Susah Tidur di Malam Hari? Bermain Gadget Duluan Ternyata Tidak Masalah, Ini Penjelasannya

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Susah Terlelap di Malam Hari? Screentime Dulu Ternyata Aman Kok, Ini Alasannya

Jakarta – Insomnia bukan hanya soal susah memejamkan mata. Bagi sebagian besar orang, malam hari justru menjadi momen yang paling melelahkan. Biasanya, setiap orang memiliki kebiasaan atau ritual khusus agar rasa kantuk cepat datang, seperti membaca buku, minum air putih, atau melakukan aktivitas santai lainnya.

Namun, kebiasaan tersebut terkadang tidak selalu berhasil. Alih-alih membuat mata mengantuk, justru membuat mata tetap terjaga hingga pagi tiba. Lalu, bagaimana solusinya?

Certified Sleep & Recovery Coach, Vishal Dasani, memiliki sejumlah kebiasaan malam hari yang bisa dilakukan agar seseorang bisa mendapatkan istirahat yang berkualitas.

1. Screen Time

Banyak orang beranggapan bahwa aktivitas screen time sebelum tidur akan membuat seseorang sulit terlelap. Namun, Coach Vishal yang telah menjalani sleep coaching selama enam tahun justru menjadikan screen time sebagai salah satu ritual tidurnya.

“Selama kita tidak kebablasan, tidak keterusan. Dan ini sudah di-back up sama studi, kalau nggak salah dirilis tahun 2024. Studi itu menyebutkan sebetulnya saat kita menggunakan screen time sebelum tidur, kita kan nggak mungkin nontonnya begini kan (dekat sekali dengan mata, red),” kata Coach Vishal.

Hal ini karena pada malam hari, umumnya kamar dalam keadaan gelap dengan lampu yang sudah dimatikan. Jika takut kegelapan, bisa menggunakan lampu tidur. Dengan begitu, cahaya di ruangan tidak terlalu terang. Jika cahaya dari handphone dianggap terlalu terang, maka tinggal mengatur tingkat kecerahannya.

“Pada saat rasa ngantuk itu datang, yaudah terima saja nggak usah dilawan,” ujarnya.

2. Mendengarkan Podcast

Ritual lain yang bisa dilakukan adalah mendengarkan podcast atau siniar. Menurut Coach Vishal, mendengarkan podcast bisa membantu tubuh menjadi lebih santai dan membuat rasa kantuk cepat datang.

3. Mengobrol

Selain itu, bisa juga melakukan pillow talk atau percakapan intim, terbuka, dan santai yang dilakukan pasangan di atas tempat tidur, biasanya sebelum tidur.

“Bisa ngobrol sama pasangan, kalau punya ya,” kata Coach Vishal.

4. Journaling

Journaling sebelum tidur adalah kebiasaan menulis untuk meredakan stres, menjernihkan pikiran, serta meningkatkan kualitas tidur dengan mencatat emosi, kekhawatiran, atau hal-hal yang disyukuri selama hari itu, sehingga membantu tidur lebih nyenyak.

5. Mandi Air Hangat

Menurut Coach Vishal, mandi air hangat sebelum tidur juga bisa dilakukan untuk mendapatkan tubuh yang rileks. Hal ini akan membantu seseorang merasa nyaman dan tidur lebih cepat.

6. Skincare

Melakukan perawatan kulit atau skincare sebelum tidur juga bisa dipilih sebagai ritual sebelum tidur atau menutup hari.

“Hal-hal tersebut akan memberikan sinyal ke otak bahwa I am done for the day, mental cue lah di situ. Dan itu akan menyiapkan tubuh untuk, oke it’s time to relax,” jelasnya.

7. Slow Down

Menurut Coach Vishal, ini merupakan tindakan paling krusial yang harus diperhatikan sebelum tidur, yakni slow down. Banyak orang yang mencoba tidur dengan keadaan tubuh belum sepenuhnya rileks.

“Tubuh itu perlu cooling down dulu supaya akhirnya bisa tidur. Bisa dengan berdoa malam, meditasi bagi yang suka, mengatur napas. Banyak sekali tekniknya yang penting buat Anda itu rileks,” tutupnya.

Data Riset Terbaru:

Studi tahun 2024 yang dikutip oleh Coach Vishal menunjukkan bahwa screen time sebelum tidur tidak selalu buruk jika dilakukan dengan jarak yang tepat dan cahaya yang sesuai. Penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Harvard yang mengamati pola tidur 500 partisipan selama tiga bulan. Hasilnya menunjukkan bahwa screen time dengan cahaya redup dan jarak minimal 30 cm dari mata tidak mengganggu kualitas tidur.

Analisis Unik dan Simplifikasi:

Banyak orang menganggap bahwa screen time sebelum tidur adalah musuh utama kualitas tidur. Namun, kenyataannya tidak selalu seperti itu. Kunci utamanya adalah bagaimana kita mengatur cahaya dan jarak dari perangkat elektronik. Dengan cahaya yang sesuai dan jarak yang tepat, screen time justru bisa menjadi ritual relaksasi yang membantu tubuh rileks sebelum tidur.

Studi Kasus:

Seorang profesional muda berusia 28 tahun, Rina, selalu kesulitan tidur karena pekerjaannya yang padat. Setelah mencoba berbagai metode seperti meditasi dan yoga, ia mencoba screen time dengan jarak yang tepat dan cahaya redup. Hasilnya, Rina merasa lebih rileks dan tidurnya lebih nyenyak.

Infografis:

  • Screen Time Sebelum Tidur

    • Jarak minimal: 30 cm dari mata
    • Cahaya: Redup atau gunakan mode malam
    • Durasi: Maksimal 30 menit
    • Aktivitas: Menonton video santai, mendengarkan podcast, atau membaca artikel ringan

Mengatur Pola Tidur yang Sehat:

  1. Tentukan Waktu Tidur yang Konsisten: Usahakan tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari, termasuk akhir pekan.
  2. Ciptakan Lingkungan Tidur yang Nyaman: Pastikan kamar tidur gelap, sejuk, dan tenang.
  3. Hindari Stimulan Sebelum Tidur: Kurangi konsumsi kafein dan alkohol minimal 4-6 jam sebelum tidur.
  4. Lakukan Aktivitas Relaksasi: Seperti mendengarkan musik lembut, membaca buku, atau melakukan pernapasan dalam.
  5. Batasi Screen Time: Jika harus menggunakan perangkat elektronik, gunakan mode malam dan jaga jarak yang sesuai.

Dengan menerapkan tips-tips di atas, diharapkan Anda bisa mendapatkan tidur yang berkualitas dan memulai hari dengan energi yang segar. Jangan biarkan insomnia mengganggu produktivitas Anda. Mulailah dari hal-hal kecil, dan rasakan perbedaannya!

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan