Truk Mundur Tabrak Fortuner Hingga Ringsek di Depok Usai Gagal Nanjak

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Truk menabrak mobil Fortuner di Jalan Muchtar Raya, Depok, pada Kamis (15/1/2026) pagi. Insiden ini bermula ketika truk tersebut gagal menanjak dan justru mundur menabrak mobil di belakangnya.

Akibat kejadian itu, bagian depan mobil Fortuner ringsek parah. Tabrakan tersebut juga menyebabkan kemacetan panjang di kedua arah lalu lintas. Hingga berita ini diturunkan, arus kendaraan mulai berangsur-angsur lancar setelah truk dievakuasi.

Kanit Laka Satlantas Polres Metro Depok, Iptu Pujiono, memastikan tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Polisi masih berada di lokasi untuk mengatur lalu lintas yang mulai normal menuju arah Sawangan maupun Tol Desari.


Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk dan mobil Fortuner di Depok menyoroti pentingnya kesiapan mesin dan rem kendaraan berat saat melewati medan menanjak. Insiden yang terjadi di Jalan Muchtar Raya ini menjadi pengingat bahwa beban berat yang tidak didukung kondisi mesin optimal dapat memicu mundurnya kendaraan secara tiba-tiba, membahayakan pengguna jalan lain.

Data dari berbagai kasus serupa menunjukkan bahwa faktor human error dan kurangnya perawatan rutin menjadi penyebab dominan. Berdasarkan studi Kementerian Perhubungan tahun 2023, sekitar 40% kecelakaan truk di jalur pegunungan disebabkan oleh sistem pengereman yang tidak berfungsi optimal. Hal ini mengharuskan pemilik armada melakukan pengecekan berkala, terutama pada bagian transmisi dan rem, sebelum menjalankan truk di jalur dengan kemiringan ekstrem seperti di Depok.

Bayangkan sebuah truk bermuatan penuh berusaha mendaki tanjakan curam. Ketika tenaga mesin tidak cukup untuk melawan gravitasi, truk akan mulai meluncur mundur. Dalam hitungan detik, pengemudi harus mampu mengendalikan laju kendaraan sebelum menabrak objek di belakangnya seperti yang terjadi pada mobil Fortuner. Situasi ini menuntut kewaspadaan ekstra dan teknik mengemudi yang benar, yaitu dengan memposisikan gigi rendah (low gear) untuk memanfaatkan engine brake.

Fungsi engine brake atau rem mesin sangat vital untuk truk di jalur menanjak. Dengan menurunkan gigi persneling, putaran mesin dijaga agar tetap stabil dan memberikan tahanan yang cukup untuk mencegah mundur secara tiba-tiba. Sayangnya, banyak pengemudi yang mengabaikan teknik ini dan lebih mengandalkan rem kaki saja, yang berisiko menyebabkan rem blong akibat panas berlebih (fading).

Selain faktor teknis, aspek kewaspadaan pengemudi juga menjadi kunci. Kelelahan mengemudi dalam waktu lama seringkali menurunkan konsentrasi saat menghadapi situasi kritis seperti tanjakan curam. Pada kasus di Depok, truk mundur dan menabrak Fortuner yang berada tepat di belakangnya. Tanpa jarak aman yang cukup, mobil penumpang menjadi korban langsung karena tidak memiliki ruang untuk menghindar.

Pihak kepolisian mengimbau agar pengemudi truk selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum berkendara. Sistem pengereman, kondisi ban, dan oli mesin harus berada dalam kondisi prima. Jika truk mulai kehilangan tenaga saat menanjak, segera beri tanda bahaya kepada pengendara di belakang dan cari tempat aman untuk berhenti sejenak guna mendinginkan mesin atau merestart posisi mendaki.

Kecelakaan di Depok ini juga membuka wawasan tentang pentingnya infrastruktur jalan yang mendukung. Jalan menanjak dengan kondisi permukaan licin saat hujan membutuhkan perhatian ekstra dari pengelola jalan. Pemasangan rambu peringatan atau jalur khusus kendaraan berat bisa menjadi solusi untuk meminimalisir risiko kecelakaan serupa di masa depan.

Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Jangan biarkan kelalaian kecil menyebabkan kerugian besar. Selalu waspada, periksa kondisi kendaraan, dan utamakan keselamatan di atas segalanya. Setiap perjalanan harus berakhir dengan selamat untuk kembali ke keluarga tercinta.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan