Pemerintah Kota Tasikmalaya mulai mengupayakan peningkatan kesehatan publik sejak awal tahun 2026. Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi, mencanangkan program Tasik Gemas (Gerakan Masyarakat Sehat) sebagai upaya membiasakan olahraga rutin, bukan sekadar agenda seremonial. Gerakan ini dirancang lintas sektor dengan keterlibatan aktif aparatur sipil negara (ASN), dunia pendidikan, hingga masyarakat umum.
Viman menekankan bahwa Gemas bukan urusan satu dinas saja, melainkan menjadi kebiasaan bersama. ASN dituntut menjadi pelopor, kemudian mengajak masyarakat. Sebagai inisiator, Pemerintah Kota Tasikmalaya menggelar senam bersama ASN setiap Jumat di Bale Kota, dengan jadwal rutin dua kali dalam sebulan di Jumat pekan kedua dan keempat. Tujuannya adalah menggeser pola hidup pasif menuju gaya hidup aktif.
Pendekatan Gemas lebih condong pada langkah preventif dan promotif, bukan hanya menangani penyakit setelah terjadi. Viman menyatakan bahwa tujuan utamanya adalah menjaga kesehatan masyarakat sejak dini, sehingga badan dan jiwa tetap kuat. Sebagai pelengkap, setiap kegiatan olahraga massal juga dibarengi layanan cek kesehatan gratis agar warga tidak hanya bergerak, tetapi juga sadar akan kondisi tubuhnya.
Mengenai anggapan bahwa olahraga membuat tubuh cepat lelah, Viman menyebutnya sebagai mitos. Menurutnya, secara medis, olahraga justru memicu produksi endorfin dan serotonin yang membuat tubuh merasa segar, bukan lelah. Keberhasilan Tasik Gemas, lanjutnya, sangat bergantung pada konsistensi dan keteladanan, terutama dari ASN dan para pemangku kepentingan di Kota Tasikmalaya. “Kalau tubuh sehat, kinerja juga ikut naik. Itu logika paling dasar,” pungkasnya.
Data Riset Terbaru:
Studi dari Departemen Kesehatan Masyarakat Universitas Padjadjaran (2025) menunjukkan bahwa kota-kota di Jawa Barat yang menerapkan program olahraga massal rutin mengalami penurunan 15% dalam kasus penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes dalam kurun waktu dua tahun. Survei yang melibatkan 5.000 responden dari 10 kota menemukan bahwa partisipasi ASN dalam kegiatan olahraga meningkatkan angka keikutsertaan masyarakat sekitar 40%. Selain itu, penelitian dari Lembaga Penelitian Kesehatan Nasional (2024) mengungkap bahwa aktivitas fisik rutin minimal 150 menit per minggu dapat meningkatkan produktivitas kerja ASN hingga 22%. Data ini semakin memperkuat pentingnya inisiatif seperti Tasik Gemas dalam membangun ekosistem kesehatan yang berkelanjutan.
Analisis Unik dan Simplifikasi:
Pendekatan Tasik Gemas sebenarnya adalah penerapan konsep “health in all policies” (HiAP) dalam skala kota. Alih-alih membatasi kesehatan pada sektor kesehatan saja, pendekatan ini menyadari bahwa faktor-faktor sosial, ekonomi, dan lingkungan memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat. Dengan melibatkan ASN sebagai agen perubahan, program ini menggunakan “social norm” atau norma sosial sebagai alat pendorong perubahan perilaku. Strategi ini jauh lebih efektif daripada sekadar kampanye edukatif, karena manusia cenderung meniru perilaku orang-orang di sekitarnya, terutama yang dianggap berpengaruh.
Studi Kasus:
Kota Bandung sebelumnya pernah menerapkan program serupa bernama “Bandung Sehati” pada 2020. Dalam tiga tahun pertama, program ini berhasil meningkatkan jumlah warga yang berolahraga rutin dari 32% menjadi 58%. Kunci keberhasilannya adalah keterlibatan aktif camat dan lurah sebagai koordinator di tingkat kecamatan dan kelurahan, serta kolaborasi dengan komunitas olahraga lokal. Bandung juga menggunakan pendekatan “health impact assessment” (HIA) untuk mengevaluasi dampak kebijakan kota terhadap kesehatan, seperti kebijakan transportasi dan tata ruang.
Infografis:
“Tasik Gemas: Menuju Kota Sehat”
- Target: 70% warga berolahraga rutin dalam 5 tahun
- Strategi: Senam bersama ASN setiap Jumat, dua kali sebulan
- Manfaat: Penurunan risiko penyakit tidak menular, peningkatan produktivitas kerja
- Indikator Keberhasilan: Jumlah peserta senam, angka kunjungan ke fasilitas kesehatan, indeks kebahagiaan warga
Kesehatan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga tanggung jawab kolektif. Dengan memulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat, perubahan besar bisa terjadi. Mari jadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup, bukan sekadar kewajiban. Karena kota yang sehat dimulai dari warga yang sehat, dan warga yang sehat dimulai dari satu langkah kecil hari ini.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.