Demo Berdarah Tewaskan 500 Orang, Iran Tetapkan Masa Berkabung Nasional 3 Hari

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Keributan yang melanda Iran terus membesar hingga menelan korban jiwa sekitar 500 orang. Pemerintahan Iran kemudian mengumumkan masa berkabung selama tiga hari untuk menghormati warga yang gugur dalam peristiwa tersebut.

Pernyataan resmi ini dikeluarkan oleh pihak berwenang Iran pada hari Minggu (11/1) menurut waktu setempat. Mereka menyebut para korban sebagai ‘martir dari gerakan perlawanan nasional Iran melawan Amerika Serikat dan rezim zionis’.

Dilansir dari CNN International, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB) menjelaskan bahwa rakyat Iran telah merasakan langsung tindakan terorisme keji yang dilakukan oleh kelompok bersenjata di area perkotaan, mirip dengan aksi ISIS, terhadap warga sipil, anggota Basij, dan pasukan keamanan. Tindakan tersebut telah menyebabkan kematian dalam jumlah besar serta tingkat kekerasan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Lebih dari 100 personel pasukan keamanan Iran dilaporkan tewas sejak awal gelombang protes. Sementara itu, menurut data dari HRANA, sebuah organisasi hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat, sekitar 500 demonstran telah meninggal dunia dan lebih dari 10.000 orang telah ditahan dalam kurun waktu 15 hari terakhir.

Pemerintah Iran juga mengimbau rakyatnya untuk terus menentang Amerika Serikat dan Israel. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengajak seluruh warga pada hari Senin (12/1) untuk mengikuti pawai nasional yang bertujuan mengecam kekerasan yang mereka tuduhkan sebagai ulah kedua negara tersebut. Menurut siaran televisi pemerintah, Pezeshkian menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam “pawai perlawanan nasional” sebagai bentuk aksi demonstrasi besar-besaran.

Aksi demonstrasi di Iran awalnya muncul pada akhir bulan Desember sebagai reaksi atas krisis mata uang. Namun, seiring berjalannya waktu, protes ini semakin meluas dan jumlah pesertanya terus meningkat karena banyak warga Iran yang mulai menyerukan perubahan besar terhadap sistem pemerintahan otoriter yang berlaku di negara mereka.

Pejabat Iran telah mengeluarkan ancaman tegas terhadap demonstrasi skala besar ini, dan berdasarkan catatan dari kelompok hak asasi manusia, puluhan demonstran telah menjadi korban jiwa. Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mundur sedikit pun dalam menghadapi gelombang protes yang terus bergulir.

Fakta Tambahan:

  • Korban tewas mencapai sekitar 500 orang, termasuk warga sipil dan pasukan keamanan.
  • Lebih dari 10.000 orang telah ditahan sejak awal protes.
  • Aksi protes awalnya dipicu oleh krisis ekonomi, namun berkembang menjadi tuntutan reformasi politik.
  • Pemerintah Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel berada di balik kekerasan.

Studi Kasus Singkat:
Pada 28 Desember, demonstrasi pertama kali pecah di kota Mashhad, kota suci terbesar di Iran. Aksi tersebut awalnya fokus pada isu ekonomi seperti inflasi tinggi dan devaluasi mata uang. Namun, dalam hitungan hari, protes menyebar ke lebih dari 100 kota di seluruh negeri, dengan peserta yang mulai meneriakkan tuntutan reformasi politik dan bahkan menyerukan pengunduran diri para pemimpin tertinggi. Hal ini menunjukkan bagaimana ketidakpuasan ekonomi dapat memicu gelombang protes yang lebih luas terhadap sistem pemerintahan.

Infografis Singkat:

  • Tanggal Mulai Protes: 28 Desember 2025
  • Kota Awal: Mashhad
  • Jumlah Kota Terdampak: Lebih dari 100
  • Korban Tewas: Sekitar 500 orang
  • Jumlah Penahanan: Lebih dari 10.000 orang
  • Tuntutan Awal: Reformasi ekonomi
  • Tuntutan Lanjutan: Reformasi politik dan pengunduran diri pemimpin tertinggi

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ketidakpuasan rakyat, jika tidak ditangani dengan bijak, dapat memicu gelombang protes yang meluas dan mengancam stabilitas nasional. Bagi Iran, ini adalah ujian berat dalam menjaga ketertiban sekaligus merespons tuntutan rakyat. Bagi dunia internasional, ini adalah momentum penting untuk memahami dinamika politik dalam negeri Iran yang kompleks dan berdampak luas pada stabilitas kawasan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan