Joki Jambret iPhone 16 Pro Wanita di Kelapa Gading Dibekuk Polisi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Seorang pria berinisial Rahul Afriyasis (25) berhasil diringkus polisi karena terlibat dalam kasus penjambretan tas berisi iPhone 16 Pro milik seorang wanita di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Seto Handoko Putra, membenarkan penangkapan tersebut dan menyatakan bahwa Rahul telah resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Penangkapan Rahul bermula dari pengembangan penyelidikan terhadap keterangan tersangka lainnya, M Deni (22), yang merupakan pelaku utama penjambretan. Berdasarkan informasi dari Deni, polisi berhasil melacak keberadaan Rahul di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Rahul mengakui perannya sebagai joki dalam aksi pencurian tersebut.

“Rahul mengakui bahwa dia benar-benar terlibat dalam pencurian bersama Deni di lokasi kejadian,” ujar Kompol Seto dalam keterangan resminya pada Minggu (11/1/2026). Polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dari tangan Rahul, termasuk sebuah sweater, sepasang sandal, satu unit handphone merek Techno, dan satu buah kartu SIM.

Aksi penjambretan tersebut terjadi pada Minggu pagi, 4 Januari 2026. Setelah berhasil menjambret tas korban, pelaku kemudian menjual iPhone 16 Pro yang didapatkannya. Hasil penjualan sebesar Rp 2 juta dibagi rata antara kedua pelaku, masing-masing mendapatkan Rp 1 juta. Uang tersebut digunakan untuk kegiatan yang tidak bertanggung jawab, termasuk membeli narkoba jenis sabu.

“Uang hasil jambret digunakan untuk foya-foya, termasuk membeli sabu. Saat kami tangkap, pelaku sedang dalam keadaan menggunakan sabu,” jelas Kompol Seto saat memberikan keterangan kepada wartawan pada Rabu (7/1).

Polisi juga mengungkap bahwa iPhone 16 Pro hasil curian tersebut dijual kepada seseorang berinisial R yang tinggal di kawasan Kali Betik, Koja, Jakarta Utara. Kedua pelaku kini telah ditahan dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Dalam kasus ini, polisi menekankan pentingnya kerja sama antar pelaku dalam mengungkap kejahatan. Pengakuan dari salah satu tersangka menjadi kunci penting dalam menangkap pelaku lainnya. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam membawa barang berharga di tempat umum.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa kejahatan jalanan masih menjadi ancaman serius. Masyarakat diminta untuk tidak lengah dan selalu menjaga keselamatan diri serta barang berharga. Aparat kepolisian terus berupaya memberantas tindak kejahatan dengan meningkatkan patroli dan respons cepat terhadap laporan masyarakat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan