuk meminimalisir angka kecelakaan di masa depan.

Perjalanan panjang Syafiq Ali akhirnya berakhir di tanah kelahirannya, Magelang. Semoga prosesi pemakaman ini memberikan kedamaian bagi keluarga yang ditinggalkan dan menjadi pengingat bagi setiap pendaki untuk selalu memprioritaskan keselamatan di atas segalanya. Mari kita doakan agar almarhum husnul khatimah dan diterima di sisi-Nya, sekaligus mengambil hikmah dari setiap peristiwa untuk lebih berhati-hati dalam menjelajah alam.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan