Investor Pemula Wajib Tahu Jenis-jenis Return di Pasar Modal

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Sebelum memulai perjalanan investasi, penting untuk memahami potensi imbal hasil atau return yang bisa diperoleh. Setiap instrumen investasi, terutama di pasar modal, memiliki karakteristik return yang berbeda-beda. Return investasi adalah hasil yang diperoleh investor dari investasinya dalam jangka waktu tertentu, bisa berupa keuntungan dari kenaikan nilai investasi atau sebaliknya kerugian. Return ini digunakan sebagai tolok ukur untuk menilai kinerja suatu investasi, seperti disampaikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam unggahan di akun Instagram @ojkindonesia, Minggu (11/1/2026).

OJK menjelaskan beberapa jenis return investasi. Pertama, capital gain atau keuntungan modal, yang diperoleh dari selisih harga beli dan harga jual aset investasi seperti saham, obligasi/sukuk, dan reksadana. Ini terjadi ketika investor menjual aset dengan harga lebih tinggi dari harga pembelian.

Kedua, pendapatan pasif atau periodik. Selain kenaikan harga aset, investor bisa mendapatkan penghasilan rutin melalui dividen dan kupon/bunga. Dividen adalah bagian dari keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham, cocok bagi investor yang mencari passive income, seperti dalam investasi saham.

Sementara itu, kupon/bunga merupakan pendapatan rutin yang diterima investor secara berkala selama memegang instrumen seperti obligasi atau sukuk. Jenis ini cocok bagi investor yang menginginkan arus kas yang stabil dan terjadwal.

Total return merupakan kombinasi dari capital gain dan pendapatan periodik yang diterima investor selama periode investasi.

Data Riset Terbaru:
Studi dari Universitas Indonesia (2025) menunjukkan bahwa investor yang memahami jenis-jenis return cenderung membuat keputusan investasi yang lebih bijak dan memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi. Penelitian lain dari Bursa Efek Indonesia (2024) mengungkapkan bahwa investor yang mengandalkan dividen sebagai sumber penghasilan pasif memiliki tingkat kepuasan investasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang hanya mengandalkan capital gain.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Mengenal jenis-jenis return investasi bukan hanya soal memahami istilah, tetapi juga tentang merancang strategi investasi yang sesuai dengan tujuan keuangan Anda. Capital gain cocok bagi investor jangka panjang yang siap menunggu kenaikan nilai aset, sementara pendapatan pasif seperti dividen dan kupon/bunga lebih cocok bagi investor yang membutuhkan arus kas rutin. Dengan memahami perbedaan ini, Anda bisa merancang portofolio yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan keuangan Anda.

Studi Kasus:
Pak Budi, seorang pensiunan, memilih investasi reksadana pendapatan tetap dan saham dividen tinggi untuk memastikan aliran pendapatan rutin setiap bulan. Strategi ini membantunya memenuhi kebutuhan hidup tanpa harus menguras tabungan pokoknya. Sementara itu, Bu Ani, seorang profesional muda, fokus pada saham growth dengan harapan mendapatkan capital gain besar di masa depan, meskipun tidak mendapatkan dividen rutin.

Infografis:

  • Capital Gain: Keuntungan dari selisih harga beli dan jual

    • Cocok untuk: Investor jangka panjang
    • Contoh: Saham, obligasi, reksadana
  • Pendapatan Pasif: Penghasilan rutin dari dividen dan kupon/bunga

    • Cocok untuk: Investor yang butuh arus kas stabil
    • Contoh: Saham dividen, obligasi, sukuk
  • Total Return: Kombinasi capital gain dan pendapatan periodik

Pahami jenis return investasi sebelum memulai, karena pemahaman yang baik akan membawa Anda pada keputusan investasi yang lebih bijak dan sesuai dengan tujuan keuangan Anda. Mulailah dengan merencanakan strategi yang seimbang antara capital gain dan pendapatan pasif untuk membangun portofolio yang sehat dan menguntungkan.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan