
BANJAR, Thecuy.com – Awal tahun 2026 diwarnai dengan aksi pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjar. Seluruh pegawai wajib menjalani tes urin untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan zat terlarang di internal.
Tutut Prasetyo, Kepala Lapas Banjar, menjelaskan bahwa tes ini merupakan bagian dari program pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika (P4GN) yang dicanangkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Kami melaksanakan tes urin kemarin sore, Kamis, 8 Januari 2026, sebagai implementasi dari 15 aksi nyata Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ujarnya pada Jumat, 9 Januari 2026.
Saat Wali Kota dan Bupati Tasikmalaya Masuk dalam Satu Frame Bersama Presiden RI!Dana Desa 2026 Terjun Bebas, Kades Harus Putar Otak untuk Penuhi Usulan Masyarakat
Tes ini dilakukan menyeluruh kepada seluruh staf Lapas Banjar, bertujuan untuk deteksi dini dan menjaga integritas serta profesionalisme aparatur.
Menurut Tutut, langkah ini mencerminkan komitmen Lapas Banjar dalam membangun lingkungan kerja yang bersih, berintegritas, serta bebas dari pengaruh narkotika.
Ia menegaskan bahwa pemberantasan narkoba harus dimulai dari dalam, dari para petugas yang menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.
“P4GN bukan hanya sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan melalui langkah nyata seperti tes urin, dan ini akan terus kami lakukan secara berkala,” tegasnya.
Tutut menambahkan bahwa seluruh pegawai Lapas Banjar harus menjadi teladan, memiliki integritas tinggi, dan benar-benar bersih dari narkoba serta praktik-praktik menyimpang lainnya. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh pegawai dinyatakan negatif tanpa indikasi penyalahgunaan narkotika.
Hasil tersebut dinilai sebagai bukti nyata konsistensi dan keseriusan jajaran Lapas Banjar dalam mendukung kebijakan P4GN serta menjaga marwah institusi pemasyarakatan.
“Kami meneguhkan tekad untuk terus mendukung kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan Lapas yang aman, tertib, dan bebas dari narkotika,” ujarnya.
Sidang Duplik Selesai, Kelanjutan Nasib Terdakwa Endang Juta Ditentukan Pekan DepanKuota Dibeli Tapi Hangus Karna Dibatasi Masa Aktif, Masyarakat Priangan Timur Mengaku Rugi
Langkah ini juga diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan, yang selama ini kerap mendapatkan stigma negatif, meskipun pada kenyataannya tidak semua lembaga pemasyarakatan memiliki kondisi yang sama. (Anto Sugiarto)
Studi Kasus: Keberhasilan Program P4GN di Lapas Banjar
Program P4GN di Lapas Banjar menjadi contoh nyata bagaimana pendekatan preventif dan deteksi dini bisa menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan profesional. Dengan melibatkan seluruh pegawai dalam tes urin berkala, Lapas Banjar berhasil membangun budaya kerja yang bebas dari narkotika.
Hasilnya, tidak hanya kinerja pegawai yang meningkat, tetapi juga kepercayaan publik terhadap lembaga pemasyarakatan ikut terangkat. Ini membuktikan bahwa komitmen terhadap integritas dan profesionalisme bisa menjadi fondasi kuat dalam membangun institusi yang dipercaya masyarakat.
Infografis: Langkah-Langkah P4GN di Lapas Banjar
- 1. Tes Urin Berkala untuk Seluruh Pegawai
- 2. Sosialisasi Bahaya Narkotika
- 3. Pembinaan Integritas dan Profesionalisme
- 4. Monitoring dan Evaluasi Berkala
- 5. Kolaborasi dengan Instansi Terkait
Analisis Unik: Mengapa Program P4GN Penting?
Program P4GN tidak hanya bertujuan mencegah penyalahgunaan narkotika, tetapi juga membangun budaya kerja yang sehat dan profesional. Dengan melibatkan seluruh pegawai dalam tes urin berkala, institusi dapat memastikan integritas dan profesionalisme aparatur.
Selain itu, program ini juga menjadi bentuk komitmen terhadap pemberantasan narkoba, yang tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi juga masyarakat luas. Dengan pendekatan preventif dan deteksi dini, institusi dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman, tertib, dan bebas dari pengaruh narkotika.
Keberhasilan program P4GN di Lapas Banjar menjadi bukti nyata bahwa komitmen terhadap integritas dan profesionalisme bisa menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan dipercaya masyarakat. Dengan pendekatan preventif dan deteksi dini, institusi dapat memastikan tidak adanya penyalahgunaan narkotika di internal, serta membangun budaya kerja yang bersih dan profesional. Mari kita dukung langkah-langkah nyata seperti ini untuk menciptakan institusi yang aman, tertib, dan bebas dari narkotika.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.