Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melakukan pertemuan tertutup dengan pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, di Gedung Putih pada Kamis (15/01). Dalam agenda makan siang tersebut, Machado menyerahkan medali Hadiah Nobel Perdamaian yang diterimanya kepada Trump sebagai bentuk pengakuan atas komitmen sang presiden terhadap kebebasan rakyat Venezuela. Pihak Gedung Putih telah mengonfirmasi niat Trump untuk menyimpan medali tersebut. Machado menyatakan pertemuan itu berjalan baik dan optimis bahwa para pendukungnya bisa mengandalkan dukungan presiden AS.
Sebelumnya, Trump sempat meremehkan penobatan Machado sebagai penerima Nobel pada Desember 2025, meskipun dirinya diketahui sangat menginginkan penghargaan tersebut. Namun, hubungan mereka mulai mencair, terutama setelah Machado sempat menawarkan untuk berbagi hadiah Nobel dengan Trump, meskipun aturan Institut Nobel melarang hal tersebut. Usai pertemuan, Trump memuji Machado sebagai “perempuan luar biasa” dan membagikan momen tersebut di platform Truth Social, menggambarkan saling penghormatan yang terjalin.
Meski demikian, dinamika politik di Venezuela tetap kompleks. Setelah penggulingan Presiden Nicolas Maduro akibat serangan AS di Caracas pada 3 Januari 2026, Trump justru menyingkirkan Machado dari bursa kepemimpinan dengan alasan kurangnya dukungan dan penghormatan di dalam negeri. Trump lebih memilih bekerja sama dengan wakil Maduro, Delcy Rodriguez, serta tokoh-tokoh lain dari lingkaran dalam Maduro untuk mengoperasionalisasikan pemerintahan saat ini. Pada Rabu (14/05), Trump melakukan pembicaraan telepon pertama dengan Rodriguez, memuji kemajuan luar biasa yang terjadi sejak Maduro lengser, termasuk pembahasan mengenai minyak, mineral, perdagangan, dan keamanan nasional.
Rodriguez sendiri menanggapi positif, menyebut pembicaraan itu produktif dan penuh saling menghormati. Dalam pidato nasionalnya pada Kamis (15/06), Rodriguez menyerukan diplomasi yang lebih erat dengan Washington, sebuah perubahan nada yang tajam dibandingkan pendahulunya. Ia menekankan pentingnya tidak takut terhadap diplomasi AS, sambil membebaskan ratusan tahanan politik yang ditahan selama era Maduro.
Di sektor energi, pemerintahan yang baru mengincar investasi besar dari Amerika Serikat. Trump mengumumkan rencana mengendalikan sumber daya minyak Venezuela tanpa batas waktu dan memperkenalkan proyek senilai 100 miliar dolar AS (sekitar Rp1,5 kuadriliun) untuk mengembangkan industri minyak negara tersebut. Langkah ini mencakup pencegatan kapal tanker minyak ilegal di laut, yang sebagian besar berada di bawah sanksi AS atau merupakan bagian dari “armada bayangan”. Komando Selatan AS menegaskan bahwa hanya minyak yang dikoordinasikan secara tepat dan sah yang boleh keluar dari Venezuela.
Rodriguez telah mengajukan reformasi undang-undang hidrokarbon untuk menarik lebih banyak investasi, yang memungkinkan aliran dana masuk ke sektor-sektor baru dan infrastruktur yang belum berkembang. Dana dari penjualan minyak akan dialokasikan untuk proyek kesehatan publik dan perbaikan infrastruktur. Namun, skeptisisme masih muncul dari sektor swasta; CEO ExxonMobil, Darren Woods, menyatakan Venezuela saat ini “tidak layak diinvestasikan” tanpa perubahan signifikan pada kerangka hukum dan komersial.
Dengan latar belakang konflik yang berlarut-larut, situasi politik dan ekonomi Venezuela kini memasuki babak baru yang penuh dengan negosiasi strategis. Kepemimpinan sementara berusaha menyeimbangkan hubungan diplomatik dengan kebutuhan mendesak untuk memulihkan ekonomi negara melalui sektor migas. Sementara itu, posisi Maria Corina Machado tetap menjadi simbol perlawanan, meskipun pengaruh politiknya mulai tergeser oleh kepentingan geopolitik yang lebih besar. Dinamika ini menunjukkan betapa rumitnya membangun stabilitas pasca-konflik, di mana kepentingan asing dan domestik saling bertaut. Para pemangku kepentingan di Venezuela kini dihadapkan pada pilihan krusial: melanjutkan isolasi atau membuka diri terhadap kerja sama internasional untuk masa depan yang lebih baik. Perjalanan panjang menuju demokrasi dan pemulihan ekonomi masih harus ditempuh dengan penuh kehati-hatian dan strategi yang matang.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.