Puting Beliung Terjang Kota Banjar, Stadion GBP Mengalami Kerusakan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

BANJAR, Thecuy.com – Kecamatan Langensari diguncang angin kencang pada Sabtu (10/1/2026). Angin kencang ini merusak gedung Stadion Gelora Banjar Patroman (GBP) Langensari.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Banjar, H Kaswad, menyatakan bahwa angin puting beliung menghancurkan gedung Stadion Gelora Banjar Patroman GBP Langensari pada Sabtu siang.

“Menyebabkan kaca tribun bagian depan (pintu masuk stadion) pecah berserakan, meruntuhkan atap dan langit-langit di lantai dua stadion,” ujarnya, Minggu (11/1/2026).

MUI Kota Banjar Sebut Jasa Sewa Pacar Haram!Saat Wali Kota dan Bupati Tasikmalaya Masuk dalam Satu Frame Bersama Presiden RI!

Stadion GBP Langensari rusak karena diterjang angin puting beliung. Kerusakan terjadi pada kaca tribun berukuran 12×12 meter yang pecah. Plafon di lantai dasar dan lantai dua pojok sebelah kanan stadion ambruk, serta kerusakan atap stadion GBP di lima titik lainnya.

Pihaknya memperkirakan jumlah kerugian akibat bencana itu mencapai puluhan juta rupiah.

“Kerugian (kerusakan stadion GBP Langensari), ditaksir mencapai sekitar Rp50 juta,” ujarnya.

Meski mengalami kerusakan parah di beberapa titik, aktivitas olahraga di Stadion GBP Langensari tidak terganggu. Pihaknya akan mengajukan perbaikan atas kerusakan stadion GBP Langensari.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar, Ruhimat, mengatakan bahwa bencana angin puting beliung menerjang stadion GBP Langensari dan sekitarnya. Namun, yang terdampak hanya di stadion.

“Kami langsung lakukan assessment dan mengevakuasi material pecahan kaca ataupun langit-langit, supaya tidak membahayakan pengunjung,” katanya.

Akibat kejadian tersebut, pihaknya memastikan tidak adanya korban jiwa dan menaksirkan kerugian pasca bencana angin puting beliung mencapai juta rupiah. (Anto Sugiarto)

Data Riset Terbaru:
Studi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tahun 2025 menunjukkan peningkatan frekuensi angin puting beliung di wilayah Jawa Barat sebesar 23% dalam lima tahun terakhir. Faktor utama penyebabnya adalah perubahan iklim dan pola cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Angin puting beliung merupakan fenomena cuaca lokal yang sangat merusak, meskipun durasinya singkat. Daya rusaknya bisa setara dengan angin topan kategori F0-F1 dalam skala Fujita. Kerusakan terbesar biasanya terjadi pada struktur bangunan yang tidak dirancang untuk menahan tekanan angin secara vertikal dan horizontal secara bersamaan.

Studi Kasus:
Sebuah studi kasus di Yogyakarta tahun 2024 menunjukkan bahwa bangunan publik dengan atap berbahan seng dan rangka ringan mengalami kerusakan lebih parah dibandingkan bangunan dengan atap beton bertulang saat diterjang angin puting beliung.

Infografis:

  • Kecepatan angin puting beliung: 64-116 km/jam
  • Diameter lintasan: 10-100 meter
  • Durasi: 5-30 menit
  • Kerusakan paling sering: atap, kaca, dan plafon

Jangan anggap remeh angin puting beliung! Siapkan rencana evakuasi dan pastikan bangunan publik dilengkapi sistem peringatan dini. Mari tingkatkan kesiapsiagaan bencana alam di lingkungan kita demi keselamatan bersama.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan